Lawan Inflasi, Pekarangan DP3AP2KB Kota Payakumbuh Ditanami Cabe

IMG-20230224-WA0015.jpg

Payakumbuh, -Benuanews.com Melakukan penanaman cabe dalam polybag menjadi salahsatu gerakan yang akan efektif tekan inflasi, meski hasilnya tidak begitu signifikan, tapi dengan masyarakat menanam cabe di pekarangannya bisa menekan harga di tingkat konsumen.

Kebutuhan cabe di tanah air terlalu tinggi, meliputi kebutuhan rumah tangga dan korporasi, serta membutuhkan keahlian khusus agar bertahan di tengah musim hujan.

Di Kota Payakumbuh, Penjabat Wali Kota Payakumbuh Rida Ananda menginstruksikan jajaran dinas dan perangkat kelurahan untuk bergeliat aktif memanfaatkan pekarangan kantor-kantor dinas dengan menanam tanaman cabe, selain hasilnya bermanfaat bagi pegawai di kantor untuk mengurangi biaya pengeluaran, gerakan ASN ini juga dapat menjadi contoh bagi masyarakat.

Salah satunya bisa dilihat, bagaimana Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Payakumbuh AH Agustion dan jajaran melakukan penanaman cabe dalam polybag di pekarangan kantor dinasnya.

“Sudah beberapa bulan ini kita laksanakan, hasilnya cukup baik, nanti akan kita tambah lagi jumlahnya,” kata Agustion kepada media, Kamis (23/2).

AH. Agustion memaparkan upaya gerakan menanam cabe ini adalah upaya untuk jangka panjang yang diharapkan seluruh masyarakat bisa mandiri menanam cabe baik di polybag atau di lahan yang tersedia di pekarangan rumah masing-masing.

“Kita sama-sama tahu cabe adalah bahan pokok yang penting dan diminati bagi siapa saja. Apabila terjadi berbagai persoalan yang memicu kenaikan harganya tentu menyebabkan terjadinya inflasi. Maka itu, salah satu langkah dan upaya yang mesti kita lakukan adalah melalui gerakan menanam cabe ini. Masyarakat bisa menanam secara mandiri dan menikmati hasil panennya,” jelasnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengajak masyarakat memanfaatkan lahan pekarangan rumah untuk menanam cabai hingga kelapa dalam menghadapi krisis pangan global.

Menurut Jokowi, pemanfaatan pekarangan itu perlu dilakukan untuk memperkuat sektor pertanian saat menghadapi krisis pangan global. Selain itu juga untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat dengan mengoptimalkan lahan pekarangan.

“Kita ingin lahan-lahan yang tidak produktif itu diproduktifkan. Urusan cabe, urusan ini harusnya rumah tangga rumah tangga bisa nanam itu. Di polybag atau di pekarangan sehingga tidak ada yang namanya kita ini kekurangan cabe atau harga cabe naik drastis. Ini yang baru dikerjakan oleh kementerian pertanian,” kata Jokowi di Boyolali, (11/8/2022) lalu. (Julian)

scroll to top