*Luwu Utara Gerak Cepat, Terima Bantuan 10 Unit Mesin Pompa dari Pemprov Sulsel untuk Mitigasi Kekeringan Dampak El Nino*

IMG-20260828-WA0029.jpg

LUWU UTARA-Benuanews.com-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel) melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (Dis-TPH-Bun) langsung bergerak cepat untuk memperkuat ketahanan pangan daerah, dengan memberikan 10 unit mesin pompa air kepada Kabupaten Luwu Utara.

Bantuan 10 unit mesin pompa air ini diberikan dalam rangka untuk mengantisipasi dan memitigasi dampak kekeringan akibat fenomena El Nino.

Bantuan strategis ini disalurkan berdasarkan hasil koordinasi lintas sektor antara Dis-TPH-Bun Sulsel, Dinas Pertanian Luwu Utara, serta Koordinator Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Provinsi Sulsel wilayah Luwu Utara.

Hal ini diungkap langsung oleh Koordinator POPT Sulsel wilayah Luwu Utara, Sarialam MD, usai rapat bersama Pj. El Nino Sulsel Wilayah Luwu Utara dan Luwu Timur, Muhlis, beserta jajaran Dinas Pertanian Luwu Utara, serta Katimker/CWS Luwu Utara.

Sarialam menjelaskan bahwa penyaluran bantuan ini dilakukan secara terukur melalui pemetaan lapangan yang matang bersama para POPT Kecamatan dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL).

“Kita melakukan pemetaan wilayah berdasarkan informasi dan data dari teman-teman POPT di kecamatan bersama para PPL di wilayah binaan masing-masing,” ungkap Sarialam.

“Jika di lahan sawah ada yang terkena kekeringan, dan erdapat ada sumur dangkal atau dekat dari sumber air seperti sungai, maka kita akan berikan intervensi mesin pompa,” tambahnya.

Ia menjelaskan bahwa pemanfaatan 10 unit mesin pompa bantuan Pemprov Sulsel di Luwu Utara ini dilakukan berdasarkan sistem brigade atau dipusatkan di Dinas Pertanian. Hal ini dilakukan untuk memudahkan mobilisasi ke kelompok tani (poktan) yang terdampak.

Alumnus Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Andi Djemma (Unanda) Palopo ini mengatakan bahwa pemanfaatan mesin pompa sifatnya pinjam pakai.

Mengingat jumlah yang terbatas, maka mesin pompa ini diberlakukan dengan sistem pinjam pakai bagi petani yang membutuhkan.

“Bantuan mesin pompa ini kita fokuskan ke sawah reguler untuk menyelamatkan lahan sawah yang mengalami kekeringan,” ungkapnya.

“Sementara lahan cetak sawah reguler (CSR) di beberapa kecamatan yang turut terdampak, penanganannya diarahkan menggunakan fasilitas mesin pompa milik Brigade Pangan di tingkat kabupaten,” sambung Penyidik PNS Dis-TPH-Bun Sulsel ini.

Sebagai langkah antisipasi jangka panjang menghadapi Dampak Perubahan Iklim (DPI), POPT dan Dinas Pertanian terus berkoordinasi secara intensif dengan Pemprov Sulsel.

Sarialam menambahkan bahwa pihaknya telah mengusulkan penambahan jumlah kuota mesin pompa serta pengkajian teknis untuk pembangunan sumur dangkal baru di berbagai titik rawan kekeringan di Luwu Utara.

Langkah antisipatif ini juga diharapkan mampu melindungi produktivitas pertanian serta menjaga kesejahteraan para petani lokal dari ancaman gagal panen.

Sebagai informasi, mesin pompa ini sementara digunakan oleh petani sawah yang ada di wilayah Kecamatan Sabbang, Baebunta, Malangke, Malangke Barat, dan Sukamaju Selatan. (LHr#)

scroll to top