Minimalisir Pelanggan PDAM Krisis Air Pasangan Calon Walikota Makassar Syamsu Rizal – Fadly Ananda (DILAN) Wacanakan Program ” PASIAR “

IMG-20201112-WA0034.jpg

Makassar (Benuanews-Sulsel) Kamis, 12/11/2020. Saat ini masih ada sejumlah wilayah di Makassar yang masih kesulitan memperoleh air bersih dengan baik, terlebih saat musim kemarau tiba.

Hal ini menjadi perhatian khusus pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Makassar, Dr. Syamsu Rizal alias Deng Ical dan dr. Fadli Ananda.
Paket yang lebih dikenal dengan sebutan DILAN itu secara khusus sudah melakukan pemetaan wilayah yang menjadi “langganan” krisis air di Kota Makassar.

Pasangan yang juga berciri khas pakaian motif kotak-kotak itu telah merancang strategi khusus mengatasi krisis air bersih di sejumlah titik dalam wilayah Kota Makassar.

Deng Ical sapaan karib Dr. Syamsu Rizal menegaskan, pemenuhan kebutuhan layanan air bersih menjadi salah satu prioritasnya bersama Fadli Ananda jika kelak mendapat amanah menjadi Walikota dan wakil Walikota Makassar sebagai ibu kota Provinsi Sulawesi selatan.

Ia membeberkan, beberapa lokasi yang masih sering kesulitan air bersih karena belum terjangkau pipanisasi PDAM diantaranya, wilayah timur dan utara Kota Makassar yang meliputi Kel. Barombong, kel. Untia dan Ujung Tanah. Umumnya daerah itu mengalami krisis air bersih, termasuk juga masih banyak wilayah dimana sudcah terjangkau pipinisaai PDAM namun maaih kesulitan mendapatkan air ketika musim kemarau tiba.

“DILAN punya program PASIAR atau Pasokan Air Bersih yang berkelanjutan. Lewat program itu, kita akan memastikan daya jangkau pemenuhan kebutuhan layanan air bersih PDAM pada wilayah yang belum terjangkau pipanisasi, utamanya wilayah Utara dan Timur Kota Makassar di atas,” ujar Deng Ical, Kamis (12/11/2020).

Kader tulen organisaai Muhammadiyah tersebut mengimbuhkan sambil menunggu proyek pipanisasi diselesaikan, DILAN juga sudah menyiapkan langkah alternatif. Pihaknya akan mengerahkan mobil tangki PDAM di titik rawan krisis air bersih.

Deng Ical menegaskan segala persoalan pasti dapat teratasi, selama ada komitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Kita juga akan pastikan efektivitas distribusi air bersih melalui Mobil Tangki PDAM pada wilayah tertentu yang jadi langganan krisis air bersih di Kota Makassar, misalnya di Barombong dan Untia,” ucapnya.

Hal lain yang diupayakan dalam pemenuhan kebutuhan air bersih, Deng Ical menyampaikan bahwa pengolahan air limbah, air laut dan air sumur untuk bisa dimanfaatkan kembali atau dialirkan ke dalam tanah.

DILAN akan mengupayakan berbagai metode dan cara guna memastikan ketersediaan pasokan air bersih sebagai kebutuhan utama masyarakat dapat terpenuhi secara menyeluruh dan berkesinambungan.

Berdasarkan data yang ada di team DILAN saat ini masih terdapat sekira 75 ribu rumah tangga yang masuk daftar tunggu layanan PDAM. Pasokan air bersih kata Deng Ical, masih defisit (kekurangan) sekira 2.000 liter/ detik. Jangkauan pelayanan air bersih itu baru terpenuhi 72 persen pungkasnya.

Di samping upaya pemenuhan layanan kebutuhan air bersih, DILAN juga merancang program untuk meringankan beban warga di masa pandemi.

Di antaranya membebaskan biaya sambungan baru dan iuran PDAM khusus buat para warga yang tidak mampu dan terdampak pandemi Covid-19. (RSB)*

scroll to top