Benuanews, Padang 28/8/2026 – Kelurahan Balai Gadang kini memiliki wajah baru di ruang digital. Melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN), mahasiswa Universitas Islam Sumatera Barat (UISB) menghadirkan LOCUS (Location Observation for Community Utility Survey), yaitu Pemetaan Administrasi terhadap Lokasi Strategis, sebuah inovasi berbasis website yang dirancang untuk memudahkan masyarakat dan wisatawan menemukan berbagai lokasi strategis di Kelurahan Balai Gadang https://balai-gadang.vercel.app/.
LOCUS hadir dengan gagasan sederhana namun strategis: membuat berbagai potensi dan lokasi penting di Balai Gadang lebih mudah ditemukan, diakses, dan dieksplorasi melalui teknologi digital. Melalui platform tersebut, pengguna dapat memperoleh informasi mengenai berbagai tempat wisata, fasilitas umum, dan lokasi strategis yang terdapat di wilayah Kelurahan Balai Gadang. Inovasi ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN UISB dalam menjawab kebutuhan masyarakat di era digital sekaligus mendukung upaya pengenalan potensi lokal kepada khalayak yang lebih luas.
Berbagai potensi yang dimiliki sebuah wilayah sering kali menghadapi persoalan yang sederhana, yaitu tidak semua orang mengetahui di mana lokasinya dan bagaimana cara menemukannya. Persoalan tersebut menjadi salah satu alasan mahasiswa KKN UISB mengembangkan LOCUS. Dengan memanfaatkan teknologi pemetaan digital, mahasiswa berupaya mengintegrasikan berbagai lokasi strategis dalam satu platform yang dapat diakses melalui website. Bagi wisatawan, LOCUS dapat menjadi panduan awal untuk menemukan lokasi yang ingin dikunjungi. Sementara bagi masyarakat, platform ini dapat menjadi media untuk memperkenalkan berbagai potensi yang terdapat di lingkungan mereka.

Kehadiran LOCUS mendapat apresiasi dari Pemerintah Kelurahan Balai Gadang. Inovasi yang dikembangkan mahasiswa dinilai memiliki nilai strategis karena dapat membantu memperkenalkan potensi wilayah sekaligus mempermudah masyarakat memperoleh informasi mengenai lokasi strategis.
Kepala Lurah balai Gadang Yufrizal Maas, S.H menyampaikan bahwa “Kami sangat mengapresiasi inovasi yang dilakukan mahasiswa KKN UISB. LOCUS memberikan cara baru bagi masyarakat untuk mengenal wilayah Balai Gadang. Kami berharap program ini tidak berhenti ketika KKN selesai, tetapi dapat terus dikembangkan dan dimanfaatkan untuk mendukung pengenalan potensi kelurahan,”
Menurutnya, perkembangan teknologi memberikan peluang bagi kelurahan untuk memperkenalkan berbagai potensi yang dimiliki secara lebih luas. “Kami berharap masyarakat juga dapat ikut menjaga dan memperbarui informasi yang ada sehingga LOCUS benar-benar menjadi media informasi yang bermanfaat bagi masyarakat maupun wisatawan,” lanjutnya.
Dari lingkungan perguruan tinggi, inovasi LOCUS juga mencerminkan semangat UISB dalam mendorong mahasiswa agar mampu mengimplementasikan ilmu pengetahuan untuk menjawab persoalan nyata di tengah masyarakat.
Rektor UISB Ir. Yosritzal, S.T., M.T., Ph.D. menilai bahwa kegiatan KKN harus menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menghadirkan solusi yang memiliki manfaat berkelanjutan. “KKN bukan hanya tentang kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat, tetapi bagaimana mahasiswa mampu membaca kebutuhan masyarakat dan menghadirkan solusi yang dapat memberikan manfaat. LOCUS merupakan contoh bahwa teknologi dan pengetahuan yang dimiliki mahasiswa dapat diterapkan secara nyata untuk membantu masyarakat dan memperkenalkan potensi daerah,” ujar Rektor UISB.
Ia menambahkan bahwa inovasi semacam LOCUS sejalan dengan semangat perguruan tinggi dalam mendorong mahasiswa agar tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menjadi pencipta solusi berbasis teknologi. “Kami berharap inovasi ini dapat terus dikembangkan. Apa yang dimulai oleh mahasiswa melalui program KKN diharapkan dapat menjadi bagian dari ekosistem digitalisasi masyarakat yang lebih luas,” tambahnya.
Bagi mahasiswa KKN UISB, LOCUS bukan sekadar proyek teknologi. Program ini lahir dari proses melihat, memetakan, dan memahami kebutuhan wilayah. Mahasiswa kemudian menerjemahkan kebutuhan tersebut menjadi sebuah solusi digital yang dapat digunakan oleh masyarakat. “Kami ingin KKN tidak hanya meninggalkan kegiatan, tetapi juga meninggalkan inovasi yang dapat terus dimanfaatkan masyarakat. LOCUS kami hadirkan agar Balai Gadang semakin mudah dikenal dan dijelajahi,” ungkap tim mahasiswa KKN UISB.
Melalui LOCUS, mahasiswa ingin menunjukkan bahwa transformasi digital dapat dimulai dari persoalan sederhana yang ditemukan di lingkungan masyarakat. Sebuah lokasi yang sebelumnya sulit ditemukan dapat menjadi titik yang mudah diakses hanya dengan beberapa klik.

LOCUS berpotensi menjadi lebih dari sekadar peta digital. Platform tersebut dapat dikembangkan menjadi gerbang informasi digital Kelurahan Balai Gadang. Ke depan, LOCUS dapat dikembangkan dengan berbagai informasi tambahan, seperti profil destinasi, sejarah lokasi, UMKM, kuliner, kegiatan masyarakat, agenda kelurahan, hingga berbagai potensi ekonomi lokal lainnya. Dengan pengembangan tersebut, pengguna tidak hanya dapat mengetahui di mana suatu lokasi berada, tetapi juga memperoleh gambaran mengenai apa yang tersedia di lokasi tersebut dan mengapa lokasi tersebut menarik untuk dikunjungi.
Di tengah perkembangan teknologi digital, keberadaan informasi yang mudah diakses menjadi bagian penting dalam memperkenalkan sebuah wilayah. LOCUS hadir sebagai langkah awal untuk membawa potensi Kelurahan Balai Gadang ke ruang digital. Satu platform. Banyak lokasi. Satu tujuan: membuat Balai Gadang lebih mudah ditemukan, lebih mudah dijelajahi, dan lebih dikenal. Kehadiran LOCUS diharapkan menjadi awal dari kolaborasi antara mahasiswa, perguruan tinggi, pemerintah kelurahan, dan masyarakat dalam membangun ekosistem informasi digital yang berkelanjutan. Karena pada akhirnya, potensi lokal tidak cukup hanya dimiliki saja, potensinya harus diperkenalkan, dipetakan, dan diberi ruang untuk ditemukan.