Supitri Rahayu Penderita Tumor Mata Harapkan Bantuan dari Pemerintah

IMG16266680922210.jpg
Simalungun, Sumatera Utara | BENUANEWS.COM –Kegembiraan dan keceriaan keluarga Hariyono (40) berubah seketika setelah satu tahun belakangan ini sang istri Supitri Rahayu (39) penduduk huta Setia Tawar timur, Nagori Maligas Bayu, Kecamatan Hutabayu Raja, Kabupaten Simalungun, Sumut. Melalui serangkaian proses medis Dokter menyatakan bahwa ianya menderita penyakit Tumor pada kelopak mata(Intraukuli karsinoma). Dimana tumor ini, yaitu varian dari kanker kulit, seperti karsinoma sel basal atau karsinoma sel skuamosa. dengan gejala gatal dan merah merona di daerah lingkaran dan kelopak mata.Setelah melakukan serangkaian pemeriksaan di rumah sakit daerah lalu di rujuk ke Rumah Sakit Murni Teguh Memorial Hospital di jalan Jawa no.2 Medan. Setelah lebih 4 bulan pergi dan pulang dari Hutabayuraja dan sebaliknya. Tahapan demi tahapan pemeriksaan dilalui dan sampai pada Kemoterapy yang pertama.“Kami sudah tiada punya biaya lagi untuk meneruskan kerumah sakit dan lagi istri saya udah pasrah. Yang kami bisa hanya berobat tradisional (alternatif) di kampung sebelah, belum lagi biaya sekolah dan makan ke dua anak kami,”ujar Hariyono kepada BenuaNews.com. Senin (19/7/2021).Untung lah masyarakat dan pemerintahan Nagori peduli akan nasib dan keadaan kami. Bantuannya langsung di serahkan pak pangulu Kasno Kuswoyo,ST dan jajarannya. Saya berharap agar pemerintah bisa membantu kami. ujarnya dengan wajah penuh harapan.Saat awak media berkunjung ke kantor nagori dan mempertanyakan hal ini, dengan keramahannya pak pangulu pun berkata “Desa Maligas Bayu ini termasuk desa dimana warganya masih Guyub (Kesadaran sosial dan gotong royong nya tinggi) dan setelah saya mendengar ada warga masyarakat si Pitri sakit dan dengan keadaan ekonomi yang pas-pasan maka bersama dengan aparatur pemerintahan nagori dan masyarakat mengalang dana untuk dia dan Alhamdulillah dengan tidak begitu lama sudah terkumpul dan mewakili warga sudah saya serahkan, ya walaupun gak begitu banyak tapi kami berharap bisa membantu meringankan biaya adik kita Supitri Rahayu,” ujar pangulu Kasno Kuswoyo.ST“Memang ditengah pandemi Covid-19 ini,masalah kemanusiaan yang begini seakan luput dari pikiran kita.Disini saya mewakili keluarga sangat mengharapkan tali asih, bantuan dari para dermawan, Instansi pada Dinas Sosial dan Kesehatan kabupaten Simalungun dan terutama kepada bapak Bupati Simalungun bapak Radiapoh Hasiholan Sinaga dan Wakil bapak H.Zonny Waldi S.Sos MM, yang sudah terbukti kepedulian dan sosial nya terhadap rakyat di Simalungun ini. mohon bantuan nya untuk dapat memfasilitasi agar adik kami ini dapat meneruskan pengobatannya yang sudah satu kali menjalani Kemoterapi di RS Murni Teguh Medan”,ujar D.Sinaga, Reporter Benuanews.com. salah satu media online yang tergabung di wadah MIO Siantar-Simalungun yang diketuai oleh bapak Horas Sianturi.SH.MTh.“Sebagai abang ipar Hariyono saya juga mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada masyarakat dan pemerintahan Nagori serta seluruh pihak yang telah membantu, baik moril dan materi. Aplus dan terimakasih saya sampaikan kepada remaja/remaji atas bantuan dan sampai sore hari ini masih mengumpulkan infaq dari pengendara, dengan poster seadanya. Semogalah bantuan para bapak, ibu,adik-adik remaja dapat menjadikan Amal zariah dan dilipat gandakan rizkinya, karna berbagi itu adalah indah dan juga ibadah.” Amin(Dedi Sinaga)

PMI Sumbar Laksanakan Penyemprotan Disinfektan di RT 02/11 Alai Parak Kopi

IMG-20210719-WA0013-1.jpg

Padang . Guna mencegah penyebaran pandemi Covid-19,Palang Merah Indonesia Prov Sumatera Barat mengadakan penyemprotan disinfektan di kawasan RT 02/11 Kel Alai Parak Kopi Kec Padang Utara Kota Padang.

Ketua Umum Palang Merah Indonesia Sumbar Aristo Munandar yang di hubungi via telp cellularnya mengatakan bahwa penyemprotan ini terlaksana atas permintaan dari Sendro Handrian Ketua RT 02/11 Kel Alai Parak Kopi.”Ketua RT memasukan surat ke PMI Kota Padang agar wilayahnya di semprot dengan cairan disinfektan”ujar Aristo.

Atas dasar surat tersebut kita langsung meresponnya dengan mengadakan penyemprotan pada hari ini Senin,19 Juli 2021.”ujar mantan Bupati Agam dua periode ini.

Sementara itu Ketua RT 02/11 Kel Alai Parak Kopi Sendro Handrian membenarkan bahwa diri sudah berkirim surat ke PMI Kota Padang agar daerahnya di semprot dengan disinfektan.”Melihat situasi dan kondisi terkini,yang mana Kota Padang sudah kembali ke zona merah,maka saya selaku Ketua RT merasa bertanggung jawab untuk melindungi warga saya dari penyebaran Covid-19″ujar Sendro.

Di samping penyemprotan,Sendro juga aktif memberikan sosialisasi kepada warganya agar selalu mentaati protokol kesehatan agar terhindar dari penyebaran virus mematikan tersebut.”Untuk setiap kegiatan yang dilaksanakan,kita selalu berkoordinasi dengan pihak kelurahan”imbuh Sendro yang di dampingi oleh Kasie Trantib Kelurahan Alai Parak Kopi Kirmanur E.Yendra.

Kasie Trantib Kelurahan Alai Parak Kopi Kirmanur E Yendra mengatakan sangat mengapresiasi kegiatan yang di laksanakan oleh Ketua RT 02 ini.”Saya selaku aparat Kelurahan sangat mengapresiasi apa yang yang di laksanakan oleh RT 02 pada hari ini”ujar Kirmanur.Mudah-mudahan kegiatan ini bisa menjadi contoh bagi RT-RW lain untuk melindungi warganya dari penyebaran Covid-19,lanjutnya.

Kegiatan penyemprotan disinfektan ini juga melibatkan mahasiswa Unand dan UNP yang sedang melakukan Kuliah Kerja Nyata di wilayah Kelurahan Alai Parak Kopi. MM

Mahasiswi UNP Bawa Kabur Dukun di Pesisir Selatan Dilaporkan ke Polisi

Kampus-Unand-e1557357382432.jpg
Pessel (benuanews.com) Mahasiswi Universitas Negeri Padang (UNP) yang dibawa kabur dukun dilaporkan Orang tua dari istri dukun dengan membuat laporan ke pihak kepolisian. Hal ini lantaran sepeda motor yang dibawa sang dukun merupakan milik mertuanya tersebut.Sepeda motor Yamaha NMAX ini diketahui kendaraan yang dipakai untuk membawa kabur mahasiswi berinisial VR (22). Mahasiswi ini dinyatakan hilang saat hendak pergi kuliah kerja nyata (KKN) di Tampunik, Kecamatan Lengayang, Kabupaten Pesisir Selatan.Laporan dari mertua si dukun ini dibenarkan Kapolsek Lengayang, Iptu Beny Hari Muryanto. Pihak keluarga istrinya merasakan dirugikan karena sepeda motor dilarikan.“Tentu mertuanya merasa dirugikan, mungkin. Masalah sepeda motor,” kata Beny dihubungi langgam.id, Senin (19/7/2021).Beny mengungkapkan, pihaknya masih mendalami semua laporan yang masuk. Mulai dari laporan keluarga istri dukun dan keluarga mahasiswi. Kasus ini masih dalam penyelidikan.“Kami masih dalam lidik. Kami sudah bekerja, sudah mendatangi TKP. Sedangkan ini masalah satu belum selesai, kemudian datang lagi laporan. Pokoknya kami dalam lidik semuanya,” ujarnya.Sebelumnya, kasus hilangnya mahasiswi UNP yang diduga dibawa kabur dukun ini telah memasuki hari keenam Namun keberadaan korban dan terduga pelaku masih belum menemukan titik terang.Kakak VR berinisial F menyebutkan, adiknya diduga telah dipengaruhi atau dihipnotis oleh dukun yang menjadi terduga pelaku. Sebab, dukun tersebut tidak pernah menjalin komunikasi sebelumnya dengan adiknya.Bahkan, kata dia, pertemuan hanya satu kali dilakukan ketika adiknya menemani orang tuanya untuk berobat ke dukun itu. “Belum berapa lama ini ayah pergi urut ke dia (dukun) ditemani adik saya ini,” ujarnya.sumber:langgam.id

Komunitas Jelajah SWIB Sambut Harlah Labusel Ke 13 Dengan Bergotongroyong Bersihkan Puing Istana Barein

IMG16266670371140.jpg
Labusel, Sumatera Utara | BENUANEWS.COM –Dalam memperingati Hari Lahir Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Selatan yang ke 13, Komunitas Jelajah Sejarah, Wisata dan Budaya (KJ-SWIB) Kabupaten Labuhanbatu Selatan laksanakan kegiatan gotong royong selama 3 hari berturut-turut di puing istana Kota Bahran, Makam Sultan ke 9 dan Sultan ke 10 serta Makam Raja di Rasau. Kegiatan dimulai pada jum’at, 16 Juli 2021 dan berakhir pada Minggu, 18 Juni 2021.Pada hari pertama KJ-SWIB Labusel bersinergi dengan Dinas Pariwisata dan Dinas Sosial membersihkan puing Istana Kota Bahran di jalan Istana yang langsung di hadiri Kadis Pariwisata Balyan, S.Sos dan Sekretaris Dinas Sosial Heri Isworo serta mengerahkan stafnya untuk membantu kegiatan tersebut. Kegiatan gotong royong di Istana Kota Bahran ini telah menjadi agenda rutin KJ-SWIB Labusel demi melestarikan peninggalan sejarah yang telah lama tidak terawat. Dan hasil diskusi dengan Dinas Pariwisata telah disepakati akan mengajukan Puing Istana Kota Bahran sebagai Cagar Budaya dan pengajuannya telah disampaikan kepada Dinas Pariwisata Propinsi Sumatera Utara.Di hari kedua, Tim KJ-SWIB Labusel melanjutkan gotong royong di areal makam Sultan T. Ismail Yang Dipertuan Sakti yang berlokasi di Dusun Teluk Pinang Seberang jembatan kotapinang. Disamping gotong royong, tim juga memasang kain kuning di batu Nisan Sultan Ismail Yang Dipertuan Sakti dan Permaisuri serta zuriat lainnya yang ada di pemakaman tersebut.Pada saat itu tim KJ-SWIB menterjemahkan tulisan aksara melayu yang ada di nisan Sultan dan kalau dialih aksarakan menjadi tulisan lathin : Mangkat pada 12 Safat 1321 H, Almarhum Yang Dipertuan Tengku Ismail Gelar Nan Sati bin Almarhum Besar Kotapinang.Setelah selesai gotong royong di makam Yang Dipertuan Tengku Ismail Gelar Nan Sati (Sultan ke 10), Tim KJ-SWIB kemudian melanjutkan ke Makam Sultan Mustafa gelar Yang Dipertuan Besar (Sultan ke 9) dengan agenda yang sama yakni gotong royong dan memasang kain kuning di nisan Sultan dan Zuriat.Pada hari ke tiga, Tim KJ-SWIB Labusel melanjutkan kegiatan Gotong Royong ke makam Jahinandang Raja Hasibuan yang berada di Rasau yang juga memiliki hubungan kekerabatan dengan kesultanan Kotapinang di masa Sultan Mustafa I. Pada kegiatan di Desa Rasau Kecamatan Torgamba, Tim KJ-SWIB dibantu pengurus HMI Komisariat ULB. Karena jarak tempuh yang jauh ke lokasi makam, tim tiba sekitar jam 15.00 Wib dan selesai pada jam 17.00 Wib.Kegiatan yang dilaksanakan KJ-SWIB Labusel sebagai wujud kepedulian komunitas terhadap makam para leluhur yang telah meletakkan fondasi peradaban di bumi santun berkata bijak berkarya ini. Ada sebuah kegelisahan yang menyesakkan manakala makam para leluhur di biarkan begitu saja tanpa ada niat untuk melestarikannya. Hal ini bukan tanpa alasan, sebab dari penelusuran yang dilakukan oleh Tim KJ-SWIB selama 7 bulan ini tak satupun dari makam para Sultan dan raja yang terawat. Kondisinya sangat memprihatinkan berada di tengah-tengah perkebunan sawit warga dan tidak terawat sama sekali.”Kita sangat prihatin melihat kondisi makam orang-orang hebat terlantar seperti itu.Padahal mereka adalah peletak awal fondasi peradaban di daerah kita ini. Saya dan tim akan tetap berjuang dan berupaya semaksimal mungkin untuk melestarikan dan merawat peninggalan sejarah itu. Dan hasil diskusi dengan Sekretaris Dinas Sosial abangda Heri Isworo mencoba untuk berkomunikasi dengan Kementrian Sosial di pusat tentang agenda pelestarian situs sejarah. Alhamdulillah adanya sinyal positif dan dalam waktu dekat mereka akan meninjau secara langsung tentang makam-makam Sultan yang sudah berusia ratusan tahun itu” tegas Wan Ades Iskandar Nan Sakti seorang pegiat sejarah yang juga sebagai ketua KJ-SWIB Labusel.(K.Nasution)
scroll to top