Polsek Candipuro Amankan Haul Masayikh ke-33 Ponpes Wahyu Hidayatul Islam, 500 Jamaah Hadir

IMG-20260531-WA0222-scaled.jpg

Lumajang,Benua News.com – Suasana khidmat dan penuh kekeluargaan menyelimuti Pondok Pesantren Wahyu Hidayatul Islam di Desa Kloposawit, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, saat digelarnya Pengajian Umum dalam rangka Haul Masayikh ke-33 Almarhum KH. Yunus Adnan, Sabtu (30/5/2026) malam.

Kegiatan yang menjadi agenda rutin tahunan pondok pesantren tersebut dihadiri sekitar 500 jamaah yang terdiri dari santri, alumni, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga dari berbagai wilayah di Kecamatan Candipuro dan sekitarnya.

Untuk memastikan kegiatan berlangsung aman dan lancar, jajaran Polsek Candipuro melaksanakan pengamanan dan pemantauan selama rangkaian acara berlangsung hingga selesai.

Berdasarkan pantauan di lapangan, kegiatan diawali dengan penampilan Hadrah Santri Wahyu Hidayatul Islam yang membawakan lantunan shalawat sebagai pembuka acara.

Suara rebana yang menggema di area pondok pesantren menambah suasana religius yang menyelimuti peringatan haul pendiri pesantren tersebut.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, serta shalawat Nabi Muhammad SAW yang diiringi kelompok hadrah pondok pesantren.

Hadir dalam kegiatan tersebut di antaranya Pengasuh Ponpes Wahyu Hidayatul Islam KH. Guntur Imam Hidayat, Ketua Panitia Ustaz Mistar Abdi, KH. Fikri Faruq dari Jember, Ketua Asmak Ustaz Ainul Majid Sodikin, Marjoko B.Sc, anggota Banser, para alumni, santri, serta ratusan jamaah pengajian.

Dalam sambutannya, KH. Guntur Imam Hidayat menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan haul masayikh tersebut.

Ia mengungkapkan bahwa perkembangan Pondok Pesantren Wahyu Hidayatul Islam terus mengalami kemajuan dari tahun ke tahun berkat dukungan masyarakat, alumni, wali santri, dan seluruh elemen yang selama ini ikut menjaga eksistensi pesantren.

KH. Guntur juga berpesan kepada para santri dan alumni agar senantiasa menjaga kekompakan, mengamalkan ilmu yang telah diperoleh selama menimba ilmu di pesantren, serta tetap menjaga kewajiban sebagai umat Islam.

“Ilmu yang diperoleh di pesantren harus menjadi bekal dalam kehidupan sehari-hari. Santri dan alumni harus mampu memberikan manfaat bagi masyarakat serta tetap menjaga akhlak dan adab dalam kehidupan bermasyarakat,” pesannya.

Memasuki inti acara, KH. Fikri Faruq menyampaikan tausiyah dan mauidhah hasanah yang berisi keteladanan perjuangan Almarhum KH. Yunus Adnan dalam membangun Pondok Pesantren Wahyu Hidayatul Islam dari awal hingga berkembang seperti saat ini.

Dalam ceramahnya, KH. Fikri Faruq mengajak seluruh jamaah untuk meneladani nilai-nilai perjuangan para ulama, terutama dalam menjaga keikhlasan, kesabaran, dan semangat pengabdian kepada agama serta masyarakat.

Ia menegaskan bahwa haul bukan sekadar mengenang sosok yang telah wafat, tetapi juga menjadi momentum untuk menghidupkan kembali semangat perjuangan dan keteladanan para pendiri pesantren.

“Haul adalah sarana mengingat kembali perjuangan para ulama. Kita tidak hanya mendoakan beliau, tetapi juga melanjutkan nilai-nilai perjuangan yang telah diwariskan kepada generasi penerus,” ujarnya di hadapan jamaah.

KH. Fikri juga mengingatkan pentingnya menjaga tradisi mengaji Al-Qur’an, menghormati guru dan ulama, serta menjaga kerukunan antarwarga sebagai bagian dari ajaran yang diwariskan para masyayikh.

Menurutnya, keberadaan pesantren memiliki peran besar dalam membangun karakter masyarakat yang religius, toleran, dan berakhlak mulia.

Sementara itu, Kapolsek Candipuro AKP Lugito mengatakan bahwa pengamanan dilakukan sebagai bentuk pelayanan Polri kepada masyarakat agar seluruh rangkaian kegiatan keagamaan dapat berlangsung dengan aman dan nyaman.

“Kami menerjunkan personel untuk melakukan pengamanan dan pemantauan selama kegiatan berlangsung. Kehadiran anggota Polri bertujuan memberikan rasa aman kepada seluruh jamaah sehingga dapat mengikuti kegiatan ibadah dan pengajian dengan khusyuk,” ujar AKP Lugito saat dikonfirmasi, Minggu (31/5/2026).

Menurutnya, kegiatan haul yang rutin dilaksanakan setiap tahun tersebut merupakan agenda positif yang mampu mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus menjaga nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat.

“Kami mengapresiasi seluruh panitia, pengurus pondok pesantren, Banser, dan masyarakat yang bersama-sama menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung. Sinergitas yang baik ini menjadi modal penting dalam menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif,” katanya.

AKP Lugito menambahkan bahwa Polsek Candipuro akan terus mendukung berbagai kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat serta memperkuat persatuan dan kerukunan warga.

Dengan berakhirnya rangkaian Haul Masayikh ke-33 KH. Yunus Adnan tersebut, diharapkan nilai-nilai perjuangan, keikhlasan, dan pengabdian yang diwariskan para ulama dapat terus menjadi inspirasi bagi generasi muda dalam membangun masyarakat yang religius, harmonis, dan berakhlak mulia.

Redaksi

Redaksi

Satu Pelurumu Hanya Tembus Satu Kepala Manusia...Tetapi Satu Tulisan Seorang Jurnalis Bisa Tembus Jutaan Manusia (082331149898)

scroll to top