LUWU UTARA-Benuanews.com-Momentum Hari Jadi ke-27 Kabupaten Luwu Utara (Lutra) tahun ini terasa sedikit lebih bermakna dibanding tahun-tahun sebelumnya. Bagaimana tidak, di tengah kemeriahan “selebrasi” perayaan hari jadi Luwu Utara, pemerintah daerah memberikan pemandangan yang justru menyejukkan masyarakat Luwu Utara, terkhusus Latifatul Isyaroh.
Nama ini sedikit menyita perhatian. Mengingat namanya beberapa hari terakhir banyak disebut di media sosial. Bahkan nama Latifatul acapkali mengisi acara kegiatan pemda sebagai pelantun ayat-ayat suci Al Qur’an. Yang terbaru, ia mengisi acara sebagai pembaca ayat suci Al Qur’an pada momentum epic nan historis Hari Jadi ke-27 Luwu Utara.
Pemda Kabupaten Luwu Utara tidak hanya memberikan panggung kepada Latifatul Isyaroh, tetapi juga memberikan apresiasi istimewa kepadanya, berupa bonus atau hadiah atas prestasinya pada ajang MTQ Provinsi Sulsel belum lama ini di Kabupaten Maros. Dirinya ditahbiskan sebagai qari’ah terbaik di Cabang Lomba Qira’at Murattal Dewasa Putri.
Langkah pemda memberikan bonus kepada Latifatul bukan sekadar bagi-bagi hadiah saja, tetapi lebih dari itu, sebagai bentuk pengakuan pemda atas capaian fenomenal Latifatul di ajang MTQ. Tak bisa dimungkiri bahwa prestasi bidang keagamaan acapkali luput dari sorotan kamera bila dibanding dengan prestasi bidang olahraga atau hiburan.
Namun, keputusan Bupati memberikan apresiasi pada momentum HUT Luwu Utara dinilai sangat tepat karena menunjukkan pembangunan karakter berbasis Al Qur’an memiliki posisi tawar yang setara dalam pembangunan daerah. Apresiasi terhadap Latifa adalah bukti nyata bahwa pemda tidak “tutup mata” terhadap para duta Al Qur’an yang telah mendedikasikan waktunya untuk mengharumkan nama daerah melalui syiar Islam.
Pemberian bonus kepada Latifatul Isyaroh dan kawan-kawan lainnya yang mendapatkan prestasi MTQ menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah daerah sangat menghargai semangat dan perjuangan para duta Al Qur’an terbaiknya. Ini juga sekaligus memberikan pesan kepada kita semua bahwa menjadi religius dan berprestasi di Luwu Utara itu sangat dihargai. Ini merupakan langkah krusial dalam membangun karakter daerah yang religius.
Saat ini, kita hidup di era di mana distraksi digital begitu masif. Memotivasi generasi muda untuk mencintai baca-tulis Al Qur’an bukanlah perkara mudah. Dengan adanya pemberian “reward” kepada mereka yang berprestasi, secara tidak langsung pemerintah daerah sedang membangun ekosistem kompetisi yang sehat dan bermartabat yang sangat mengedepankan semangat untuk saling menghargai proses pencapaian seseorang.
Teruslah belajar, teruslah mengasah kemampuan baca tulis Al Qur’an, karena daerah bangga dan akan hadir memberimu apresiasi. Jadikan prestasi Latifatul Isyaroh sebagai pemicu semangat bagi qari dan qariah muda lainnya di pelosok Bumi La Maranginang, Kabupaten Luwu Utara. Kita tentu berharap perhatian ini tidak berhenti pada pemberian bonus saja. Momentum Hari Jadi ini harus menjadi titik tolak penguatan program pembinaan Al Qur’an dari hulu ke hilir.
Keberhasilan Latifatul dkk adalah kebanggaan kolektif, bukan hanya kebanggaan personal semata. Langkah Pemda Luwu Utara memberikan bonus adalah langkah yang sangat tepat untuk menjaga nyala api semangat literasi Al Qur’an di Bumi La Maranginang agar tidak padam. Semoga di usia ke-27, Luwu Utara tidak hanya maju secara infrastruktur, tetapi juga makin bercahaya dengan akhlak dan syiar Al-Qur’an yang terus membumi dari waktu ke waktu. (LHr#)
Berikut daftar Juara MTQ penerima bonus dari Pemda Luwu Utara:
1. Juara I Qira’at Murattal Dewasa Putri : Latifatul Isyaroh
2. Juara 3 Khat Dekorasi Putra : Wandi
3. Harapan 1 Khat Kontemporer Putra : Arief Mustadir
4. Harapan 1 Khat Digital Putra : Ramadhan
5. Harapan 2 Tilawah Tuna Netra Putri : Warniah
6. Harapan 2 Khat Digital Putri : Nur Aini
7. Harapan 3 Khat Naskah : Siti Aminah
8. Harapan 3 Hifzil 30 Juz : Andi Muhammad Syukur
Kontributor Lutra: Lukman Hamarong
