LUWU UTARA-Benuanews.com-Muhammad Zainul Abidin menjadi santri pertama dari Pondok Pesantren Miftahul Khoir Masamba yang berhasil menembus jajaran elit tingkat kabupaten sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Luwu Utara
Prestasi membanggakan ini tentunya menjadi kebanggaan tersendiri bagi Ponpes Miftahul Khoir karena untuk pertama kalinya sepanjang pesantren berdiri, ada santrinya yang tembus sebagai anggota Paskibraka tingkat Kabupaten Luwu Utara.
Siswa Madrasah Aliyah (MA) Ponpes Miftahul Khoir Masamba ini telah resmi dikukuhkan sebagai Anggota Paskibraka oleh Bupati Andi Rahim dalam sebuah prosesi pengukuhan yang berlangsung khidmat di Aula Hotel Remaja, Sabtu (15/8/2026) malam.
Zainul akhirnya mendapatkan kehormatan untuk bertugas pada Upacara Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) di Lapangan Taman Siswa (Tamsis) Masamba, pada Senin 17 Agustus 2026 mendatang saat HUT ke-81 RI dihelat.
Capaian ini menjadi momen bersejarah bagi institusi pendidikan tersebut. Zainul tercatat sebagai santri pertama dari Ponpes Miftahul Khoir yang menembus jajaran Paskibraka Luwu Utara sejak pondok pesantren ini berdiri pada tahun 2016 lalu.
Keberhasilan Zainul tentu tidak lepas dari dukungan penuh keluarga tercinta. Ia merupakan buah hati dari pasangan Muhammad Kasim, S.H., dan Nurul Isra Sinilele, S.Fil.I., M.Ag., yang turut serta mendampingi sang anak dalam prosesi pengukuhan Paskibraka.
Pimpinan Ponpes Miftahul Khoir, Drs. H. Muhammad Idris, AN., menyampaikan rasa bangga dan apresiasi yang mendalam atas capaian bersejarah yang diraih anak didiknya itu. Menurutnya, prestasi ini membuktikan bahwa santri pesantren tak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga memiliki kapasitas dan daya saing tinggi di bidang kenegaraan dan nasionalisme.
“Kami bersyukur dan bangga atas pencapaian Ananda Zainul Abidin. Ini adalah sejarah baru bagi kami, di mana untuk pertama kalinya santri kami dipercaya untuk mengemban amanah dan tugas mulia sebagai Paskibraka tingkat kabupaten,” tutur Idris.
Ia berharap, apa yang telah dicapai Zainul Abidin ini bisa menjadi motivasi dan inspirasi bagi santri lainnya di Ponpes Miftahul Khoir untuk bisa juga mengikuti jejaknya. “Semoga prestasi ini menjadi inspirasi bagi santri lainnya untuk mengharumkan nama pesantren,” harapnya.
Pengukuhan ini sekaligus menjadi bukti nyata bahwa integrasi pendidikan karakter di pesantren mampu melahirkan generasi muda yang disiplin, tangguh, berwawasan luas, serta memiliki jiwa patriotisme yang tinggi bagi kemajuan daerah dan bangsa. (LHr#)