PANGKEP SULSEL-Benuanews.com-Misi kemanusiaan yang membawa harapan baru bagi warga kepulauan berubah menjadi duka mendalam. Kapal KLM Fitri Jaya yang mengangkut relawan dan tenaga kesehatan, sekaligus membawa bantuan 40 sak semen dan 40 unit jamban dari Dompet Dhuafa, tenggelam setelah dihantam cuaca ekstrem di perairan menuju Pulau Sarappo, Jumat (27/12/2025). Musibah laut ini merenggut tiga nyawa, termasuk Koordinator Relawan LKC Sulsel, Imran, Camat Liukang Tupabbiring, Fitri Mubarak S.Sos., M.Si, dan Bidan Darma, tenaga medis yang mengabdi di pulau.
Detik-detik sebelum kapal karam, hujan deras dan angin kencang membuat nakhoda kehilangan kendali. Kapal oleng, terbalik, lalu perlahan tenggelam di tengah gelombang ganas. Jerit panik di laut segera dijawab keberanian warga Pulau Sarappo Lompo, yang tanpa menunggu komando, langsung menerjang badai dengan perahu seadanya untuk melakukan evakuasi. Di tengah keterbatasan, mereka menjadi garda terdepan penyelamatan, mengangkat korban selamat dan jenazah dari lautan yang berbahaya.
Kini, bantuan yang seharusnya membangun fasilitas sanitasi layak bagi masyarakat pulau menjadi simbol pengorbanan relawan dan tenaga kesehatan yang gugur dalam tugas. Para korban selamat telah mendapat perawatan medis di Pulau Sarappo, sementara jenazah disiapkan untuk dipulangkan ke Pangkajene dan Makassar. Tragedi ini meninggalkan pesan pilu tentang pentingnya keselamatan pelayaran di wilayah antarpulau, sekaligus kisah heroik warga pulau yang menjelma pahlawan di tengah badai.(AUB#)