Kisruh Barcode MyPertamina di Jambi, Warga Jadi Korban Penyalahgunaan Solar Subsidi

1001650132.jpg

JAMBI.(Benuanews.com)-Keluhan terhadap sistem pembelian BBM subsidi kembali mencuat di Kota Jambi. Sejumlah warga mengaku dirugikan akibat barcode MyPertamina yang diduga bocor dan disalahgunakan oleh pihak lain untuk membeli bahan bakar minyak (BBM) jenis solar.

Salah satu warga yang enggan disebutkan namanya menuturkan, dirinya harus menelan kekecewaan saat hendak mengisi BBM setelah mengantre cukup lama di salah satu SPBU di Kota Jambi.

“Saya sudah antre kurang lebih satu jam. Saat giliran saya, barcode MyPertamina milik saya saya berikan ke petugas SPBU. Tapi setelah discan, ternyata barcode itu sudah digunakan di SPBU lain,” ujarnya, Kamis (23/04/2026).

Ia mengaku tidak pernah membagikan atau memberikan akses barcode miliknya kepada pihak lain.

Karena itu, ia menduga kuat telah terjadi kebocoran data dalam sistem.

“Saya tidak pernah memberikan barcode itu ke siapa pun. Tapi kejadian seperti ini bukan pertama kali. Sudah berulang kali saya alami, apalagi saat saya sedang berada di luar Kota Jambi,” tambahnya.

Kondisi ini memicu keresahan di tengah masyarakat, khususnya pengguna BBM subsidi yang sangat bergantung pada sistem digital tersebut. Warga menilai lemahnya perlindungan data berpotensi membuka celah penyalahgunaan oleh oknum tidak bertanggung jawab.

Masyarakat berharap pihak PT Pertamina (Persero) melalui pengelola aplikasi MyPertamina segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan. Selain itu, pengawasan di tingkat SPBU juga diminta diperketat agar tidak terjadi praktik penyalahgunaan barcode di lapangan.

Warga juga mendesak adanya solusi konkret, seperti verifikasi tambahan saat transaksi berlangsung hingga transparansi riwayat penggunaan barcode yang dapat diakses langsung oleh pengguna.

“Harapan kami, sistem ini diperbaiki dan benar-benar aman. Jangan sampai masyarakat yang seharusnya menerima subsidi justru dirugikan karena kebocoran data seperti ini,” tegas warga.

Jika tidak segera ditangani, persoalan ini dikhawatirkan akan terus berulang dan menggerus kepercayaan publik terhadap sistem distribusi BBM subsidi berbasis digital.

(Red)

scroll to top