Pelaksanaan Shalat Jum’at Perdana Masjid Al-Ihklas dihadiri Langsung Bupati Kampar

be.jpg
Kampar Kiri Hilir (benuanews riau) – Masjid Al-Ihklas baru selesai pembangunannya, terletak di Dusun Kampung Tengah Desa Sungai Petai Kampar Riau, merupakan salah satu masjid di Kampar Kiri Hilir didaerah tersebut.Dimana masjid ini sebelumnya masih berstatu sebagai Mushola, akan tetapi dengan kerjasama pengurus yang kuat dari jema’ah dusun kampung tengah. Ahirnya rumah Allah tersebut selesai dengan sempurna dibawah pengurusan H Januar Rambo.Dengan demikian, maka berobah status menjadi Masjid yang diberinama Masjid Al-Ihklas dilaksanakan sholat jum’at pertama yang dihadiri langsung  Bupati Kampar H Catur Sugeng Susanto,SH, jum’at (21/8).Dalam pelaksanaan shalat jum’at pertama tepat pada 2 Muharam 1441 H tersebut yang bertindak sebagai imam adalah Abuya Uyul, sementara betindak sebagai khatib adalah Ustad Zulfadli,S.Ag.Pada kesempatan tersebut, Bupati Kampar menyampaikan semoga seluruh masyarakat yang ikut berperan dalam pembangunan masjid ini nantinya terus mendapatkan amal ibadah dari Allah SWT.Kemudian atas apa yang masih kurang didalam masjid dam menjadi harapan pengurua dan jema’ah, Catur menyampaikan akan membantu semgan sepenuhnya. Dengan harapan semoga kedepan Masjid Al-Ihklas ini khusus dalam pelaksanaan sholat jum’at setiap dapat dilaksanana seterusnya dengan jema’ah yang penuh.Disamping itu terkait Pandemi Covid-19 yang masih mewabah khususnya di kampar, Catur terus mengingatkan untuk menjaga diri dalam memayuhi protokol kesehatan sperti menjaga jarak, rajin cuci tangan serta memakai masker setiap beraktipitas diluar rumah.Sementara itu Januar Rambo selaku pengurus masjid menyampaikan bahwa proses pembangunan Mushola menjadi masjid hanya kurun waktu lebih kurang 3 tahun.Dimana pertama masjid ini didirikan pada tahun 2017 dan telah diresmikan, hanya saja dalam pelaksanaan jum’at baru perdana.Dengan demikian Januar Rambo yang juga saat ini merupakan Anggota DPRD Kampar, menyampaikan rasa syukur Masjid ini bisa mulai dilaksanakan sholat jum’at pertama dan dihadiri langsung oleh Bupati Kampar, semoga setiap jum’at kedepan masjis ini penuh dengan jema’anhya.(jd) 

Bustami Datuok Maharajo Lelo mangkat, Ninik Mamak nan 20 Kuok Langsung Tunjuk Tongkat Bodi

Datok-kuok.jpg
Bangkinang (benuanews riau) – “Selamat jalan Kepala Suku Kami Bustami Bin Sari Datuok Maharajo Lelo” Ribuan pelayat mengantarkan Almarhum Bustami Bin Sari Datuok Maharajo Lelo dan Dihadiri Ninik mamak nan 20 kenegerian Kuok dan dihadiri Ribuan masyarakat dan anak kemenakan persukuan melayu serta dihadiri oleh Kepala desa Kuok Harismam mengantarkan Almarhum Bustami ketempat peristirahatan terakhir pada Jum’at,( 21/08).Bustami yang mafat pada Jum’at subuh tersebut lahir 28 Februari 1961 (59 Tahun) dengan Isteri Hartati anak 4 orang tersebut resmi memangku jabatan dalam adat sebagai Kepala persukuan melayu sejak tahun 2015. . Datuok nan 20 kenegerian Kuok sebelum Almarhum dishalatkan telah melakukan bermusyawarah adat dengan menunjuk H. Nurlis Datuok Gheno Angso sebagai penyambung tungkek bodi (Pejabat Sementara) sebagai Datuok persukuan melayu.Almarhum Bustami dimakamkan di Perkuburan Melayu di Singolan Pulau belimbing I desa Kuok kecamatan Kuok.Amir Husin mewakili keluarga memohon maaf atas kesalahan baik secara pribadi maupun secara adat baik ucapan ataupun perbuatan yang menyinggung baik selaku masyarakat maupun sebagai pemangku adat persukuan melayu, atas permohonan maaf kami ucapkan terimakasih” Kata Amir Husin, begitu juga terhadap Ninik Mamak nan 20 kenegerian Kuok yang telah melakukan rapat terhadap pengisian kekosongan Ninik mamak nan 20 kenegerian Kuok yang dihadiri juga oleh Sekretaris Ninik mamak nan 20 drs. Zamri.Sementara itu Ustadz Taufiq dalam tausiyahnya menyampaikan kematian adalah pelajaran yang berharga bahwa setiap yang hidup pasti akan meninggal, jadikan kematian itu sebagai ikhtibar bagi kita, semua akan kita tinggalkan kecuali Amal yang shaleh” Kata Taufiq.Sementara itu Kepala Desa Kuok Harisman menyatakan selaku Pemerintah menyatakan ikut belasungkawa atas wafatnya Bustami pemangku adat 20 kenegerian Kuok, tentunya kami meminta kepada kita semua untuk memberikan maaf kepada beliau, dan selaku penyambung pemangku adat ia berharap Roda adat terus berjalan, khususnya dalam mengurus anak kemanakan di persukuan Melayu” Tutup Harisman (jd)

Partai Golkar Sahkan Fakhrizal Bersama Genius Umar Maju di Pilkada Sumatera Barat periode 2020-2024

fakhrizal-dan-genius-umar.jpg
Sumbar (benuanews sumbar) – Partai Golkar berikan dukungan kepada Fakhrizal Bersama Genius Umar pada pilkada Sumbar 2020 sebagai calon Gubernur.Dengan ditandatanganinya Reomendasi Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar tentang Pengesahan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur periode 2020-2024 oleh Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto dan Sekretaris Jenderal Partai Golkar Lodewidjk F. Paulus tertanggal 19 Agustus 2020 maka Partai Golkar Sah mengusung  Fakhrizal Bersama Genius Umar Maju di Pilkada Sumatera Barat.Lewat keterangan tertulis Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat Lazuardi Erman, SH, surat rekomendasi telah diterima oleh Fakhrizal  jadi sudah sah diusung oleh Partai Golkar untuk maju sebagai calon, Jumat (21/08/2020).Fahkrizal akan berpasangan dengan, Wali Kota Pariaman Genius Umar pada pilkada 2020. rekomendasi dari Golkar merupakan modal untuk mencari dukungan dari dua partai lain, seperti Nasdem dan PKB. Semoga dukungan masyarakat Sumatera Barat berada pada Fahkrizal ujarnya.Mulyadi-Ali Mukhni, Nasrul Abit dan Indra Catri, Fakhrizal Bersama Genius Umar merupakan  kandidat yang akan bersaing ketat pada pilkada Sumbar nantinya.Reza

Resmikan Rumah Tenun Ngenang, Marlin Rencanakan Pengembangan Kampung Wisata

Batik-batam-b.jpg
Batam (benuanews kepri) – Marlin Agustina Rudi kunjungi Pulau Ngenang Kota Batam Kepulauan Riau, melihat langsung Rumah Tenun Pulau Ngenang, dengan cara menaiki motor yang sudah disiapkan masyarakat daerah tersebut, Rabu (19/8).Rumah tenun ini merupakan mimpi Marlin yang berwujud nyata. Berkat bantuan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) Bank Mandiri, masyarakat Ngenang yang sedang menekuni dunia tenun jadi memiliki satu tempat pembuatan khusus.“Saya lihat kasihan, rumah jadi sempit karena alat tenunnya cukup besar. Lalu saya bilang ke Kabid Perindustrian (Dinas Perindustrian dan Perdagangan), bagaimana kalau kita cari dana untuk buat satu bangunan. Jadi alatnya bisa diletak di satu tempat dan terkumpul. Alhamdulillah kita dapat bantuan dari Bank Mandiri” Kata Ketua Dekranasda Kota Batam.Marlin menceritakan ide awal pengembangan Pulau Ngenang sebagai sentra tenun Kota Batam ini muncul sekitar tiga tahun lalu. Kala itu Marlin menghadiri Musyawarah Nasional Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Pusat. Ketua Dekranas Pusat ketika itu, Mufidah Jusuf Kalla berpesan agar di tiap daerah harus ada produk tenun songketnya.“Saat kembali, saya tanya adakah alat kita. Katanya ada lima, tapi tidak bergerak. Lalu saat safari Ramadan ke Ngenang, saya datang dan lihat langsung alatnya. Ketika itu saya juga melihat kondisi pulaunya. Dan saya langsung terpikir, ini tempatnya potensial sekali kalau dikembangkan jadi kampung wisata. Alhamdulillah ibu-ibunya juga bersedia kita bina. Kita panggil pelatih datang ke sini untuk memberi pelatihan menenun.Di awal pelatihan, hanya lima orang yang tertarik. Setelah berjalannya waktu, kini Ngenang sudah punya 15 orang penenun. Tak hanya ibu-ibu, kegiatan membuat kain songket ini juga mulai merambah ke para pria.Motif yang diaplikasikan ke tenunnya pun jadi semakin beragam. Sebelumnya hanya bergambar bunga dan dedaunan. Kini mulai dihiasi hewan-hewanan seperti burung dan ikan. Juga ada motif tanjak dan sampan yang mengangkat kearifan lokal.“Alatnya juga bertambah. Awalnya kita punya lima. Lalu kita ajukan ke Kementerian, dapat kucuran tujuh mesin. Dan sekarang sudah punya tempat sendiri. Saya sangat berbangga. Tapi bapak ibu pesan saya satu. Tolong kaderisasi. Ajarkan juga ke yang muda-muda, ke anak sekolah. Nanti kalau sudah semakin ramai, bisa kita minta alat lagi,” ujar istri Wali Kota Batam, Muhammad Rudi ini.Tak berhenti di pelatihan menenun, Marlin juga menggandeng Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam untuk mengembangkan Ngenang sebagai Kampung Wisata.Melalui program percepatan infrastruktur kelurahan (PIK) Pemerintah Kota Batam, jalan di Ngenang kini sudah lebih bagus. Pantai di pulau tersebut juga sudah dibersihkan lewat kegiatan gotong royong.Dan ke depan warga setempat juga akan diberi pelatihan home stay. Marlin akan mengupayakan CSR untuk mengecat rumah warga tanpa mengubah kondisi aslinya. Lingkungan sekitar termasuk pohon-pohon tetap akan dijaga kealamiannya.“Biarkan semula jadi, natural saja. Cukup dibersihkan. Jadi wisatawan datang ke sini bisa menginap di rumah warga. Merasakan langsung suasana asli di sini. Makanan pun tak boleh masuk dari luar, harus masakan warga setempat. Sehingga ekonomi masyarakat bisa bergerak. Transportasi hidup, kuliner hidup, UKM hidup. Dan tenun menjadi identitasnya. Kalau ingat tenun, ingat Ngenang,” papar Marlin menceritakan cita-citanya.Kepada para tamu undangan, termasuk perwakilan Bank Indonesia, Bank Mandiri, Bank Riau Kepri, dan Bank BRI yang hadir di sore itu, Marlin meminta bantuannya untuk promosikan tenun Ngenang ini.“Ini akan kami jadikan contoh kampung wisata di Batam. Tolong promosikan kami. Karena ini dari tidak ada sampai seperti ini perjuangannya luar biasa. Hasil tenun Ngenang ini juga sudah ada yang dibawa ke Jerman, Australia. Pesanan dari Singapura juga sudah masuk, tapi karena covid belum bisa datang orangnya. Di sini juga ada IKM Batik Ngenang Mandiri. Di kesempatan ini saya ucapkan terima kasih pada Bapak Ibu perwakilan bank yang sudah membantu CSR-nya untuk pengembangan tenun dan batik di Ngenang,” pungkasnya.Usai meresmikan Rumah Tenun Ngenang dan membuka pelatihan tenun lanjutan, Marlin beserta rombongan melanjutkan peninjauan ke IKM Batik Ngenang Mandiri. Industri kecil menengah ini juga sudah memproduksi batik dengan motif ciri khas lokal. Saat ini IKM Batik Ngenang Mandiri sudah mendapat pesanan untuk seragam sekolah.(df) 
scroll to top