WNA Asal Rusia Diduga Jadi Korban Penganiayaan di Pagesangan, Polisi Bertindak Cepat

IMG-20260303-WA0036.jpg

Mataram NTB benuanews.com — Personel Piket Fungsi Polsek Mataram bersama Bhabinkamtibmas Kelurahan Pagesangan, Aiptu I Gede Gunartha, bergerak cepat menindaklanjuti laporan dugaan penganiayaan yang menimpa seorang warga negara asing (WNA) asal Rusia bernama Llnur.

Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi di kawasan Jalan Sultan Kaharudin, Lingkungan Pagesangan Baru, Kelurahan Pagesangan, Kota Mataram, pada Senin malam (02/03/2026) sekitar pukul 20.00 WITA.

Kapolsek Mataram, AKP Mulyadi, S.H., membenarkan adanya laporan tersebut dan memastikan bahwa pihaknya langsung mengambil tindakan cepat begitu menerima informasi dari warga.

“Benar, anggota kami dari Piket Fungsi bersama Bhabinkamtibmas Pagesangan merespons cepat laporan adanya WNA asal Rusia yang menjadi korban dugaan penganiayaan. Fokus utama kami adalah memastikan keselamatan dan kondisi kesehatan korban,” ujarnya.

Setibanya di lokasi, petugas mendapati korban dalam kondisi mengalami luka. Tanpa menunda waktu, korban segera dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Siloam Mataram untuk mendapatkan penanganan medis intensif.

Langkah tersebut diambil guna memastikan kondisi korban stabil sebelum proses hukum lebih lanjut dilakukan. Setelah mendapatkan perawatan dan dinyatakan dalam kondisi stabil oleh pihak medis, personel Polsek Mataram mendampingi korban untuk membuat laporan resmi.

Penanganan Dilimpahkan ke Polda NTB
Mengingat korban berstatus warga negara asing, penanganan perkara kemudian dilimpahkan ke Polda NTB sesuai prosedur yang berlaku.

“Setelah mendapatkan pengobatan di RS Siloam, korban kami dampingi menuju Polda NTB untuk penanganan lebih lanjut oleh unit terkait. Kami berkomitmen memberikan perlindungan dan pelayanan terbaik kepada siapa pun, termasuk warga asing yang berada di wilayah hukum kami,” tegas AKP Mulyadi.

Hingga saat ini, aparat kepolisian masih melakukan pendalaman terkait kronologi dan pihak-pihak yang terlibat dalam dugaan penganiayaan tersebut. Situasi di lokasi kejadian dilaporkan telah kembali aman dan kondusif. (Dv)

scroll to top