*Tragedi Kapal Tenggelam KLM Fitri Jaya di Perairan Pulau Sarappo, 3 Orang Meninggal Dunia*

Screenshot_20251227_214633.jpg

PANGKEP-Benuanews.com-Sebuah kecelakaan laut terjadi di perairan antara Sungai Pangkajene, Kabupaten Pangkep (Pangkep), dan Pulau Sarappo, pada Jumat, 27 Desember 2025.

Kapal motor logistik KLM Fitri Jaya, milik Daeng Nasru (pemilik kapal), yang dinakhodai oleh juragan kapal setempat, dilaporkan tenggelam akibat cuaca ekstrem saat dalam perjalanan membawa rombongan relawan dan tenaga kesehatan.
KLM Fitri Jaya bertolak dari Sungai Pangkajene, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, sekitar 08.40 WITA, menuju Pulau Sarappo, dengan membawa 11 orang penumpang.

Kapal juga mengangkut bantuan kemanusiaan dari Dompet Dhuafa, berupa 40 sak semen dan 40 unit jamban portabel untuk program sanitasi masyarakat pulau.
Perjalanan berlangsung normal hingga sekitar 10.50 WITA, ketika wilayah perairan dilanda hujan lebat disertai angin kencang dan gelombang tinggi. Pada sekitar 11.00 Wita kapal mulai oleng dan tidak dapat lagi dikendalikan oleh nakhoda, hingga akhirnya terbalik dan tenggelam tak lama kemudian.

Warga Pulau Sarappo Lompo, Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep), yang melihat insiden tersebut, segera bergerak memberikan pertolongan. Evakuasi cepat dilakukan secara swadaya menggunakan perahu warga, dan seluruh korban berhasil diangkat dari perairan, baik dalam kondisi selamat maupun meninggal dunia.

Daftar Penumpang Kapal
Tim Relawan LKC Sulsel
Imran
1. Andi Mappasallang
2. Etty Permatasari
3. Siti Patimah
4. Nurlina
5. Wulan Cahya

Tenaga Kesehatan & Pejabat Kecamatan

1. Fitri Mubarak S.Sos., M.Si (Camat Liukang Tupabbiring)
2. Awak Kapal
3. Bidan Darma
4. Dokter Gigi Nova
Samiang, S.Kep (Kepala Puskesmas Sarappo)

Korban Meninggal Dunia
1. Imran – Koordinator LKC Sulsel
2. Fitri Mubarak S.Sos., M.Si – Camat Liukang Tupabbiring
3. Bidan Darma – Bidan Pulau Sarappo

Saat ini, jenazah para korban telah dievakuasi ke Pulau Sarappo untuk proses penanganan awal, sebelum selanjutnya diberangkatkan ke Pangkajene dan Makassar sesuai rencana pemulangan.
Sementara itu, para korban selamat telah mendapatkan perawatan medis dan pendampingan psikososial dari tenaga kesehatan setempat dan relawan.

“Respons & Imbauan”
Pemerintah daerah dan komunitas relawan menyampaikan duka mendalam atas atas tragedi ini, sekaligus apresiasi setinggi-tingginya kepada warga Pulau Sarappo Lompo yang sigap menolong di tengah kondisi laut yang berbahaya.

Masyarakat yang beraktivitas di perairan pesisir dan antarpulau diimbau untuk:
Memantau prakiraan cuaca BMKG sebelum melaut,
Mengutamakan standar keselamatan pelayaran, termasuk penggunaan jaket pelampung,
Menunda keberangkatan jika terjadi potensi cuaca ekstrem.(AUB#)

scroll to top