Labusel-Benuanews.com
Aksi unjuk rasa digelar Dewan Pimpinan Cabang (DPC) GRIB Jaya Labuhanbatu Selatan di depan kantor PLN ULP3 Kota Pinang, Labuhanbatu Selatan,SumateraUtara, (22/4/2026). Aksi tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPC, Abdul Situmorang, sebagai bentuk protes atas seringnya pemadaman listrik dalam beberapa bulan terakhir.
Dalam orasinya, massa menyampaikan keluhan masyarakat yang terdampak gangguan listrik yang disebut hampir terjadi setiap hari. Kondisi ini dinilai merugikan warga, mulai dari aktivitas rumah tangga hingga pelaku usaha kecil yang sangat bergantung pada pasokan listrik yang stabil.
GRIB Jaya menyampaikan tiga tuntutan utama kepada pihak PLN. Pertama, mereka meminta manajemen PLN wilayah Sumatera Utara melakukan evaluasi menyeluruh, termasuk mempertimbangkan pergantian pimpinan PLN ULP3 Kota Pinang yang dinilai belum optimal dalam menjalankan tugas.
Kedua, massa mendesak agar PLN mengevaluasi kinerja vendor rekanan, yakni PT Haleyora Power, bahkan memutus kontrak kerja jika dinilai tidak mampu menangani gangguan secara maksimal di lapangan.
Ketiga, GRIB Jaya menuntut PLN memberikan kompensasi atau ganti rugi kepada masyarakat atas kerusakan peralatan elektronik yang diduga akibat seringnya pemadaman listrik.
Menanggapi hal tersebut, Manajer PLN ULP3 Kota Pinang, Andi Yusuf Situmeang, menjelaskan bahwa gangguan listrik disebabkan oleh sejumlah faktor teknis. Di antaranya gangguan hewan, pohon yang menyentuh jaringan, serta kerusakan peralatan akibat sambaran petir.
Ia menegaskan bahwa pihak PLN terus berupaya melakukan perbaikan dan peningkatan kualitas jaringan listrik. “Kami optimistis dapat memperbaiki sistem jaringan menjadi lebih baik. Kami mohon diberikan kesempatan untuk melakukan pembenahan agar masyarakat Labuhanbatu Selatan dapat menikmati layanan listrik yang lebih nyaman,” ujarnya.
PLN berharap langkah perbaikan yang dilakukan dapat segera mengatasi persoalan pemadaman sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan bagi masyarakat di wilayah Labuhanbatu Selatan.(K.Nasution)