GUNUNG TUA, PALUTA | BENUANEWS.COM — Keberadaan tempat hiburan malam Karaoke milik “Ciklles” yang berlokasi tepat di depan Kantor Bupati Padang Lawas Utara (Paluta) kian meresahkan. Alih-alih menjadi tempat hiburan sehat, lokasi tersebut diduga kuat menjadi sarang praktik prostitusi terselubung dan peredaran minuman keras.
Kondisi ini memicu gelombang protes dari kalangan masyarakat, terutama kelompok perwiritan ibu-ibu yang merasa tatanan sosial dan budaya religius di Paluta sedang dipertaruhkan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, praktik ini diduga dikelola secara terstruktur. Seorang wanita berinisial R alias “Mamy Rosa” disebut-sebut berperan sebagai penyedia wanita bagi para pria hidung belang yang berkunjung.
“Ini sudah bukan sekadar tempat karaoke. Ada dugaan praktik germo di sana. Sangat menyakitkan hati masyarakat melihat hal seperti ini terjadi tepat di depan pusat pemerintahan kita, depan kantor Bupati,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan demi keamanan, Jumat (24/4/2026).
Masyarakat mendesak Aparat Penegak Hukum (APH), khususnya Polsek Gunung Tua dan Satpol PP Paluta, untuk segera bertindak tegas dan tidak melakukan pembiaran. Lokasi yang berada di jantung pemerintahan seharusnya menjadi wilayah yang bersih dari penyakit masyarakat.

Beberapa poin tuntutan masyarakat yang mencuat antara lain:
• Penutupan Total: Mendesak penutupan permanen Karaoke Ciklles yang terindikasi melanggar hukum dan norma agama.
• Audit Perizinan: Meminta instansi terkait memeriksa legalitas izin usaha hiburan tersebut.
• Sikat Oknum Beking: Menindak tegas siapa pun oknum yang diduga menjadi “payung” atau pembeking aktivitas ilegal di tempat tersebut.
Keberadaan hiburan malam yang menjurus ke arah maksiat ini dinilai sebagai ancaman nyata bagi moralitas generasi muda di Padang Lawas Utara. Ketidaktegasan pemerintah daerah dan aparat dikhawatirkan akan dianggap sebagai pembenaran terhadap praktik-praktik amoral.
“Paluta bukan tempat untuk praktik prostitusi. Kita butuh wilayah yang sehat, aman, dan bermartabat. Jika ini dibiarkan, moral anak-anak kita yang menjadi taruhannya,” tegas warga tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pengelola karaoke maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan masyarakat ini. Publik kini menanti keberanian Satpol PP dan Kepolisian untuk melakukan penertiban di area sensitif tersebut. (OP)