JAMBI (Benuanews.com) — Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Swadaya Masyarakat Ikatan Pemuda Bersatu (DPP LSM-IPB) turun melakukan fungsi kontrol sosial dengan menyambangi sejumlah tempat hiburan malam di Kota Jambi.
Kegiatan tersebut dikemas dalam agenda silaturahmi, audiensi, sekaligus koordinasi dengan pengelola tempat usaha. Langkah ini dilakukan untuk membangun komunikasi langsung serta menggali informasi terkait aktivitas operasional, keamanan, ketertiban, dan kondisi sosial di lingkungan sekitar.
Berdasarkan informasi yang diterima redaksi, sejumlah tempat hiburan yang menjadi bagian dari agenda tersebut di antaranya Regent, Hellen, VIP, serta beberapa lokasi hiburan lainnya.
Dalam pertemuan tersebut, jajaran DPP LSM-IPB berdialog dengan pihak pengelola maupun perwakilan yang ditemui. Pembahasan diarahkan pada berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat, termasuk pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban selama kegiatan usaha berlangsung.
Ketua Umum DPP LSM-IPB Moch Teddy Sarmidi bersama jajaran menegaskan, fungsi kontrol sosial yang dijalankan organisasi tidak semata-mata mencari kesalahan, melainkan mendorong keterbukaan informasi dan komunikasi antara masyarakat, pelaku usaha, serta pihak-pihak terkait.
“Kontrol sosial harus dilakukan secara objektif dan komunikatif. Kami ingin mendapatkan informasi secara langsung dari pihak yang berkepentingan, sehingga setiap persoalan tidak berkembang menjadi asumsi tanpa klarifikasi,” demikian sikap organisasi dalam kegiatan tersebut.
DPP LSM-IPB menyatakan, apabila dalam proses komunikasi ditemukan persoalan yang membutuhkan penanganan lebih lanjut, pihaknya akan menyampaikan aspirasi maupun rekomendasi kepada instansi yang memiliki kewenangan.
Organisasi juga berharap para pengelola tempat hiburan dapat terbuka dalam memberikan informasi, khususnya menyangkut aspek keamanan, ketertiban, serta kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku.
Bagi DPP LSM-IPB, komunikasi langsung dinilai penting agar informasi yang beredar di tengah masyarakat dapat diuji dan diklarifikasi secara proporsional sebelum menjadi polemik.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya LSM-IPB menjalankan fungsi kontrol sosial dengan mengedepankan dialog, objektivitas, dan kepentingan masyarakat.
(Red)
