PETI Merangin Belum Reda, Aktivitas Alat Berat Semakin Marak,Distribusi Solar Disorot

1001722844.jpg

JAMBI.(Benuanews.com)– Aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) di Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi, dilaporkan masih terus berlangsung. Meski berulang kali menjadi sorotan, praktik ilegal tersebut diduga tetap berjalan dengan pola yang kian terorganisir.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, aktivitas PETI cenderung meningkat pada waktu-waktu tertentu, terutama menjelang subuh. Dalam satu malam, disebutkan bisa terdapat lebih dari satu alat berat jenis excavator yang masuk ke wilayah operasi, khususnya di Kecamatan Tabir Ulu dan Tabir Barat.

“Subuh biasanya ramai. Tidak sanggup kalau harus pantau semalaman. Bisa dua alat masuk dalam satu waktu,” ungkap salah satu sumber yang enggan disebutkan namanya.

Selain pergerakan alat berat, perhatian juga tertuju pada distribusi bahan bakar minyak (BBM) jenis solar yang digunakan untuk menunjang operasional PETI. Solar diduga dipasok secara rutin melalui jalur tertentu, dengan titik distribusi berada di wilayah Tabir Ulu dan Tabir Barat.

Sejumlah nama perusahaan disebut-sebut dalam informasi yang beredar,terkait keterkaitan perusahaan tersebut dengan aktivitas distribusi solar yang diduga digunakan untuk PETI.

Praktik PETI sendiri tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga berpotensi merusak lingkungan, mulai dari pencemaran air hingga kerusakan lahan. Selain itu, penggunaan BBM bersubsidi untuk aktivitas ilegal juga menjadi perhatian serius karena berpotensi merugikan negara.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari aparat penegak hukum terkait langkah terbaru dalam penindakan aktivitas PETI di wilayah Merangin, khususnya di Kecamatan Tabir Ulu dan Tabir Barat.

Masyarakat berharap adanya tindakan tegas dan berkelanjutan dari pihak berwenang, agar aktivitas PETI yang dinilai semakin meresahkan tersebut dapat dihentikan secara menyeluruh.

(Red)

scroll to top