249 Perusahaan Belum Bayar BPJS Jamsostek Kasihan Keluarga Para Karyawan

WhatsApp-Image-2020-11-26-at-7.09.02-PM.jpeg

(Karanganyar-benuanews.com). Hingga Rabu (25/11/2020) sebanyak 249 perusahaan skala besar maupun kecil yang berdimisili wilayah Kabupaten Karanganyar masih belum membayar jaminan sosia bagi para karyawanya. Disinyalir para perusahaan juga memanipulasi data jumlah karyawan yang diperkerjakan. Total tunggakan BP Jasostek dari Perusahaan mencapai sekitar Rp. 6 milyar rupiah.

“Betul sekitar 249 perusahaan belum membayar jaminan sosial sosial bagi para karyawanya”, kata Gunadi Heri Urando Kepala BP Jamsostek Kabupaten Karanganyar ketika dihubungi oleh benuanews pada Rabu (25/11/2020) di kantornya. “Misalnya jumlah karyawan sebanyak 500 orang tapi yang dilaporkanhanya ke BP Jamsostek hanya sekitar 400 orang saja”, lanjutnya.

Gunadi sudah mempersiapkan instrument untuk menangani perusahaan yang nakal terutama tidak tertib dalam membayar jamsostek. Apabila perusahaan tetap tidak memberikan jaminan sosial maka yang menjadi korban adalah keluarga buruh . “Kasihan para buruh atau ahli warisnya dalam mengurus biaya kesehatan atau jaminan kematian, karena perusahaan dimana mereka bekerja belum memberikan kepastian tentang jaminan sosialnya”, pungkas Gunasi.

Secara terpisah, Sutarman salah satu buruh diperusahaan garmen menyatakan bahwa banyak para buruh tidak mendapatkan jaminan sosial. “Mereka yang memiliki kedudukan yang diberi BPJS, untuk kelas buruh dengan masa kerja 5 bulan hingga 1 tahun belum didaftarkan pada BPJS”, katanya kepada benuanews Kamis(26/11/2020). Berdasarkan pantauan benuanews Jateng kepada beberapa perusahaan, mendapatkan data kebenaran bahwa banyak para buruh perusahaan tidak mendapatkan jaminan sosial.

Diantara para buruh sudah menghubungi Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Karanganyar untuk mengusulkan hak-haknya tetapi belum mendapatkan keterangan yang jelas. “Dulu kami sudah usul ke Disnaker, tapi kawan kami justru diberhentikan dari perusahaan dengan dalih perusahaan sedang pailit di masa pendemi”, kata Wahyuni. “Kami juga sudah berkoordinasi dengan Serikat Pekerja Karanganyar, tapi orangnya ya ndak muncul lagi, jadi kami malas”, pungkasnya.

(Kontributor:barry)

scroll to top