By: Lukman Hamarong
LUWU UTARA-Benuanews.com-Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) tahun ini di Kabupaten Luwu Utara menghadirkan nuansa yang begitu berbeda dan pastinya sarat akan makna.
Jika pada tahun-tahun sebelumnya kemeriahan perayaan terkonsentrasi di ibu kota kabupaten, Masamba, tahun ini Pemda Luwu Utara membuat gebrakan yang menyentuh hati masyarakat.
Seluruh rangkaian kegiatan menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) akan dipusatkan dan tersebar secara merata di 15 kecamatan yang ada di Kabupaten Luwu Utara.
Langkah ini diambil tentu berlandaskan semangat kebersamaan agar gelora kemerdekaan dapat juga dirasakan secara nyata oleh seluruh lapisan masyarakat hingga ke pelosok-pelosok desa.
Dengan konsep jemput bola, masyarakat desa tidak lagi hanya menjadi penonton dari kejauhan ataukah memeriahkan HUT kemerdekaan di desa tanpa kehadiran para pejabat teras pemda.
Kehadiran jajaran Pemda Luwu Utara di desa/kelurahan, serta kecamatan membuat masyarakat merasakan atmosfer kehadiran utuh pemerintah daerah dalam setiap nuansa kemerdekaan.
Rasa kebersamaan, semangat nasionalisme, dan atmosfer kegembiraan pastinya akan melebur menjadi satu bingkai dalam setiap sudut wilayah kecamatan yang ada Kabupaten Luwu Utara.
Semangat kemerdekaan adalah milik kita semua, tanpa terkecuali mereka yang tinggal jauh dari pusat kabupaten. Kehadiran pemerintah daerah akan membuat nuansa kemerdekaan merekah.
Pemda Luwu Utara hadir di pelosok-pelosok desa tentunya dalam upaya memastikan denyut nadi kemerdekaan tetap berdetak di setiap jengkal tanah di daerah berjuluk Bumi La Maranginang.
Gebrakan Pemda Luwu Utara ini telah resmi dimulai di Kecamatan Malangke melalui kegiatan Gerak Jalan Santai yang rupanya sukses menyedot antusiasme tinggi dari warga desa setempat.
Tidak berhenti sampai di situ saja, berbagai kegiatan menarik lainnya juga telah disiapkan panitia dalam upaya untuk memeriahkan kemerdekaan di 15 kecamatan secara bergilir dan serentak.
Kegiatan menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan di Luwu Utara akan dimeriahkan dengan berbagai kegiatan seni, olahraga, dan budaya. Termasuk berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan lainnya.
Beberapa di antaranya adalah pertandingan olahraga tradisional, turnamen olahraga antardesa, lomba senam kebugaran, pementasan seni, pertunjukan kreatif, serta festival kebudayaan.
Tak hanya itu, kegiatan bakti sosial (baksos), pelayanan kesehatan gratis seperti sunat gratis, serta aksi nyata kepedulian masyarakat juga menjadi bagian tak terpisahkan dari HUT RI tahun ini.
Perubahan metode dan pola perayaan HUT Kemerdekaan dari Pemda Luwu Utara ini, dari yang bersifat sentralistik menjadi desentralistik ini akan membawa dampak positif yang luar biasa.
Pastinya akan tercipta “pemerataan kebahagiaan” dan euforia 17 Agustus karena dirasakan secara adil oleh masyarakat desa dengan kehadiran langsung pemerintah daerah di tiap pelosok desa.
Pola perayaaan ini akan menciptakan sinergi dan kolaborasi antara masyarakat dan pemda, serta menjaga hubungan emosional antara pemerintah kabupaten, kecamatan, desa, dan masyarakat.
Tak kalah pentingnya, akan menciptakan pemberdayaan potensi lokal. Di mana kecamatan/desa memiliki ruang untuk menampilkan kreativitas dan potensi terbaiknya dalam HUT Kemerdekaan.
Semarak HUT Kemerdekaan di Lutra ini bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi sebuah perayaan yang membuktikan bahwa HUT kemerdekaan milik semua, dari kota hingga pelosok desa. (LHr#)
