LUWU UTARA-Benuanews.com-Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim, mengeluarkan gagasan menarik soal keberadaan objek wisata religi yang ada di Desa Pattimang, Kecamatan Malangke, yaitu Kompleks Makam Datuk Pattimang.
Saat melakukan ziarah ke makam tersebut, Sabtu (25/4/2026), Bupati berkeinginan menjadikan Kompleks Makam Datuk Pattimang sebagai destinasi wisata religi unggulan skala nasional.
Apa yang diutarakan Bupati merupakan langkah strategis. Mengingat makam Datuk Pattimang merupakan salah satu situs bersejarah paling berpengaruh di Sulawesi Selatan.
Tempat ini bukan sekadar kompleks pemakaman tokoh berpengaruh, tetapi juga sebagai simbol peradaban Islam Tana Luwu. Situs ini memiliki potensi besar karena nilai historisnya yang begitu luar biasa.
Diketahui, Datuk Pattimang merupakan salah satu dari tiga ulama besar asal Minangkabau yang menyebarkan agam Islam di jazirah Sulawesi Selatan, salah satunya di wilayah Tana Luwu.
Bupati mengatakan, bahwa Kompleks Makam Datuk Pattimang ini memiliki potensi besar untuk menjadi magnet ekonomi baru di Luwu Utara, khususnya bagi masyarakat sekitar. Untuk itu, ia kembali menegaskan komitmennya mendorong pengembangan wisata religi serta menata ulang kawasan bersejarah tersebut.
“Kompleks Makam Datuk Pattimang ini harus kita kembangkan menjadi objek wisata religi yang representatif. Jika makam ini dikelola dengan baik, insya Allah, akan berdampak positif terhadap pendapatan daerah serta kesejahteraan masyarakat kita,” tutur Andi Rahim.
Untuk itu, ia menargetkan promosi skala Nasional terhadap objek wisata religi di Desa Pattimang ini. Mengingat Datuk Pattimang merupakan tokoh bersejarah yang seharusnya dibarengi dengan strategi promosi yang modern dan berkelanjutan.
“Aspek pemasaran ini menjadi sangat penting dalam upaya pengembangan destinasi wisata religi di Desa Pattimang ini,” jelasnya. Untuk itu, kata dia, perlu promosi secara masif agar objek wisata religi di Desa Pattimang ini lebih dikenal secara luas.
“Makam ini adalah simbol akulturasi yang mencerminkan perpaduan antara nilai spiritual Islam dan adat istiadat Tana Luwu yang sangat kental dan sakral,” jelasnya lagi.
Aspek yang tak kalah pentingnya untuk memperkenalkan objek wisata religi di Desa Pattimang ini adalah bagaimana pihak pengelola bisa melakukan promosi masif dengan menggunakan platform media sosial untuk memperkenalkan situs ini ke tingkat nasional.
Termasuk tentunya yang perlu dilakukan adalah pembenahan serta peningkatan fasilitas sarana dan prasarana di sekitar kompleks makam Datuk Pattimang agar pengunjung merasa nyaman.
“Dengan kunjungan wisatawan yang meningkat, Luwu Utara akan makin dikenal sebagai daerah yang menghargai sejarah sekaligus kreatif dalam mengelola potensi wisatanya,” pungkasnya.
Diketahui, ziarah Bupati ke Kompleks Makam Datuk Patimang ini dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-27 Kabupaten Luwu Utara.
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian refleksi historis dan spiritual bagi pemerintah daerah
untuk menghormati jasa penyebar agama Islam di Tana Luwu, sekaligus memperkuat nilai-nilai religius di tengah perayaan Hari Jadi Kabupaten Luwu Utara.
Turut hadir dalam kegiatan ziarah ini, Ketua TP-PKK Ny. Misnawati Andi Rahim, Makole Baebunta Andi Syarifah Muhaeminah, tokoh adat setempat, serta para kepala perangkat daerah. (LHr#)