Jalan Menuju Situs Sejarah “PADASAN” Desa Boreng Butuh Dipaving dan Jembatan

20260910_165158.jpg

LUMAJANG, BenuaNews.com — Langkah nyata menjaga peninggalan bersejarah segera dilakukan di Desa Boreng, Kecamatan Lumajang, Kabupaten Lumajang. Jalan menuju situs cagar budaya Padasan dipastikan akan diperbaiki sekaligus dibangun pagar pengaman, guna melindungi batu peninggalan kuno tersebut dari hal-hal yang tidak diinginkan.

Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Desa Boreng, Zaenal Syaifudin, saat dikonfirmasi melalui telepon, Kamis (10/9/2026.

“Jalan itu akan segera dipaving dan dibangun pagar agar lebih aman, supaya batu Padasan tidak ada yang mencurinya. Pelaksanaannya tinggal tunggu hibah dari pemilik tanah,” ungkap Zaenal.

Sementara itu, pemilik tanah yang melepaskan lahannya untuk pembangunan jalan, Bapak Wari, membenarkan bahwa kesepakatan telah terjalin dengan baik.

“Sudah dirembug bersama Kepala Desa dan Kasun setempat, dan sudah sepakat,” tegasnya.

Desa Boreng menyimpan sejarah panjang yang diwariskan turun-temurun. Berdasarkan penuturan sesepuh desa, Bapak Subakir, nama Boreng diyakini berasal dari istilah Jawa Kuno “Bhoro Ing Welukon”, yang berarti perjalanan menuju kawasan pertanian. Seiring waktu, penyebutan itu berubah menjadi Boreng, sedangkan Welukon dikaitkan dengan wilayah Mblukon di sebelah timur desa.

Konon pada masa kerajaan di Jawa, seorang bangsawan melakukan perjalanan ke wilayah pertanian Lumajang dan tiba di tempat yang belum bernama. Di sana ditemukan Padasan, yaitu tempat penyucian diri umat Hindu-Buddha sebelum melaksanakan kegiatan keagamaan. Dari peristiwa itulah nama Boreng diyakini lahir.

Padasan ini hingga kini masih dihormati dan kerap dikunjungi warga maupun peziarah. Di sekitarnya melekat cerita turun-temurun, termasuk kisah harimau putih dan air yang disebut air penguripan. Secara sejarah, keberadaan Padasan diperkirakan berkaitan erat dengan masa Kerajaan Singasari hingga masa Kerajaan Majapahit.

Dahulu wilayah Lumajang dikenal dengan sebutan Lamajang Tigang Juru, yang membentang dari Gunung Semeru hingga Gunung Gumitir. Pada masa kolonial Belanda, wilayah itu terbagi, dan Kali Genitri menjadi batas alami antara wilayah Lumajang dan Jember.

Kini, pembangunan jalan dan pagar pelindung menjadi langkah penting agar situs bersejarah Desa Boreng tetap terjaga, lestari, dan dapat dikenalkan kepada generasi mendatang.

 

Redaksi

Redaksi

Satu Pelurumu Hanya Tembus Satu Kepala Manusia...Tetapi Satu Tulisan Seorang Jurnalis Bisa Tembus Jutaan Manusia (082331149898)

scroll to top