MUHAMMAD MUHLISIN YUSUF: JANGAN ADA OKNUM YANG MERAMPOK KEDAULATAN SEMMI, HASIL KONGRES WAJIB DIHORMATI

1002650821.jpg

JAMBI.(Benuanews.com)-Ketua Umum Pengurus Wilayah Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PW SEMMI) Jambi, Muhammad Muhlisin Yusuf, angkat bicara keras terkait dugaan intervensi pihak luar terhadap dinamika internal SEMMI pasca-Kongres.

Ia menegaskan, SEMМI bukan organisasi yang dapat dikendalikan oleh kepentingan oknum dari luar organisasi, termasuk oknum yang mengatasnamakan ataupun memiliki kedekatan dengan Syarikat Islam (SI).

“Saya tegaskan: jangan ada oknum Syarikat Islam yang mencoba mengintervensi, mengatur, apalagi merusak hasil Kongres SEMMI. Kalau ada yang mencoba melakukan itu, kami akan lawan secara konstitusional. SEMMI punya rumah sendiri, punya aturan sendiri, dan punya forum tertinggi sendiri,”tegas Muhammad Muhlisin Yusuf.

Menurutnya, hasil kongres merupakan keputusan yang lahir dari proses organisasi dan harus dihormati. Tidak boleh ada pihak tertentu yang merasa memiliki kewenangan lebih besar daripada forum kongres.

“Jangan merasa karena punya jabatan, punya pengaruh, atau berada di organisasi tertentu lalu bisa seenaknya menentukan masa depan SEMMI. Itu cara berpikir yang harus dihentikan. Kedaulatan SEMMI berada di tangan kader dan mekanisme organisasi, bukan di tangan segelintir oknum,” ujarnya.

Muhammad Muhlisin Yusuf menegaskan bahwa dirinya tidak akan tinggal diam apabila terdapat upaya sistematis untuk mengacaukan atau mendelegitimasi hasil Kongres SEMMI.

“Kalau ada yang ingin merusak hasil kongres, maka kami akan berdiri di depan. Kalau ada yang mencoba membajak SEMMI melalui intervensi, kami akan bongkar melalui mekanisme organisasi. Jangan berharap kader SEMMI akan diam ketika kedaulatan organisasinya diinjak-injak,” katanya.

Ia juga mengingatkan agar tidak ada pihak yang membawa-bawa nama organisasi besar untuk memberikan tekanan terhadap SEMMI.

“Kami menghormati Syarikat Islam. Tetapi kami tidak akan tunduk kepada oknum mana pun. Hormat bukan berarti boleh mengintervensi. Silaturahmi bukan berarti memiliki hak untuk mengatur. Dan kedekatan historis bukan alasan untuk merampas kedaulatan organisasi,” tegasnya.

Ia menyerukan kepada seluruh kader SEMMI untuk tetap solid dan tidak terpecah oleh provokasi maupun kepentingan kelompok tertentu.

”SEMМI harus diselamatkan dari tangan-tangan yang ingin menjadikannya alat kepentingan. Kami tidak takut terhadap tekanan. Yang kami takutkan adalah ketika kader diam melihat organisasi yang diperjuangkan dengan darah dan pikiran justru dipermainkan oleh kepentingan segelintir orang,” pungkas Muhammad Muhlisin Yusuf.

Kongres sudah selesai. Keputusan sudah lahir. Sekarang waktunya menghormati hasilnya, bukan mencari celah untuk membatalkannya. Siapa pun yang mencoba merusak kedaulatan SEMMI, akan berhadapan dengan kader SEMMI dan konstitusi organisasi.”

(*)

scroll to top