Perjuangan Armei Tambunan: 8 Bulan Berjuang Lawan Tumor Ganas di Tengah Keterbatasan Ekonomi

IMG-20260421-WA0027.jpg

Labusel-Benuanews.com
Kisah pilu tengah dialami Armei Karter Tambunan (47),warga Dusun Tanjung marulak ,Desa Huta Godang,Kecamatan Sei Kanan,Kabupaten Labuhan Batu Selatan,Sumatera Utara merupakan seorang kepala keluarga yang kini harus berjuang melawan penyakit tumor ganas usus, di tengah kondisi ekonomi yang sangat terbatas.

Perjalanan penyakit Armei sebenarnya telah dimulai sejak tahun 2023. Saat itu, ia telah mengalami gangguan kesehatan yang mengarah pada kondisi serius. Namun, sebagai pekerja serabutan yang menjadi tulang punggung keluarga, Armei memilih untuk tidak menjalani pengobatan intensif.

Keputusan itu bukan tanpa alasan. Ia khawatir jika harus menjalani operasi, ia tidak lagi mampu bekerja dan memenuhi kebutuhan istri serta anak-anaknya. Meski saat itu telah memiliki BPJS gratis, ketakutan kehilangan penghasilan membuatnya menunda pengobatan.

Memasuki awal Agustus 2025, kondisi Armei semakin memburuk. Ia mengalami sakit perut berkepanjangan hingga akhirnya harus dirawat di rumah sakit di Rantau Prapat. Setelah tiga hari menjalani perawatan, Armei dirujuk ke Medan untuk penanganan lebih lanjut.

Di salah satu rumah sakit di Medan, Armei didiagnosis menderita tumor ganas pada usus. Ia kemudian menjalani operasi pemasangan kantong kolostomi di bagian perut sebelah kiri untuk membantu proses buang air besar.

Pengobatan Armei tidak berhenti di situ. Pada September 2025, ia harus menjalani kemoterapi sebanyak delapan kali dengan jeda dua minggu sekali, serta radioterapi sebanyak 25 kali. Setelah satu bulan pasca radioterapi, Armei kembali menjalani operasi untuk pengangkatan tumor.
Namun, dalam proses tersebut, ditemukan infeksi pada bagian dalam duburnya. Kondisi ini menyebabkan keluarnya cairan berwarna kehitaman setiap hari, sehingga Armei membutuhkan pembalut (pampers) hingga satu bungkus per hari.

Saat ini, Armei masih harus melanjutkan pengobatan berupa kemoterapi tambahan sebanyak enam kali. Namun, proses tersebut terpaksa tertunda karena luka bekas operasi di bagian perutnya belum sembuh. Luka tersebut bahkan terus mengeluarkan nanah akibat infeksi.

Selama menjalani pengobatan di Medan, Armei tinggal di sebuah rumah kos di sekitar RSUP Adam Malik. Ia didampingi oleh istri dan anak-anaknya, termasuk seorang anak berusia 5 tahun dan seorang anak lainnya, Hamdan Hafiz Tambunan (12), yang juga dalam kondisi kurang sehat.

Kondisi luka Armei yang membutuhkan perawatan intensif membuatnya harus rutin dibersihkan setiap hari. Ia pun dibantu oleh seorang perawat Bayaran untuk merawat luka tersebut di tempat kosnya.

Sejak awal pengobatan pada Agustus 2025 hingga kini, Armei hanya dua kali pulang ke kampung halamannya di Huta Godang. Namun, setiap kali pulang, ia kerap mengalami pendarahan, sehingga dokter menyarankan agar ia tetap berada di Medan demi memudahkan pengobatan.

Selama delapan bulan terakhir, biaya yang harus dikeluarkan untuk pengobatan Armei terbilang sangat besar, terutama untuk kebutuhan di luar tanggungan BPJS seperti pampers, makan sehari-hari, serta kebutuhan hidup lainnya. Seluruh biaya tersebut selama ini ditanggung secara gotong royong oleh keluarga besarnya.

Namun kini, kemampuan keluarga untuk terus membantu mulai mencapai batas. Armei pun merasa putus asa dengan kondisi ekonomi yang semakin sulit, sementara pengobatannya masih harus berlanjut sekitar empat bulan ke depan.

Di tengah kondisi tersebut, Armei mengaku tidak tahu lagi harus meminta bantuan ke mana. Beban semakin berat ketika ia juga harus memikirkan kondisi anaknya yang kurang sehat.

Saat ini, Armei dan keluarganya masih bertahan di rumah kos sederhana di sekitar RSUP Adam Malik Medan, menunggu luka operasinya sembuh agar dapat melanjutkan kemoterapi.

Perjuangan Armei menjadi potret nyata betapa beratnya beban yang harus ditanggung pasien dengan penyakit serius, terutama di tengah keterbatasan ekonomi dan tanggungan keluarga yang tidak sedikit.(K.N)

Saat ini ARMEI KARTER TAMBUNAN butuh bantuan uluran Tangan Para Dermawan No hp. +62 823-6473-2202. NO Rek 3353-0105 5038 535 Bank BRI A/n Lili Rahmayani Tambunan

scroll to top