Capping Day Yayasan Ki Hajar Dewantara Kotapinang, 446 Siswa Dilepas, Siap Terjun ke Dunia Kesehatan

Screenshot_20260422_130109_YouTube.jpg

Labusel– Benuanews.com
Yayasan Ki Hajar Dewantara Kotapinang menggelar prosesi Capping Day bagi siswa kelas X Asisten Keperawatan Angkatan XII yang dirangkaikan dengan acara purna siswa/i, Senin (20/4/2026), di aula sekolah. Kegiatan ini menjadi tonggak awal bagi para siswa sebelum menjalani praktik di dunia kesehatan.

Acara berlangsung khidmat dan dihadiri jajaran pimpinan yayasan, di antaranya Ketua Yayasan Drs. H. Naga Parlaungan Lubis, M.Pd., Pembina Hj. Eriani Harahap, S.Pd., serta Pengawas Andi Syahputra Lubis, S.H., M.H. Turut hadir Kepala Sekolah SMK Rusmialdi, Kepala Sekolah SMP Edi Parmonang Harahap, para guru, perwakilan Dinas Kesehatan Labuhanbatu Selatan, serta orang tua siswa.

Selain itu, kegiatan juga dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimca), di antaranya Danramil 11/Kotapinang Mayor Inf Hendra Gunawan dan perwakilan Polsek Kotapinang Aiptu Zainal Abidin. Sejumlah pimpinan perbankan seperti Bank Sumut, Bank Mandiri, dan Bank BNI turut memeriahkan acara.

Pada tahun ini, Yayasan Ki Hajar Dewantara Kotapinang meluluskan sebanyak 446 siswa, terdiri atas 32 siswa tingkat SMP dan 414 siswa tingkat SMK dari berbagai jurusan.

Prestasi membanggakan juga diraih, di mana lima siswa kelas XII SMK berhasil lulus seleksi masuk perguruan tinggi negeri sebelum prosesi wisuda dilaksanakan.

Dalam sambutannya, Pengawas Yayasan Andi Syahputra Lubis menegaskan bahwa Capping Day bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk komitmen moral bagi siswa untuk mengabdi secara profesional serta menjunjung tinggi etika di bidang kesehatan.

Sementara itu, Ketua Yayasan Drs. H. Naga Parlaungan Lubis menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang menandai kesiapan siswa menjadi tenaga kesehatan yang terampil dan berintegritas.

Suasana haru menyelimuti prosesi pemasangan kap dan pengambilan sumpah yang disaksikan langsung oleh para orang tua. Momen tersebut menjadi simbol dimulainya perjalanan para siswa dalam dunia pelayanan kesehatan.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan berbagai penampilan kreatif siswa, seperti tari tradisional dan marching band, yang menambah semarak suasana. Pelepasan balon oleh Ketua Yayasan menjadi penanda berakhirnya acara yang sarat makna tersebut.(K.Nasution)

scroll to top