Menanam Ilmu, Menumbuhkan Kepedulian: Kisah Pengabdian Mahasiswa KKN UISB di Pasa Gadang

WhatsApp-Image-2026-08-27-at-19.01.08.jpeg

Benuanews, Padang 28/8/2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Sumatera Barat (UISB) menghadirkan sejumlah program pengabdian di Kelurahan Pasa Gadang, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang. Program tersebut menyasar berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari pendidikan, digitalisasi, literasi teknologi, lingkungan, kesehatan, hingga penguatan karakter anak.

Salah satu program utama yang menjadi perhatian adalah Digitalisasi Rumah Cerdas Pemancungan, sebuah langkah mahasiswa KKN UISB untuk membantu memperkenalkan Rumah Cerdas Pemancungan kepada masyarakat melalui platform digital.

Rumah Cerdas Pemancungan selama ini menjadi wadah belajar bagi anak-anak, termasuk anak-anak dari keluarga yang memiliki keterbatasan ekonomi. Kehadirannya memberikan ruang bagi anak-anak untuk memperoleh tambahan pengetahuan dan pengalaman belajar. Melihat pentingnya keberadaan Rumah Cerdas tersebut, mahasiswa KKN UISB membuat website Rumah Cerdas Pemancungan yang memuat informasi mengenai sejarah Rumah Cerdas sekaligus menyediakan tautan donasi.

Melalui website tersebut, masyarakat dapat lebih mudah mengenal Rumah Cerdas Pemancungan dan memperoleh informasi mengenai keberadaannya. Masyarakat yang ingin memberikan dukungan juga dapat mengakses informasi donasi secara lebih mudah. “Kami ingin Rumah Cerdas Pemancungan tidak hanya dikenal oleh masyarakat sekitar, tetapi juga dapat diketahui lebih luas. Website ini menjadi jembatan agar masyarakat bisa mengenal sejarahnya, melihat perannya bagi anak-anak, dan ikut memberikan dukungan,” ujar salah seorang mahasiswa KKN UISB.

Lurah Pasa Gadang Syofyan mengapresiasi kehadiran mahasiswa KKN UISB yang menjalankan program dengan menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat. Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi dan kelurahan sangat penting karena mahasiswa dapat membantu menghadirkan gagasan dan inovasi yang dibutuhkan masyarakat. “Kami sangat mengapresiasi kegiatan mahasiswa KKN UISB di Pasa Gadang. Program yang dilakukan tidak hanya berfokus pada satu bidang, tetapi menyentuh pendidikan, digitalisasi, lingkungan, kesehatan, dan anak-anak. Ini tentu menjadi kontribusi yang positif bagi masyarakat,” ujar Syofyan.

Ia berharap berbagai inovasi yang telah dibuat mahasiswa dapat terus dimanfaatkan setelah kegiatan KKN selesai. “Kami berharap program yang sudah dibuat dapat memberikan manfaat jangka panjang dan dapat terus dikembangkan. Terutama digitalisasi Rumah Cerdas, karena ini dapat membantu masyarakat lebih mudah mendapatkan informasi sekaligus membuka peluang dukungan dari masyarakat luas,” tambahnya. Kerja sama UISB dan Kelurahan Pasa Gadang sendiri telah terjalin sebelumnya melalui perjanjian kerja sama yang mencakup pengabdian masyarakat, pelatihan, dan penelitian untuk mendukung kemajuan masyarakat Pasa Gadang.

Selain digitalisasi, mahasiswa KKN UISB juga mengajak masyarakat menjaga lingkungan melalui kegiatan penanaman tanaman obat bersama Kelompok Wanita Tani (KWT) Kelurahan Pasa Gadang. Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat sekaligus mendorong pemanfaatan lahan dengan tanaman yang memiliki manfaat dalam kehidupan sehari-hari. Bagi mahasiswa, kegiatan tersebut bukan sekadar menanam tanaman. Menanam adalah bagian dari upaya menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sekaligus membangun kebiasaan masyarakat untuk memanfaatkan potensi yang ada di sekitar.

Perhatian mahasiswa KKN UISB juga diarahkan kepada pendidikan karakter anak usia dini, melalui kegiatan edukasi di PAUD, mahasiswa memperkenalkan berbagai jenis emosi kepada anak-anak serta mengajak mereka untuk berani mengungkapkan apa yang sedang dirasakan. Anak-anak dikenalkan dengan perasaan seperti senang, sedih, marah, takut, dan kecewa, mereka juga diajak memahami bahwa merasakan emosi merupakan hal yang wajar dan bercerita tentang perasaan adalah sesuatu yang baik Dengan pendekatan yang sederhana dan menyenangkan, mahasiswa berusaha membangun keberanian anak untuk berkomunikasi dan menyampaikan perasaannya kepada orang tua maupun guru.

Tantangan lain yang menjadi perhatian mahasiswa adalah semakin derasnya arus informasi digital. Untuk itu, mahasiswa KKN UISB memberikan edukasi kepada siswa kelas 6 SD Negeri 32 Pemancungan melalui program “DETEKTIF DIGITAL 2026: Pintar Membedakan Hoaks, Fakta, Konten AI dan Batas Penggunaan Game Online pada Anak di Bawah Umur.” Melalui kegiatan tersebut, siswa diajak memahami bahwa tidak semua informasi yang muncul di internet dapat langsung dipercaya.

Mahasiswa memperkenalkan cara sederhana untuk mengenali hoaks dan fakta, memahami keberadaan konten yang dibuat atau dimanipulasi menggunakan Artificial Intelligence (AI), serta mengajarkan pentingnya menggunakan internet secara bijak. Selain itu, siswa juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya membatasi waktu bermain game online, sehingga aktivitas digital tidak mengganggu belajar, tidur, aktivitas fisik, maupun interaksi dengan keluarga dan teman. Melalui program tersebut, mahasiswa ingin membentuk generasi muda yang bukan hanya mampu menggunakan teknologi, tetapi juga mampu berpikir kritis ketika menerima informasi. Pesan yang ditanamkan kepada siswa sederhana, “Jangan langsung percaya. Periksa dulu sebelum percaya dan membagikannya.”

Rektor UISB, Ir. Yosritzal, S.T., M.T., Ph.D., menegaskan bahwa KKN harus menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu pengetahuan sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat. “KKN bukan hanya tentang mahasiswa datang ke suatu kelurahan dan menjalankan program kerja. Lebih dari itu, KKN harus menjadi proses pembelajaran bagi mahasiswa untuk memahami persoalan masyarakat dan kemudian menghadirkan solusi yang memberikan manfaat nyata,” ujar Yosritzal.

Menurutnya, program digitalisasi Rumah Cerdas Pemancungan menjadi contoh bagaimana kemampuan mahasiswa di bidang teknologi dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan pendidikan masyarakat. “Digitalisasi Rumah Cerdas Pemancungan merupakan contoh bagaimana teknologi dapat digunakan untuk memperluas akses informasi dan membuka ruang partisipasi masyarakat. Kami berharap mahasiswa UISB terus memiliki kepekaan terhadap persoalan masyarakat dan mampu mengubah ilmu yang mereka miliki menjadi karya yang bermanfaat,” tambahnya.

Berbagai kegiatan mahasiswa KKN UISB di Pasa Gadang memperlihatkan bahwa pengabdian kepada masyarakat dapat dilakukan melalui banyak cara. Website membantu Rumah Cerdas dikenal lebih luas, tanaman obat menjadi langkah kecil menjaga lingkungan, edukasi emosi membantu anak berani memahami dan menyampaikan perasaannya, detektif Digital 2026 membekali siswa menghadapi hoaks, konten AI, dan penggunaan game online. Semua kegiatan tersebut memiliki satu tujuan yaitu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Bagi mahasiswa KKN UISB, pengalaman di Pasa Gadang bukan hanya tentang menyelesaikan program kerja, tetapi juga tentang belajar memahami kebutuhan masyarakat dan meninggalkan sesuatu yang dapat terus dimanfaatkan setelah masa KKN berakhir.

 

scroll to top