Labusel-Benuanews.com
Aditya S.P. Sembiring bersama unsur pemerintah daerah dan pihak perusahaan meresmikan Jembatan Merah Putih Presisi yang menjadi akses vital bagi masyarakat di Dusun Bunut Pekan, Desa Bunut, Kecamatan Torgamba, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Senin (18/5).
Peresmian jembatan berlangsung penuh kehangatan dan rasa syukur dari masyarakat setempat. Infrastruktur tersebut dinilai sangat penting karena menjadi jalur penghubung utama warga untuk menjalankan aktivitas sehari-hari, seperti menuju kebun, sekolah, serta pusat perekonomian.
Kegiatan itu turut dihadiri Syahdian Purba Siboro, Camat Torgamba Boy Gusman Aidil Salam, perwakilan PT Asam Jawa, pejabat Desa Bunut, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan warga setempat.
Penjabat Kepala Desa Bunut, Agus Perdamean Panjaitan, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan sekaligus perbaikan jembatan tersebut. Ia menyebut keberadaan jembatan menjadi harapan baru bagi masyarakat yang selama ini kesulitan melintas, terutama saat musim hujan.
Wakil Bupati Labuhanbatu Selatan, Syahdian Purba Siboro, mengapresiasi sinergi antara kepolisian, perusahaan, dan masyarakat dalam menghadirkan pembangunan yang langsung dirasakan manfaatnya oleh warga.
“Jembatan ini bukan hanya penghubung jalan, tetapi juga penghubung harapan dan peningkatan ekonomi masyarakat. Pemerintah daerah sangat mendukung kegiatan seperti ini karena manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolres Labuhanbatu Selatan, Aditya S.P. Sembiring, mengatakan pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi merupakan bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga membantu kebutuhan sosial warga.
Menurutnya, semangat Presisi harus diwujudkan melalui tindakan nyata yang bermanfaat. Ia berharap jembatan tersebut dapat memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus menjadi simbol persatuan dan gotong royong.
“Kami ingin Polri hadir bukan hanya saat ada persoalan hukum, tetapi juga membawa manfaat dan solusi bagi masyarakat. Jembatan ini adalah simbol kebersamaan antara kepolisian, pemerintah, perusahaan, dan masyarakat,” kata Kapolres.
Perwakilan PT Asam Jawa, H Ibnu Sahid, juga menyatakan komitmen perusahaan untuk terus mendukung kegiatan sosial dan pembangunan yang bermanfaat bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Antusiasme warga tampak selama kegiatan berlangsung. Salah seorang tokoh masyarakat, Mustakim Siregar, mengaku bersyukur atas hadirnya jembatan tersebut karena selama ini masyarakat kesulitan melintas, terutama ketika jalan rusak dan saat kendaraan pengangkut sawit melintas.
Usai seremoni, kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan jembatan bersama unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, dan warga Desa Bunut. Peresmian ini menjadi simbol kolaborasi antara kepolisian, pemerintah daerah, perusahaan, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan infrastruktur pedesaan.(K.Nasution)