LUMAJANG,BenuaNews.com — Lapangan Desa Kalidilem, Kecamatan Randuagung, Kabupaten Lumajang, Jumat (11/9/2026) sore dipadati ratusan warga. Mereka hadir untuk mengikuti kegiatan istighosah akbar bertema “Sejatine Uripe” yang dimeriahkan dengan pemotongan tumpeng raksasa setinggi 6 meter.
Tumpeng raksasa itu dibuat dari sekitar 6 kuintal beras hasil swadaya warga. Besarnya ukuran tumpeng menjadi pusat perhatian sekaligus simbol rasa syukur masyarakat Randuagung atas segala nikmat yang diberikan.
Acara yang dimulai pukul 15.00 WIB ini dihadiri jajaran Kecamatan Randuagung, Forkopimcam, panitia pelaksana, tokoh masyarakat, serta warga dari berbagai desa. Kemeriahan semakin terasa dengan penampilan seni Reog yang mengiringi jalannya kegiatan.
Prosesi diawali dengan pemotongan pita oleh Camat Randuagung, Mawi Mujayanti, sebagai tanda dibukanya rangkaian acara syukuran.
Dalam sambutannya, Mawi menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah wujud nyata kebersamaan antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat.
“Alhamdulillah, masyarakat sangat antusias. Tumpeng raksasa ini adalah wujud syukur kita bersama. Sekaligus menjadi momentum untuk berkumpul, bersilaturahmi, dan mempererat kerukunan,” ujarnya.
Ia menambahkan, pembuatan tumpeng sebesar ini tidak lepas dari semangat gotong royong warga.
“Ini bukan hanya soal besarnya tumpeng. Tapi bagaimana kita melihat semangat kebersamaan masyarakat Randuagung yang luar biasa. Semua punya peran untuk menyukseskannya,” katanya.
Istighosah “Sejatine Uripe” digelar sebagai bentuk doa bersama. Mawi berharap melalui kegiatan ini masyarakat Randuagung senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan, ketenteraman, dan keberkahan.
“Mari kita bersama-sama memohon agar Lumajang khususnya Randuagung selalu dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa,” pungkasnya.
Kegiatan ditutup dengan pembagian tumpeng kepada warga yang hadir. Suasana haru dan bahagia mewarnai akhir acara sebagai penanda eratnya kebersamaan masyarakat Kalidilem.
