JAMBI.(Benuanews.com)-Kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang pemuda di Kota Jambi terus bergulir. Korban, Petta Muhammad Adha Ali Saputra (24), resmi melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Jambi pada Selasa, 14 April 2026, sekitar pukul 03.07 WIB.
Peristiwa penganiayaan itu sendiri terjadi pada Minggu malam, 13 April 2026, sekitar pukul 22.30 WIB di kawasan Jalan H. Syamsudin Uban, RT 01, Kota Jambi.
Berdasarkan laporan yang diterima pihak kepolisian, kejadian bermula saat korban pulang dari tempat kerjanya. Namun di lokasi kejadian, korban tiba-tiba dihadang oleh terlapor yang kemudian berujung pada aksi kekerasan.
Saat dikonfirmasi media ini, orang tua korban mengungkapkan bahwa aksi penganiayaan tersebut diduga dipicu rasa cemburu pelaku terhadap korban.
“Dari keterangan anak saya, pelaku diketahui membaca percakapan lama korban dari tahun 2025 dengan seorang perempuan yang merupakan pasangan pelaku. Padahal, anak saya hanya pernah menjadi teman sekelas perempuan tersebut saat SMK pada tahun 2020,” ujar ibunda korban.
Ia juga menyebut, sebelum kejadian, pelaku diduga sempat melakukan teror terhadap korban melalui panggilan di media sosial Instagram.
Lebih lanjut, ibunda korban menjelaskan kronologi kejadian yang dialami anaknya. Saat dalam perjalanan pulang kerja, korban tiba-tiba dicegat oleh dua orang terduga pelaku. Salah satu pelaku kemudian merampas handphone milik korban.
Korban sempat berusaha merebut kembali handphone tersebut. Namun, pelaku diketahui sempat membuka isi handphone korban. Ketika korban mencoba mengambil kembali perangkat miliknya, salah satu pelaku berinisial WD langsung melakukan kekerasan.
“Anak saya dipukul di bagian wajah hingga mengenai bibir sampai terluka, bahkan pelaku juga menendang keras bagian kemaluan anak saya,” ungkapnya.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka di bagian wajah serta merasakan sakit di sejumlah bagian tubuh lainnya.
Tidak hanya sekali, aksi kekerasan diduga berlanjut meski korban sempat mencoba menyelesaikan masalah secara baik-baik dengan mengajak pelaku menemui saksi.Namun situasi justru semakin memanas.
Kami sebagai orang tua sangat menyayangkan kejadian yang dialami anak saya, dan meminta pihak kepolisian agar segera menindaklanjuti laporan korban”harapnya
(Ryan)