Limapuluh Kota,-Benuanews.com Seorang pria Inisial RSB (23) warga Sungai Jering di temukan meninggal dunia setelah berenang dengan temannya di air terjun Tagaru Sarosah ,malang nasib pria tersebut setelah berenang dia terpeleset dan jatuh tepat pada Jumat, 3 April 2026, sekitar pukul 14.00 WIB, Kapolsek Pangkalan AKP Hendra, S.H., M.H. bersama personel Polsek Pangkalan mendatangi lokasi kejadian setelah menerima informasi adanya seorang laki-laki dewasa yang hilang saat mandi di kawasan Air Terjun Lubuk Tagaru Sarosah Tinggi, tepatnya di Jorong Banjaranah, Nagari Pangkalan, Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Kabupaten Lima Puluh Kota. Dalam kegiatan tersebut turut hadir Wali Nagari Pangkalan Rifdal Laksamano, Kepala Jorong Banjaranah M. Fikri, unsur Bamus, personel kepolisian, serta masyarakat setempat yang ikut membantu proses pencarian dan evakuasi korban.
Korban diketahui berinisial R.S.B., laki-laki berusia 23 tahun, berasal dari Desa Lubuk Jering, Kecamatan Sungai Mandau, Provinsi Riau. Berdasarkan keterangan saksi, korban datang bersama tiga rekannya dari wilayah Pekanbaru menggunakan dua unit sepeda motor menuju lokasi air terjun sekitar pukul 12.00 WIB. Setibanya di lokasi pada pukul 14.00 WIB, korban bersama rekan-rekannya langsung mandi dan berenang di area air terjun. Tidak lama kemudian korban diduga terpeleset dan jatuh ke tingkat air terjun bagian bawah. Sebelum terjatuh, korban sempat meminta pertolongan kepada teman-temannya.
Melihat kejadian tersebut, rekan korban segera turun ke bagian bawah air terjun untuk melakukan pencarian, namun korban tidak terlihat muncul ke permukaan. Upaya pencarian awal dilakukan dengan menyelam selama kurang lebih satu jam, namun korban belum ditemukan sehingga dua orang rekan korban kemudian meminta bantuan kepada masyarakat sekitar.
Setelah menerima laporan, personel kepolisian bersama warga langsung menuju lokasi untuk melakukan pencarian. Medan menuju lokasi diketahui cukup berat karena berjarak sekitar dua kilometer dari permukiman warga, dengan kondisi jalan ekstrem dan hanya dapat ditempuh melalui jalan setapak dengan berjalan kaki. Berkat kerja sama seluruh unsur di lapangan, pada pukul 17.45 WIB korban akhirnya berhasil ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.
Selanjutnya korban dievakuasi menggunakan tandu oleh personel kepolisian bersama masyarakat menuju permukiman warga, lalu dibawa ke Puskesmas Pangkalan untuk pemeriksaan medis. Berdasarkan keterangan tenaga medis, korban dinyatakan telah meninggal dunia dengan luka robek pada bagian dagu sepanjang sekitar 1 sentimeter dan memar pada bagian dada.
Pada malam harinya, pihak keluarga korban telah dihubungi oleh personel kepolisian. Keluarga menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai musibah, menolak dilakukan autopsi, serta akan membuat surat pernyataan tidak menuntut secara hukum kepada pihak manapun.(lili)
