Lumajang-Randuagung, Benua News.com – Dalam rangka memeriahkan peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81, Pemerintah Desa Ranulogong turut ambil bagian meriahkan karnaval tingkat Kecamatan Randuagung, Sabtu (22/8/2026). Kontingen Desa Ranulogong tampil dengan urutan keempat dan menyita perhatian ribuan warga yang memadati sepanjang jalan rute karnaval Gedangmas- Randuagung.
Mengusung tema besar “Amuk Sangsarande: Cinta Sejati Menaklukkan Kegelapan”, pawai ini mengangkat kisah legendaris Calon Arang dan Empu Bahula yang dikemas penuh pesan mendalam. Alur cerita yang dibawakan mengisahkan perjalanan Empu Bahula yang awalnya bermaksud mencuri kitab sakti lewat pernikahan, namun justru mendapati cinta tulus bersama Ratna Manggali. Ketika pengkhianatan terbongkar, amarah dahsyat Calon Arang meletus dalam wujud Amuk Sangkanda, namun ketulusan hati akhirnya mampu meredam kemurkaan dan menyatukan kembali kedamaian.

Pemain Cerita Amuk Sangsarande Dari Bali
Penampilan ini bukan sekadar pertunjukan, melainkan kiasan bahwa kemerdekaan yang kita raih lahir dari perjuangan, bahkan pertikaian, yang akhirnya dipersatukan oleh ketulusan hati dan persaudaraan. Warga Kecamatan Randuagung tampak sangat antusias menyambut barisan kontingen Desa Ranulogong yang tampil megah dengan nuansa cerita yang penuh makna.
Berikut pantun penyemangat untuk kontingen Pemdes Ranulogong:
Di hari kemerdekaan kita bersorak,
Ranulogong tampil urutan keempat,
Angkat kisah Amuk Sangsarande yang gagah,
Cinta dan damai jadi pemenang nyata.
Dari Randuagung semangat terpancar,
Legenda tua jadi pelita jalan,
Bersatu padu kita takkan pudar,
Membangun desa demi kemajuan.