Abaikan Instruksi Kepala BGN, SPPG Laikang Cikoang2 Tidak Menggunakan Bahan Baku Lokal

IMG-20260527-WA0012-1.jpg

Takalar.Benuanews.com
Pelaksanaan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di daerah Takalar, tepatnya di Desa cikoang mulai menuai sorotan tajam. Pasalnya, pengelola Dapur Satuan MBG di wilayah tersebut dinilai enggan menyerap bahan baku pangan dari petani dan peternak lokal.

Kondisi ini berbanding terbalik dengan instruksi tegas Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang mewajibkan pemanfaatan potensi daerah demi menggerakkan ekonomi arus bawah.
Padahal, Kepala BGN secara eksplisit telah menekankan bahwa rantai pasok (supply chain) program MBG harus mengutamakan komoditas lokal, mulai dari beras, sayur-mayur, hingga sumber protein seperti telur dan daging ayam. Langkah penolakan dari pihak pengelola dapur ini dinilai mencederai esensi program yang seharusnya menjadi stimulus ekonomi bagi masyarakat setempat.

Menurut salah seorang toko masyarakatnya yang tidak mau di sebutkan namanya bahwa para petani ataupun perternak Lokal sudah siap memenuhi standar kualitas dan kuantitas yang dibutuhkan oleh dapur MBG. Namun, pihak pengelola dapur justru memilih mendatangkan bahan baku dari luar daerah dengan alasan yang Harga tinggi.

Hal seperti ini sudah bertentangan dengan arahan langsung kepala BGN, maka rekomendasi penutupan dapur Laikang cikoang 2 itu sah – sah saja karna sudah tidak sesuai dengan petunjuk Teknis.

scroll to top