Palembang.(Benuanews.com)-Panglima Kodam II/Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis, M.D.A., memimpin Rapat Evaluasi Komando yang diikuti oleh seluruh Komandan Satuan Jajaran (Dansatjar) Kodam II/Swj secara tatap muka dan Virtual conference (Vicon), bertempat di Ruang Puskodalopsdam II/Swj, Jln. Jenderal Sudirman KM. 3,5, Palembang, Sumsel, Rabu (12/08/2026)._
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh sejumlah pejabat utama Kodam II/Swj seperti Irdam II/Swj, Danrem 044/Gapo, Asrendam II/Swj, para Asisten Kasdam II/Swj, para Kabalakdam, serta sejumlah Danyon dan Dandim. Sementara itu, Danrem 045/Gaya, para Dandim luar daerah, Danyon jajaran, hingga Danyon 200/BN yang tengah bertugas mengikuti pengarahan secara virtual.
Dalam pengarahannya, Pangdam II/Swj secara tegas menyoroti kualitas pelanggaran prajurit yang dinilai memprihatinkan, meskipun secara kuantitas mengalami penurunan. Pangdam memberikan atensi khusus terkait maraknya insiden kecelakaan lalu lintas, kasus bunuh diri, THTP (Tidak Hadir Tanpa Ijin),
hingga bahaya judi online (judol) dan pinjaman online (pinjol). Lebih lanjut, Mayjen TNI Ujang Darwis memerintahkan jajaran terkait untuk mengusut tuntas kecelakaan yang melibatkan prajurit Yonarmed 15 dan menindak tegas oknum yang merugikan satuan.
Pangdam meminta para Dansat meningkatkan kepedulian serta memperketat pengawasan terhadap personel yang memegang keuangan satuan seperti Bamin, Bamak, dan Juru Bayar agar terhindar dari penyalahgunaan anggaran.
Menjelang peringatan HUT Proklamasi Kemerdekaan RI, Pangdam menginstruksikan para pejabat Intelijen dan Babinsa untuk terus memantau situasi wilayah guna mengantisipasi dinamika narasional yang berkembang. Terkait kegiatan perayaan 17-an di daerah,
satuan jajaran diimbau untuk mengutamakan keselamatan dan menerapkan manajemen risiko secara matang agar tidak menimbulkan kerugian personel. Di bidang operasi dan fisik, Pangdam menegaskan bahwa penugasan operasi adalah sebuah kehormatan sehingga tidak ada alasan bagi prajurit untuk menghindar.
Selain itu, pimpinan menekankan pentingnya peningkatan kemampuan fisik dan kesiapan satuan guna menghadapi berbagai perlombaan Binsat tingkat Angkatan Darat mendatang.
Mengakhiri pengarahannya, Pangdam II/Swj menekankan transparansi dan kesiapan dalam bidang kesiapan personel (Pers), mulai dari pembinaan rekrutmen hingga seleksi pendidikan pembentukan (Diktuk) seperti Secapa dan Secaba.
Pangdam menegaskan bahwa pendaftaran TNI tidak dipungut biaya (gratis) dan memerintahkan para komandan satuan untuk aktif membina prajurit serta keluarganya yang ingin mengikuti seleksi sejak dini melalui uji kesehatan dan latihan fisik.
Terkait kegiatan Training Center (TC) atlet prajurit, Pangdam melarang keterlibatan lintas provinsi dan mengarahkan agar pembinaan difokuskan pada Pengda setempat guna menjaga kedisiplinan dan kesiapan latihan di satuan masing-masing.(wahyudi)