PMI Sumbar Laksanakan Penyemprotan Disinfektan di RT 02/11 Alai Parak Kopi

IMG-20210719-WA0013-1.jpg

Padang . Guna mencegah penyebaran pandemi Covid-19,Palang Merah Indonesia Prov Sumatera Barat mengadakan penyemprotan disinfektan di kawasan RT 02/11 Kel Alai Parak Kopi Kec Padang Utara Kota Padang.

Ketua Umum Palang Merah Indonesia Sumbar Aristo Munandar yang di hubungi via telp cellularnya mengatakan bahwa penyemprotan ini terlaksana atas permintaan dari Sendro Handrian Ketua RT 02/11 Kel Alai Parak Kopi.”Ketua RT memasukan surat ke PMI Kota Padang agar wilayahnya di semprot dengan cairan disinfektan”ujar Aristo.

Atas dasar surat tersebut kita langsung meresponnya dengan mengadakan penyemprotan pada hari ini Senin,19 Juli 2021.”ujar mantan Bupati Agam dua periode ini.

Sementara itu Ketua RT 02/11 Kel Alai Parak Kopi Sendro Handrian membenarkan bahwa diri sudah berkirim surat ke PMI Kota Padang agar daerahnya di semprot dengan disinfektan.”Melihat situasi dan kondisi terkini,yang mana Kota Padang sudah kembali ke zona merah,maka saya selaku Ketua RT merasa bertanggung jawab untuk melindungi warga saya dari penyebaran Covid-19″ujar Sendro.

Di samping penyemprotan,Sendro juga aktif memberikan sosialisasi kepada warganya agar selalu mentaati protokol kesehatan agar terhindar dari penyebaran virus mematikan tersebut.”Untuk setiap kegiatan yang dilaksanakan,kita selalu berkoordinasi dengan pihak kelurahan”imbuh Sendro yang di dampingi oleh Kasie Trantib Kelurahan Alai Parak Kopi Kirmanur E.Yendra.

Kasie Trantib Kelurahan Alai Parak Kopi Kirmanur E Yendra mengatakan sangat mengapresiasi kegiatan yang di laksanakan oleh Ketua RT 02 ini.”Saya selaku aparat Kelurahan sangat mengapresiasi apa yang yang di laksanakan oleh RT 02 pada hari ini”ujar Kirmanur.Mudah-mudahan kegiatan ini bisa menjadi contoh bagi RT-RW lain untuk melindungi warganya dari penyebaran Covid-19,lanjutnya.

Kegiatan penyemprotan disinfektan ini juga melibatkan mahasiswa Unand dan UNP yang sedang melakukan Kuliah Kerja Nyata di wilayah Kelurahan Alai Parak Kopi. MM

Mahasiswi UNP Bawa Kabur Dukun di Pesisir Selatan Dilaporkan ke Polisi

Kampus-Unand-e1557357382432.jpg
Pessel (benuanews.com) Mahasiswi Universitas Negeri Padang (UNP) yang dibawa kabur dukun dilaporkan Orang tua dari istri dukun dengan membuat laporan ke pihak kepolisian. Hal ini lantaran sepeda motor yang dibawa sang dukun merupakan milik mertuanya tersebut.Sepeda motor Yamaha NMAX ini diketahui kendaraan yang dipakai untuk membawa kabur mahasiswi berinisial VR (22). Mahasiswi ini dinyatakan hilang saat hendak pergi kuliah kerja nyata (KKN) di Tampunik, Kecamatan Lengayang, Kabupaten Pesisir Selatan.Laporan dari mertua si dukun ini dibenarkan Kapolsek Lengayang, Iptu Beny Hari Muryanto. Pihak keluarga istrinya merasakan dirugikan karena sepeda motor dilarikan.“Tentu mertuanya merasa dirugikan, mungkin. Masalah sepeda motor,” kata Beny dihubungi langgam.id, Senin (19/7/2021).Beny mengungkapkan, pihaknya masih mendalami semua laporan yang masuk. Mulai dari laporan keluarga istri dukun dan keluarga mahasiswi. Kasus ini masih dalam penyelidikan.“Kami masih dalam lidik. Kami sudah bekerja, sudah mendatangi TKP. Sedangkan ini masalah satu belum selesai, kemudian datang lagi laporan. Pokoknya kami dalam lidik semuanya,” ujarnya.Sebelumnya, kasus hilangnya mahasiswi UNP yang diduga dibawa kabur dukun ini telah memasuki hari keenam Namun keberadaan korban dan terduga pelaku masih belum menemukan titik terang.Kakak VR berinisial F menyebutkan, adiknya diduga telah dipengaruhi atau dihipnotis oleh dukun yang menjadi terduga pelaku. Sebab, dukun tersebut tidak pernah menjalin komunikasi sebelumnya dengan adiknya.Bahkan, kata dia, pertemuan hanya satu kali dilakukan ketika adiknya menemani orang tuanya untuk berobat ke dukun itu. “Belum berapa lama ini ayah pergi urut ke dia (dukun) ditemani adik saya ini,” ujarnya.sumber:langgam.id

Komunitas Jelajah SWIB Sambut Harlah Labusel Ke 13 Dengan Bergotongroyong Bersihkan Puing Istana Barein

IMG16266670371140.jpg
Labusel, Sumatera Utara | BENUANEWS.COM –Dalam memperingati Hari Lahir Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Selatan yang ke 13, Komunitas Jelajah Sejarah, Wisata dan Budaya (KJ-SWIB) Kabupaten Labuhanbatu Selatan laksanakan kegiatan gotong royong selama 3 hari berturut-turut di puing istana Kota Bahran, Makam Sultan ke 9 dan Sultan ke 10 serta Makam Raja di Rasau. Kegiatan dimulai pada jum’at, 16 Juli 2021 dan berakhir pada Minggu, 18 Juni 2021.Pada hari pertama KJ-SWIB Labusel bersinergi dengan Dinas Pariwisata dan Dinas Sosial membersihkan puing Istana Kota Bahran di jalan Istana yang langsung di hadiri Kadis Pariwisata Balyan, S.Sos dan Sekretaris Dinas Sosial Heri Isworo serta mengerahkan stafnya untuk membantu kegiatan tersebut. Kegiatan gotong royong di Istana Kota Bahran ini telah menjadi agenda rutin KJ-SWIB Labusel demi melestarikan peninggalan sejarah yang telah lama tidak terawat. Dan hasil diskusi dengan Dinas Pariwisata telah disepakati akan mengajukan Puing Istana Kota Bahran sebagai Cagar Budaya dan pengajuannya telah disampaikan kepada Dinas Pariwisata Propinsi Sumatera Utara.Di hari kedua, Tim KJ-SWIB Labusel melanjutkan gotong royong di areal makam Sultan T. Ismail Yang Dipertuan Sakti yang berlokasi di Dusun Teluk Pinang Seberang jembatan kotapinang. Disamping gotong royong, tim juga memasang kain kuning di batu Nisan Sultan Ismail Yang Dipertuan Sakti dan Permaisuri serta zuriat lainnya yang ada di pemakaman tersebut.Pada saat itu tim KJ-SWIB menterjemahkan tulisan aksara melayu yang ada di nisan Sultan dan kalau dialih aksarakan menjadi tulisan lathin : Mangkat pada 12 Safat 1321 H, Almarhum Yang Dipertuan Tengku Ismail Gelar Nan Sati bin Almarhum Besar Kotapinang.Setelah selesai gotong royong di makam Yang Dipertuan Tengku Ismail Gelar Nan Sati (Sultan ke 10), Tim KJ-SWIB kemudian melanjutkan ke Makam Sultan Mustafa gelar Yang Dipertuan Besar (Sultan ke 9) dengan agenda yang sama yakni gotong royong dan memasang kain kuning di nisan Sultan dan Zuriat.Pada hari ke tiga, Tim KJ-SWIB Labusel melanjutkan kegiatan Gotong Royong ke makam Jahinandang Raja Hasibuan yang berada di Rasau yang juga memiliki hubungan kekerabatan dengan kesultanan Kotapinang di masa Sultan Mustafa I. Pada kegiatan di Desa Rasau Kecamatan Torgamba, Tim KJ-SWIB dibantu pengurus HMI Komisariat ULB. Karena jarak tempuh yang jauh ke lokasi makam, tim tiba sekitar jam 15.00 Wib dan selesai pada jam 17.00 Wib.Kegiatan yang dilaksanakan KJ-SWIB Labusel sebagai wujud kepedulian komunitas terhadap makam para leluhur yang telah meletakkan fondasi peradaban di bumi santun berkata bijak berkarya ini. Ada sebuah kegelisahan yang menyesakkan manakala makam para leluhur di biarkan begitu saja tanpa ada niat untuk melestarikannya. Hal ini bukan tanpa alasan, sebab dari penelusuran yang dilakukan oleh Tim KJ-SWIB selama 7 bulan ini tak satupun dari makam para Sultan dan raja yang terawat. Kondisinya sangat memprihatinkan berada di tengah-tengah perkebunan sawit warga dan tidak terawat sama sekali.”Kita sangat prihatin melihat kondisi makam orang-orang hebat terlantar seperti itu.Padahal mereka adalah peletak awal fondasi peradaban di daerah kita ini. Saya dan tim akan tetap berjuang dan berupaya semaksimal mungkin untuk melestarikan dan merawat peninggalan sejarah itu. Dan hasil diskusi dengan Sekretaris Dinas Sosial abangda Heri Isworo mencoba untuk berkomunikasi dengan Kementrian Sosial di pusat tentang agenda pelestarian situs sejarah. Alhamdulillah adanya sinyal positif dan dalam waktu dekat mereka akan meninjau secara langsung tentang makam-makam Sultan yang sudah berusia ratusan tahun itu” tegas Wan Ades Iskandar Nan Sakti seorang pegiat sejarah yang juga sebagai ketua KJ-SWIB Labusel.(K.Nasution)

Opgab PPKM Di Sumbawa Tindak Pengusaha Yang Masih Bandel

IMG-20210719-WA0004.jpg
Sumbawa NTB benuanews.com – Para pengusaha yang telah diberikan teguran, namun masih tidak mengindahkan aturan terkait PPKM, maka akan ditindak tegas. Hal ini disampaikan Kapolres Sumbawa, AKBP. Widy Saputra, SIK., MH, sebelum pelaksanaan Patroli Skala Besar bersama Instansi Terkait dalam rangka pengamanan dan pengawasan PPKM Mikro, Minggu (18/7/21) malam.Dalam arahannya, kapolres menekankan agar personel yang terlibat patroli mengedepankan tindakan humanis di lapangan. Juga selalu bertindak sesuai dengan SOP.Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan bersama Dandim 1607/Sumbawa, masih banyak ditemukan kerumunan. Walaupun sudah diberikan teguran, namun masih tetap menimbulkan kerumunan pada esok harinya. Karena itu, kepada pemilik tempat yang sudah pernah diberikan teguran, namun masih buka melebihi batas waktu dan juga menimbulkan kerumunan, segera dipanggil ke Polres Sumbawa. Untuk segera diberikan tindakan.Mengenai semua kegiatan hajatan, seperti pernikahan maupun acara lainnya yang berpotensi menimbulkan kerumunan, agar dipanggil penanggung jawab kegiatannya. Untuk diberikan pemahaman agar tidak melaksanakan kegiatan tersebut.“Di wilayah kita ada empat kelurahan/desa yang sudah masuk dalam zona merah. Yaitu Kelurahan Bugis, Brang Biji, Brang Bara dan Desa Labuhan Sumbawa. Jika hal tersebut terus berlanjut, tidak menutup kemungkinan akan masuk PPKM Darurat,” tegas kapolres.Setelah itu, tim gabungan patroli yang dipimpin langsung oleh kapolres, mulai bergerak menuju lokasi yang dianggap ramai. Untuk diberikan imbauan terkait PPKM Mikro yang sudah berlaku saat ini. Adapun lokasi tersebut yakni di Jalan Garuda, Kelurahan Lempeh, Desa Labuhan Sumbawa, Jalan Cendrawasih, Kelurahan Brang Biji dan Taman Tenang Genis, Kecamatan Unter Iwes.Dimana tim menyampaikan himbauan dan peneguran terhadap pemilik pelaku usaha. Agar segera menutup tempatnya mengingat melebihi waktu yang telah ditentukan. Para pengunjung warung ataupun cafe yang ada di wilayah tersebut juga diminta untuk membubarkan diri.(Adbravo)
scroll to top