BENUANEWS.COM | Labuhanbatu – Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu terus berupaya memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan optimal dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. Sebagai bentuk kepedulian dan pengawasan, Sekretaris Daerah Kabupaten Labuhanbatu Ir. Hasan Heri Rambe, selaku Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) MBG, menggelar rapat evaluasi bersama para pengelola dapur dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Rapat yang berlangsung di Ruang Data dan Karya, Komplek Kantor Bupati Labuhanbatu, pada Selasa (20/1) menjadi wadah dialog terbuka untuk membahas kendala yang ditemui selama pelaksanaan program di lapangan. Acara dihadiri oleh unsur Forkopimda, para Asisten Setdakab, Staf Ahli Bupati, kepala OPD terkait, Satgas MBG, Kepala SPPG, serta Ketua Yayasan Pengelola Dapur.
Dalam suasana diskusi yang konstruktif, Sekda Hasan Heri Rambe menegaskan bahwa evaluasi ini bertujuan memastikan setiap tahapan program berjalan sesuai standar dengan mengutamakan kesehatan dan keselamatan penerima manfaat.
“Program MBG ini menyangkut kebutuhan dasar masyarakat, terutama anak-anak. Karena itu, kualitas, kebersihan, dan keamanan pangan harus menjadi perhatian utama kita bersama,” ujarnya.
Beberapa poin yang menjadi fokus perhatian meliputi kelengkapan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), sertifikat halal, izin kualitas air, hingga izin pengelolaan limbah. Menurutnya, kelengkapan administrasi tersebut bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga mutu layanan.
Hasan juga menekankan pentingnya pengawasan berkelanjutan, dengan menyampaikan bahwa dapur yang melakukan pelanggaran akan mendapatkan sanksi bertahap dan proporsional, sekaligus tetap dibina agar memenuhi standar yang ditetapkan.
“Kami mendorong percepatan pengurusan sertifikasi, namun tetap harus sesuai prosedur. Tujuan akhirnya satu, agar masyarakat merasa aman dan terlindungi,” tambahnya.
Sementara itu, Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Labuhanbatu, Prisila Dinanti, menyampaikan bahwa hingga saat ini terdapat 12 dapur SPPG yang telah beroperasi dan melayani masyarakat di berbagai wilayah Labuhanbatu.
Yayasan pengelola yang terlibat antara lain Yayasan Kumle Jaya Bermartabat, Yayasan Al Azhar Padang Lawas, Yayasan Darul Hasanah Bilah, Yayasan Merah Putih Sejati, Yayasan Widia Loka Lestari, Yayasan Tunas Muda Asahan, Yayasan Kemala Bhayangkari, Yayasan Jamsan Peduli Umat, serta Yayasan Kolaborasi Ridefa Kharsa yang tersebar di sejumlah kecamatan.
Melalui rapat ini, para pengelola yayasan menyatakan komitmen untuk terus berbenah, mematuhi seluruh ketentuan yang berlaku, serta memberikan pelayanan terbaik bagi penerima manfaat Program MBG di Kabupaten Labuhanbatu. (OC)