Satgas Pamtas Yonif 403/WP Bantu Transportasi Sekolah anak-anak di Wilayah Perbatasan

IMG-20210719-WA0022.jpg

KEEROM, – Dalam rangka memasuki awal tahun ajaran baru pendidikan, Satgas Pamtas Yonif 403/Wirasada Pratista Pos Kout Arsotami membantu mengantar anak-anak yang akan berangkat menuju sekolahan menggunakan sarana transportasi dinas Satgas, dikarenakan pada tahun ajaran baru ini kapasitas muatan kendaraan yang biasa antar jemput anak-anak sekolah sudah tidak mencukupi (akibat bertambahnya jumlah anak-anak yang masuk usia sekolah), selain itu kendaraan tersebut juga mengalami kerusakan sehingga masih dalam perbaikan, oleh sebabnya dengan sigap personel Satgas membantu mengantar anak-anak menuju ke sekolahan dari Kampung Workwana, Distrik Arso, Kabupaten Keerom, Papua.

Hal tersebut disampaikan Dansatgas Pamtas Yonif 403/Wirasada Pratista, Letkol Inf Ade Pribadi Siregar, S.E., M.Si., dalam rilis tertulisnya di Kabupaten Keerom, Papua. Senin, (19/07/2021).

Dansatgas mengungkapkan bahwa kaitannya dengan pendidikan Satgas Pamtas Yonif 403/Wirasada Pratista di bawah pimpinannya akan tetap turut serta membantu dan mendukung serta mensukseskan misi mencerdaskan kehidupan bangsa terkhusus anak-anak usia sekolah di daerah perbatasan RI-PNG.

“Kami berharap dengan apa yang kami lakukan ini dapat membantu mempermudah anak-anak usia sekolah di wilayah perbatasan dalam menuntut ilmu, sehingga kelak dapat menjadi generasi penerus bangsa yang hebat,” ungkap Dansatgas.

“Upaya yang kami lakukan dalam menunjang pendidikan anak usia sekolah di wilayah perbatasan ini salah satunya yaitu dengan memberikan bantuan transportasi antar jemput anak-anak menuju ke sekolahan,” tambah Dansatgas.

Di tempat terpisah, Danpos Kout Satgas Pamtas Yonif 403/Wirasada Pratista Letda Inf Sumarno menyampaikan bahwa kami sangat senang dapat mendukung kelancaran proses pendidikan anak-anak yaitu dengan membantu sarana transportasi dinas militer Satgas yang digunakan untuk membawa anak-anak desa Workwana Arsotami yang bertempat tinggal di sekitaran Pos Kout Satgas Pamtas Yonif 403/Wirasada Pratista menuju ke sekolahannya baik SD, SMP dan SMA yang jaraknya kurang lebih 15 (lima belas) sampai dengan 20 (dua puluh) menit.

“Anak-anak dan orang tuanya sangat antusias, bersemangat dan senang sekali mendapat dukungan menggunakan sarana transportasi dinas militer dari Satgas Pamtas Yonif 403/Wirasada Pratista, kamipun merasakan hal yang sama sehingga kami siap untuk mengantar anak-anak dari Pos Satgas menuju sekolahan, hal tersebut sejalan dengan harapan Dansatgas Pamtas Yonif 403/Wirasada Pratista yaitu dapat membantu pemerintah daerah dalam mengisi keterbatasan sarana transportasi pendidikan yang masih sulit di wilayah perbatasan,” ujar Sumarno.

Sejalan dengan hal tersebut, salah satu orang tua siswa Mama Aksamina Manua (34) mengucapkan rasa senang dan terimakasih kepada Satgas Pamtas Yonif 403/Wirasada Pratista Pos Kout Arsotami karena telah rela membantu mengantar anak-anaknya yang akan berangkat menuju ke sekolahan menggunakan kendaraan dinas militer Pos Kout Satgas Pamtas Yonif 403/Wirasada Pratista.

“Saya ucapkan terimakasih banyak kepada Komandan Satgas dan abang-abang Tentara Pos Kout Yonif 403 yang telah rela kasih bantu antar anak-anak berangkat ke sekolah dengan mobil dinas, kami merasa terbantu dan sangat senang, semoga Tentara semakin dekat dengan masyarakat,” ucap Aksamina. Tim

Pemberlakuan PPKM Darurat, Jumlah Kasus Covid Cenderung Menurun

IMG-20210719-WA0020.jpg

Jawa Tengah . Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal dr. Hendardi Setiaji, M.Kes menyatakan, kondisi terkini tanggal 17 Juli 2021 jumlah confirm positif covid-19 di Kabupaten Tegal berjumlah 11.575 orang. Dari jumlah itu dinyatakan sembuh 10.059 orang atau 86,6 %, meninggal dunia 601 orang atau 5,2 %, dan menjalani perawatan 915 orang atau 7,9 % . Dari Jumlah tersebut terdiri di rawat  305 orang dan di isolasi mandiri  610 orang.  

Dengan jumlah kasus sebanyak itu, saat ini Kabupaten Tegal masuk zona orange dari sebelumnya zona merah, atau masuk urutan 24 dari 35 kabupaten / kota di Jawa Tengah.
Demikian diungkapkan dr. Hendardi pada rapat koordinasi evaluasi PPKM Darurat tingkat Kabupaten Tegal yang dipimpin langsung Bupati Tegal Dra. Hj. Umi Azizah di pendopo rumah dinas Bupati Minggu malam 18 Juli 2021.

Hadir pada kesempatan itu Dandim 0712 Tegal Letkol. Infanteri Sutan Pandapotan Siregar, S.IP, Kepala Kejaksaan Negeri Kab. Tegal, Bimo Budi Hartono, SH, MH. dan Kapolres Tegal yang diwakili Wakapolres Kompol Didi Dewantoro. Rakor juga diikuti oleh Kepala OPD terkait antara lain Asisten Sekda Bidang Administrasi Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat, Kepala Satpol PP, Dishub, Diskominfo, Kesbangpol, Dinas Sosial, Kemenag dan lainnya. 

Menurut dr. Hendardi, sejak diberlakukannya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat 3 Juli lalu,  jumlah kasus confirm positif secara harian masih fluktuatif dan cenderung menurun . Dari sebelum PPKM Darurat diatas 120 – 130 orang menjadi saat ini  diangka 61 – 70 kasus per hari. 

“Ini merupakan hal hal yang bagus, meskipun diakui pada bahwa perkembangan kasus akan terlihat setelah 1 sampai 2 minggu ke depan,  karena masa inkubasi dan penularan virus covid membutuhkan waktu 1 sampai 2 minggu”, terang Hendardi.

Lebih lanjut dr Hendardi menyatakan, ketersediaan tempat tidur di rumah sakit untuk pasien covid saat ini mencapai 513 tempat tidur . Jumlah pemakaian saat ini untuk Ruang Isolasi sebesar 87 % dan Ruang ICU  sebesar  77 %. 

Sebagai langkah antisipasi apabila terjadi lonjakan kasus, pihaknya sudah menyiapkan RSUD dr.Soeselo dan RS Suradadi akan dijadikan rumah sakit khusus covid. Bahkan untuk antisipasi terkait warga yang terkonfirmasi positif tetapi tanpa gejala atau hanya gejala ringan, pihaknya juga sudah menyiapkan Tempat Isolasi Terpusat. 

Di antaranya di RUSUNAWA RSU Suradadi yang akan diresmikan Bupati Senin 19 Juli pagi ini . Isolasi Terpusat terdiri di Rusunawa Suradadi 132 tempat tidur, BLK Suradadi 56 buah, eks Puskesmas Penusupan 25 buah dan  di 4 puskesmas tersedia  sekitar 42 tempat tidur. Sehingga total ketersediaan tempat tidur Isolasi Terpusat bisa sebanyak 255 buah. 

“Tempat isolasi terpusat ini, juga telah disiapkan sarana prasarana, tenaga dan penganggarannya . Dan yang penting,  tempat-tempat tersebut sangat ideal. Yaitu:  jauh dari pemukiman warga dan  mudah pengawasannya serta dekat dengan rumah sakit atau puskesmas”, tambah Hendardi.

Meskipun sudah diantisipasi sedemikian rupa, pihaknya tetap berharap  jumlah kasus covid ke depan terus melandai dan tidak terjadi lonjakan kasus. (Arifin)

Supitri Rahayu Penderita Tumor Mata Harapkan Bantuan dari Pemerintah

IMG16266680922210.jpg
Simalungun, Sumatera Utara | BENUANEWS.COM –Kegembiraan dan keceriaan keluarga Hariyono (40) berubah seketika setelah satu tahun belakangan ini sang istri Supitri Rahayu (39) penduduk huta Setia Tawar timur, Nagori Maligas Bayu, Kecamatan Hutabayu Raja, Kabupaten Simalungun, Sumut. Melalui serangkaian proses medis Dokter menyatakan bahwa ianya menderita penyakit Tumor pada kelopak mata(Intraukuli karsinoma). Dimana tumor ini, yaitu varian dari kanker kulit, seperti karsinoma sel basal atau karsinoma sel skuamosa. dengan gejala gatal dan merah merona di daerah lingkaran dan kelopak mata.Setelah melakukan serangkaian pemeriksaan di rumah sakit daerah lalu di rujuk ke Rumah Sakit Murni Teguh Memorial Hospital di jalan Jawa no.2 Medan. Setelah lebih 4 bulan pergi dan pulang dari Hutabayuraja dan sebaliknya. Tahapan demi tahapan pemeriksaan dilalui dan sampai pada Kemoterapy yang pertama.“Kami sudah tiada punya biaya lagi untuk meneruskan kerumah sakit dan lagi istri saya udah pasrah. Yang kami bisa hanya berobat tradisional (alternatif) di kampung sebelah, belum lagi biaya sekolah dan makan ke dua anak kami,”ujar Hariyono kepada BenuaNews.com. Senin (19/7/2021).Untung lah masyarakat dan pemerintahan Nagori peduli akan nasib dan keadaan kami. Bantuannya langsung di serahkan pak pangulu Kasno Kuswoyo,ST dan jajarannya. Saya berharap agar pemerintah bisa membantu kami. ujarnya dengan wajah penuh harapan.Saat awak media berkunjung ke kantor nagori dan mempertanyakan hal ini, dengan keramahannya pak pangulu pun berkata “Desa Maligas Bayu ini termasuk desa dimana warganya masih Guyub (Kesadaran sosial dan gotong royong nya tinggi) dan setelah saya mendengar ada warga masyarakat si Pitri sakit dan dengan keadaan ekonomi yang pas-pasan maka bersama dengan aparatur pemerintahan nagori dan masyarakat mengalang dana untuk dia dan Alhamdulillah dengan tidak begitu lama sudah terkumpul dan mewakili warga sudah saya serahkan, ya walaupun gak begitu banyak tapi kami berharap bisa membantu meringankan biaya adik kita Supitri Rahayu,” ujar pangulu Kasno Kuswoyo.ST“Memang ditengah pandemi Covid-19 ini,masalah kemanusiaan yang begini seakan luput dari pikiran kita.Disini saya mewakili keluarga sangat mengharapkan tali asih, bantuan dari para dermawan, Instansi pada Dinas Sosial dan Kesehatan kabupaten Simalungun dan terutama kepada bapak Bupati Simalungun bapak Radiapoh Hasiholan Sinaga dan Wakil bapak H.Zonny Waldi S.Sos MM, yang sudah terbukti kepedulian dan sosial nya terhadap rakyat di Simalungun ini. mohon bantuan nya untuk dapat memfasilitasi agar adik kami ini dapat meneruskan pengobatannya yang sudah satu kali menjalani Kemoterapi di RS Murni Teguh Medan”,ujar D.Sinaga, Reporter Benuanews.com. salah satu media online yang tergabung di wadah MIO Siantar-Simalungun yang diketuai oleh bapak Horas Sianturi.SH.MTh.“Sebagai abang ipar Hariyono saya juga mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada masyarakat dan pemerintahan Nagori serta seluruh pihak yang telah membantu, baik moril dan materi. Aplus dan terimakasih saya sampaikan kepada remaja/remaji atas bantuan dan sampai sore hari ini masih mengumpulkan infaq dari pengendara, dengan poster seadanya. Semogalah bantuan para bapak, ibu,adik-adik remaja dapat menjadikan Amal zariah dan dilipat gandakan rizkinya, karna berbagi itu adalah indah dan juga ibadah.” Amin(Dedi Sinaga)

PMI Sumbar Laksanakan Penyemprotan Disinfektan di RT 02/11 Alai Parak Kopi

IMG-20210719-WA0013-1.jpg

Padang . Guna mencegah penyebaran pandemi Covid-19,Palang Merah Indonesia Prov Sumatera Barat mengadakan penyemprotan disinfektan di kawasan RT 02/11 Kel Alai Parak Kopi Kec Padang Utara Kota Padang.

Ketua Umum Palang Merah Indonesia Sumbar Aristo Munandar yang di hubungi via telp cellularnya mengatakan bahwa penyemprotan ini terlaksana atas permintaan dari Sendro Handrian Ketua RT 02/11 Kel Alai Parak Kopi.”Ketua RT memasukan surat ke PMI Kota Padang agar wilayahnya di semprot dengan cairan disinfektan”ujar Aristo.

Atas dasar surat tersebut kita langsung meresponnya dengan mengadakan penyemprotan pada hari ini Senin,19 Juli 2021.”ujar mantan Bupati Agam dua periode ini.

Sementara itu Ketua RT 02/11 Kel Alai Parak Kopi Sendro Handrian membenarkan bahwa diri sudah berkirim surat ke PMI Kota Padang agar daerahnya di semprot dengan disinfektan.”Melihat situasi dan kondisi terkini,yang mana Kota Padang sudah kembali ke zona merah,maka saya selaku Ketua RT merasa bertanggung jawab untuk melindungi warga saya dari penyebaran Covid-19″ujar Sendro.

Di samping penyemprotan,Sendro juga aktif memberikan sosialisasi kepada warganya agar selalu mentaati protokol kesehatan agar terhindar dari penyebaran virus mematikan tersebut.”Untuk setiap kegiatan yang dilaksanakan,kita selalu berkoordinasi dengan pihak kelurahan”imbuh Sendro yang di dampingi oleh Kasie Trantib Kelurahan Alai Parak Kopi Kirmanur E.Yendra.

Kasie Trantib Kelurahan Alai Parak Kopi Kirmanur E Yendra mengatakan sangat mengapresiasi kegiatan yang di laksanakan oleh Ketua RT 02 ini.”Saya selaku aparat Kelurahan sangat mengapresiasi apa yang yang di laksanakan oleh RT 02 pada hari ini”ujar Kirmanur.Mudah-mudahan kegiatan ini bisa menjadi contoh bagi RT-RW lain untuk melindungi warganya dari penyebaran Covid-19,lanjutnya.

Kegiatan penyemprotan disinfektan ini juga melibatkan mahasiswa Unand dan UNP yang sedang melakukan Kuliah Kerja Nyata di wilayah Kelurahan Alai Parak Kopi. MM

scroll to top