- Home
- Full Post Style

Lubuk Basung (benuanews sumbar) – Terjadi pembakaran oleh warga Sungai Aua di jalan Lintas Manggopoh menuju Pasaman Barat, tepatnya di Sungai Aua Jorong Sungai Jariang Nagari Lubuk Basung Kabupaten Agam, sehingga mengakibatkan macet 3 jam.Warga sungai Aua yang berjumlah ratusan orang membakar ban bekas dan kayu di Jalan nasional, meminta kembalikan tanah yang terpakai oleh perusahaan PT KAMU.Saksi dilapangan Amar Zakaria (39) melihat warga warga Sungai Aua sudah berkumpul ditepi jalan raya sambil menyampaikan tuntan pengembalian tanah yang menurut pendemo diambil pemerintah.Demo yang dimulai jam 10.00 wib awalnya berjalan tertib, sampai kondisi mulai memanas dan terjadi teriakan teriakan darinpendemo, sehingga terjadi adu mulut dengan aparat keamanan.Warga yang berjumlah ratusan orang tersebut mulai tidak terkendali, dan langsung melakukan pembakaran di jalan raya Manggopoh – Pasaman Barat tepatnya di bengkolan dekat PT KAMU Sungai Jariang Lubuk Basung.Api mulai membesar, sehingga terpaksa mendatangkan pemadam kebakaran untuk melakukan pemadaman api, karena sudah mengganggu kepada pengguna jalan raya.Anggota Polres Agam langsung mengamankan beberapa pendemo, karena sudah mengganggu kepada pengguna jalan nasional tersebut dan dilakukan pembubaran.Tidak beberapa lama setelah dilakukan pembubaran dan pemadaman api, para pendemo menggeser menuju batas sungai Aua, dan kembali melakukan pembakaran berjarak sekitar 20 m dari lokasi pembakaran pertama.Akibat pembakaran ban bekas dan kayu oleh pendemo dari warga Sungai Aua, terjadi kemacetan sepanjang 4 km selama 3 jam, pada akhirnya para pendemo diamankan beberapa orang, sehingga pendemo yang tinggal menuju polres Agam.Dari informasi dilapangan Pembakaran Ban di jalan Raya kelanjutan Demo pada Bulan Juli tentang Hak Rakyat sekitar PT KAMU, yang diduga merupakan tanah masyarakat Sungai Aua Jorong Sungai Jariang Nagari Lubuk Basung. (rz).

SOLOK (benuanews sumbar) — Mengetahui adanya kunjungan Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit ke Nagari Garabak Data selama dua hari, warga Nagari Batu Bajanjang Kecamatan Tigo Lurah mengharapkan Nasrul Abit beserta rombongan bisa berkunjung ke daerahnya.Acara penyambutan sudah dipersiapkan. Keinginan masyarakat Batu Bajanjang tidak lain, agar pemerintah provinsi Sumbar bisa menyerap semua aspirasi masyarakat, terkait dengan infrastruktur jalan, jaringan komunikasi, pendidikan dan kesehatan serta peningkatan perwkonomian masyarakat setempat.Kehadiran orang nomor dua Provinsi Sumbar dan rombongan di Nagari Batu Bajanjang, Selasa (11/8/2020) disambut antusias masyarakat. Mereka tidak menyangka Wagub Sumbar akan berkunjung ke desanya.Walau baru pertama menginjakan kaki di Nagari Batu Bajanjang, Nasrul Abit merasakan kehangatan dan kekeluargaan yang sangat luar biasa dari masyarakat.“Saya disambut dengan tarian dan musik tradisional yang hanya menggunakan dua batang kayu sehingga menimbulkan bunyi yang merdu. Baru kali ini saya melihatnya,” ungkap Nasrul Abit.Tanpa basa-basi, Wagub Sumbar itu duduk dilantai bergabung bersama emak-emak ikut memukul dua kayu tersebut. Dengan semangat Nasrul Abit pun mengikuti irama yang sedang mengalunkan sebuah lagu Minangkabau.Kepada masyarakat setempat, Nasrul Abit menyampikan kedatangannya bersama rombongan di Nagari Batu Bajanjang ini, untuk mendengarkan aspirasi masyarakat dan ingin melihat langsung kehidupan masyarakat di sana.Menurutnya, akses jalan dari Nagari Garabak Data sampai Batu Bajanjang membutuhkan waktu dua jam perjalanan.“Kondisinya memang sangat memprihatinkan. Apalagi melihat akses jalannya yang hanya bisa dilalui mobil gardang dua (4×4) itupun kita harus ekstra hati-hati. Bahkan tadi ada jembatan kayu yang sudah rapuh, terpaksa kami harus melalui sungai,” ucap Nasrul Abit.Tentunya warga Garabak Data, setiap harinya harus melewati sungai-sungai dan jalan yang berlobang untuk menuju Kecamatan Tigo Lurah untuk membawa hasil panennya. Termasuk aktivitas anak-anak pulang pergi sekolah, seperti SMP dan SMA. Walau hanya mengandalkan sepeda motor trail.“Dulunya Garabak Data dan Batu Bajanjang sebagai alat tranportasinya hanya menggunakan Kudo Baban (Kuda Beban) untuk membawa hasil panen padi sebagai sumber penghasilannya,” jelas Nasrul Abit.“Saya salut dengan kondisi seperti ini masyarakat disini, tetap bahagia dengan keterbatasan yang ada, mereka tetap kuat dan semangat menjalani hidup setiap harinya,” imbuhnya.Selain untuk menjemput aspirasi, Nasrul Abit juga memberikan bantuan di Puskesmas Batu Bajanjang Kecamatan Tigo Kelurahan Kabupaten Solok berupa, Alat Pelindung Diri (APD) yaitu, 5 pasang sepatu boot, 10 buah google mask dan 20 pakaian azmat, sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama. (11/8).“Saya berharap bantuan ini bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang ada di Batu Bajanjang ini. Kepedulian ini sebagai antisipasi agar penyebaran virus corona tidak sampai di sini,” ucapnya.Selain itu, Camat Tigo Lurah Sardimus, S.Pd merasa bersyukur dengan kehadirannya rombongan Wagub Sumbar.“Terimakasih atas kunjungan pak Wagub dan rombongan ke Nagari kami. Nagari ini memang jauh dari kota, sehingga jarang ada bantuan yang datang kesini dan ini merupakan kebahagiaan bagi kami dapat menerima bantuan dari pemprov Sumbar,” ujar Sardimus.Selanjutnya, Camat Sardimus juga meminta, agar pemprov Sumbar bisa membatu puskesmas Batu Bajanjang berupa alat-alat fasilitas kesehatan dan satu unit kendaraan ambulance (4×4) bisa membawa pasien dari daerah terpencil seperti Nagari Simanau, Batu Bajanjang, Rangkiang Luluih dan sekaligus meminta perbaikan akses jalan dan telekomunikasi di daerah tersebut sehingga mereka keluar dari ketertinggalan.Tidak jauh beda Walinagari Batu Bajanjang Dahrul Asri, juga mengharapkan adanya jaringan internet dan perbaikan akses jalan ke nagari sehingga memudahkan akses masyarakat yang bertani.“Masyarakat Batu Bajanjang mayoritas mata pencariannya di sektor pertanian. Karena akses jalan masih buruk menuju jorong-jorong sangat sulit untuk mengangkut hasil pertanian dan kebun ke luar nagari,” sebutnya.Selain itu, Dahrul Asri meminta pemerintah untuk memberikan bantuan bibit dan cara meningkatkan hasil pertanian di daerah tersebut.(nov)

SOLOK (benuanews sumbar) – Butuh tiga jam kendaraan khusus (4X4) berjuang penuh untuk bisa sampai ke lokasi. Jalan yang sempit bergelombang dan berlumpur. Dengan melintasi jurang yang dalam medan berbukit-bukit dan tanjakan cukup terjal, tidak mengurangi semangat rombongan yang dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit melakukan kunjungan kerja ke daerah terpencil Nagari Garabak Data, Senin (10/8/2020).Sepanjang 17 KM harus menempuh jalan yang rusak parah terletak di pedalaman Kabupaten Solok, dengan kondisi geografis yang cukup sulit untuk dijangkau dengan kendaraan darat.Selain itu, orang nomor dua tersebut akan menginap salah satu rumah warga yang bertujuan untuk bisa berdialog langsung dengan masyarakat setempat untuk mendengarkan keluhan terkait dengan kegiatan pembangunan didaerahnya.Kunker Wagub Sumbar tersebut ikut serta Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumbar Asben Hendri, SE, MM, Kepala Biro Kerja Sama Pembangunan dan Rantau, Drs. Luhur Budianda SY, M.Si, Kepala Biro Pemerintahan Sumbar Drs. Iqbal Ramadi Payana M.Si beserta rombongan OPD lainnya.Pada hari pertama Senin sore, 10 Agustus 2020, Wagub Sumbar langsung mengunjungi pasar rakyat yang sudah lama tutup. Dengan lokasi jauh dipuncak perbukitan ditambah jalannya mendaki dan berlubang. Disamping pasar itu juga ada satu-satunya Sekolah Dasar (SD) Negeri 07 Garabak Data.“Kehidupan masyarakat disini sangat menyedihkan, dengan penghasilan rata-rata sebagai petani dibawah kemiskinan, dengan kehidupan penuh keterbatasan yang tidak dilengkapi akses jalan, membuat kita semua prihatin,” kata Nasrul Abit.Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit, menjelaskan hari ini pihaknya fokus memperbaiki akses jalan yang masih terisolir terutama pada ruas jalan Garabak Data Kecamatan Tigo Lurah Kabupaten Solok.“Mengingat akses jalan merupakan urat nadi lalu-lintas dan perekonomian masyarakat setempat yang bisa mensejahterakan kehidupan mereka,” ucapnya.Lanjut ia mengingatkan, bahwa sebentar lagi bangsa Indonesia akan memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-75 yang merupakan simbol kesetaraan dan pertumbuhan ekonomi yang merata untuk rakyat Indonesia dengan kerja nyata untuk mempersembahkan hasil terbaik bagi rakyat Indonesia.“Dengan Kemerdekaan RI ini, kita harus bisa memberikan keadilan sosial bagaimana terwujudnya adil dan makmur. Tentunya kita sebagai pejuang harus melanjutkan cita-cita pahlawan kita untuk mensejahterakan masyarakat disini,” ungkap Nasrul Abit.Untuk itu Nasrul Abit mengajak semua instansi pemerintah, legislatif, eksekutif dan semua masyarakat Sumbar bersama-sama berjuang bagaimana menciptakan keadilan sosial dan kesejahteraan bisa dirasakan oleh masyarakat yang ada di daerah terisolir.“Dengan kebersamaan ini kedepan masyarakat kita akan lebih baik dan tidak ada lagi yang membatasi daerah dikarenakan tidak adanya akses jalan. Kehadiran kita ini bisa menjadi catatan untuk program kegiatan selanjutnya,” ulasnya.Selanjutnya, usai melaksanakan sholat Isya bersama disalah satu masjid di Garabak Data, Nasrul Abit berkesempatan berdialog bersama warga setempat, terkait pembangunan, kesehatan, pendidikan dan perekonomian didaerah tersebut, sekaligus memberikan arahan, agar petani tidak hilang semangat untuk tetap produktif di tengah wabah pandemi Covid-19 sekarang ini. Hal itu semata agar para petani tidak kehilangan pendapatan sekaligus untuk menunjang persediaan pangan di daerah.Tak hanya memberikan semangat, Wagub Sumbar Nasrul Abit juga memberikan bantuan berupa bibit padi sebanyak 20 Kg, bibit tanaman durian, petai, jengkol sebanyak 500 batang kepada petani setempat.“Kehadiran kami disini untuk memberikan semangat kepada para petani untuk tetap waspada, ikuti semua imbauan pemerintah tapi tetap menjalankan fungsi sebagai petani,” ujar Nasrul Abit.Pada kesempatan itu, Nasrul Abit beserta rombongan duduk bersama salah satu warung bersama warga setempat. Terlihat keakraban yang begitu indah. Dengan segelas kopi pahit, terlihat Nasul Abit tertawa lepas menikmati malam bersama warga.(nov)

SOLOK (benuanews sumbar) — Masyarakat di Nagari Garabak Data Kecamatan Tigo Lurah, Kabupaten Solok menumpuk harapannya kepada Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit Datuak Malintang Panai yang mampu membangun infrastruktur jalan di tempat mereka.Saat dikunjungi oleh rombongan Wagub Sumbar, mayoritas warga Nagari Garabak Data ini kebanyakan petani tersebut sangat kaget ada kendaraan roda empat bisa masuk ke desanya. Walaupun penuh kubangan lumpur, kendaraan khusus 4×4 hadir ditengah – tengah warga Nagari Garabak Data.Wagub Sumbar Nasrul Abit menyebutkan, untuk masuk ke Nagari Garabak Data membutuhkan perjuangan dan tingkat kesulitan tinggi, karena jalannya kecil dan rusak parah. Sepanjang jalan yang berlumpur dan bergelombang dengan tanjakan yang cukup tinggi, jarang sekali dilalui oleh kendaraan roda empat.“Kami dari kantor Kecamatan Hiliran Gumanti sampai di Garabak Data ini membutuhkan waktu tiga jam. Kedatangan kami kesini sangat jelas, yaitu ingin mengetahui sampai mana progres pembangunan disini,” ungkap Nasrul Abit, Senin (10/8/2020).Nasrul Abit menyampaikan, bahwa Ia akan terus melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke daerah-daerah terpencil dengan membawa para kepala OPD terkait, agar ikut merasakan bagaimana apa yang dirasakan masyarakat yang tinggal di daerah terpencil.Kunjungan ke daerah terpencil ini dinilai sangat penting agar bisa melihat secara nyata progres yang pembangunan yang sudah dilakukan, termasuk menyerap langsung aspirasi masyarakat setempat. Permasalahan infrastruktur dan pendidikan yang masih menjadi persoalan daerah terpencil akan dijadikan perhatian yang tak boleh dipisahkan.“Kita harus buka semua penghambat, agar perekonomian di sini tetap jalan,” ucap Nasrul Abit.Nasrul Abit menyebutkan, tadinya ada 18 kendaraan yang menuju ke Garabak Data, namun karena jalan rusak parah, hanya tinggal 12 kendaraan yang bisa masuk ke Nagari Garabak.“Kita sempat berhenti beberapa kali dijalan, banyak kendaraan yang kandas, termasuk kendaraan dari Dinas kehutanan. Sehingga sempat ditarik kembali keluar,” jelasnya.Diketahui jalan tersebut telah 22 tahun rusak parah dan sangat dinanti oleh masyarakat perbaikannya karena jalan tersebut sangat strategis dilalui masyarakat antar kecamatan, untuk mengangkut hasil Panen SawahSejak tahun 1998 yang lalu Pembangunan jalan Garabak Data sempat terhenti akibat masuk dalam kawasan Hutang Lindung. Pada akhir tahun 2019 pemprov Sumbar sudah mengajukan pengurusannya. Tahun ini dalam proses.“Kawasan hutan lindung merupakan kewenangan pusat. Saya minta pada Dinas PSDA, Dinas Kehutanan dan dinas terkait terus urus proses ini. Supaya jalan ini bisa dilalui dan perekonomian masyarakat bisa meningkat, sehingga terlepas dari daerah terisolir,” kata Nasrul Abit.Nasrul Abit menegaskan pembangunan infrastruktur jalan adalah priorita utama dalam peningkatan perekonomian Sumbar. Dengan diperbaikinya jalan, maka desa Garabak Data terbebas dari daerah terisolir.Tidak hanya itu saja, Nasrul Abit Garansi Perbaikan 17 Km jalan Garabak Data di Kabupaten Solok dengan harapan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.Selain itu, Kepala Biro Kerja Sama Pembangunan dan Rantau, Drs. Luhur Budianda SY, M.Si juga menyampaikan sampai saat ini daerah yang pernah dikunjungi wagub Sumbar, masih terkendala Infrastruktur, jaringan internet, kesehatan dan pendidikan masih menjadi persoalan daerah terpencil.“Semua kendala ini akan kita bahas nantinya bersama instansi terkait, sesuai kewenangan masing-masing,” ulas Budianda.Selama dua hari di Garabak Data ini, Wagub Sumbar menginap di salah satu rumah penduduk yang minim fasilitas, untuk merasakan langsung keadaan warga setempat. Selain itu Wagub Sumbar bisa menyerap aspirasi masyarakat setempat, dan kemudian dilanjtkan dengan meninjau sejumlah lokasi pembangunan infrastruktur jalan, kesehatan, pendidikan, jaringan informasi dan perekonomian masyarakat.“Kita sudah sering melakukan kunjungan ke daerah-daerah terpencil seperti Nagari Garabak Data, namun kali ini kita mengalami kesulitan menuju lokasi. Mudah-mudahan berjalan dengan lancar,” tuturnya.Budianda inginkan kunjungan ini terus dilanjutkan, karena pembangunan infrastruktur merupakan salah satu kunci untuk mencapai pertumbuhan ekonomi berkelanjutan bagi daerah.Pada kesempatan itu menurut Wali Nagari Garabak Data, Pardinal, S.Pd.I, masyarakat Garabak Data tertumpang harapanya kepada Nasrul Abit yang mampu membangun infrastruktur dan perekonomian daerah di Garabak Data.“Kami sangat bersyukur sekali atas kunjungan rombongan pemprov Sumbar, apalagi dikunjungi oleh seorang tokoh masyarakat Sumbar seperti Nasrul Abit, yang sangat mengerti akan keadaan Sumbar. Mudah-mudahan dengan kunjungan beliau ini membawa harapan baru bagi kami semua,” harap Walinagari Pardinal.Dalam kunjungan Wagub Sumbar tersebut dimanfaatkan oleh Walinagari Garabak Data untuk mengumpulkan warganya agar bisa menyampaikan keluhan terkait kesejahteraan warganya.“Kita berharap dengan kehadiran rombongan Wagub ini bisa memperbaiki infrastruktur jalan menuju Kecamatan, hanya itu agar kami bisa terbebas dari daerah terpencil,” tuturnya.Kunjungan kerja Wagub Sumbar ini diikuti oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumbar Asben Hendri, SE, MM, Kepala Biro Kerja Sama Pembangunan dan Rantau, Drs. Luhur Budianda SY, M.Si, Kepala Biro Pemerintahan Sumbar Drs. Iqbal Ramadi Payana M.Si beserta rombongan OPD lainnya.(nov)