Payakumbuh,–-Benuanews.com Ketika ketikkan jari – jari itu terhenti merangkai kata menjadi sebuah berita yang selalu di tunggu ,melalui tulisannya yang akurat terkadang membuat pemangku kebijakan panas dingin, ketajaman pemikirannya mengolah dan merangkai kata terkadang menjadikan sebuah pertanyaan segelintir orang, begitu lah seorang penulis yang kaya dengan pemikiran yang brilian, tapi kini maestro yang tajam dan akurat dalam menulis berita itu kini terbujur kaku di kelilingi para sahabat yang selalu bersama mengupas berita yang akan dikemas , hari ini pria yang di sapa Edwar Bendang itu telah di panggil Sang Khaliq,setelah sempat di rawat beberapa hari,setelah melawan penyakit yang di deritanya, kini Jurnalis senior itu telah pergi untuk selamanya dan menghembuskan nafas terakhir nya di Rumah Sakit umum Ahmad Muchtar Bukittinggi Jum’at malam sekira pukul 02 .00 WIB , berita duka itu bak petir di siang bolong yang membuat kaget , membuat warga Luak Limapuluah berduka setelah berita duka itu di kabarkan
Kepergian almarhum menjadi kehilangan besar bagi dunia jurnalistik. Edwar Bendang dikenal sebagai sosok wartawan yang telah mengabdikan sebagian besar hidupnya untuk dunia pers. Dengan dedikasi, integritas, dan semangatnya dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat, almarhum telah memberikan kontribusi yang berarti bagi perkembangan jurnalistik, khususnya di Sumatera Barat.
Semasa menjalankan tugasnya, Edwar Bendang dikenal sebagai pribadi yang sederhana, serta menjunjung tinggi nilai-nilai profesionalisme. Pengalaman dan pemikirannya menjadi teladan bagi banyak wartawan muda yang mengenalnya.
Kepergian almarhum meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, serta seluruh rekan seprofesi. Berbagai ucapan belasungkawa dan doa terus mengalir sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian dan jasa-jasa almarhum selama berkarya di dunia jurnalistik.
Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Kepergian Edwar Bendang menjadi pengingat bahwa setiap insan akan kembali kepada Sang Pencipta. Namun, dedikasi, karya, dan jejak pengabdiannya akan tetap dikenang sebagai bagian dari perjalanan dunia jurnalistik.
Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa almarhum, menerima seluruh amal ibadahnya, melapangkan kuburnya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya. Edwar Bendang meninggalkan dua permata hatinya, Suci Wulandari dan Panji Muhammad, Selamat jalan sahabat,kakak dan senior yang telah banyak memberikan pelajaran yang bermanfaat, dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, kesabaran, dan keikhlasan dalam menghadapi musibah ini.(lili)