Syekh Sulaiman Ar-Rasuli menyebarkan Islam “Ulama Pendidik” Layak Jadi Pahlawan Nasional

IMG-20200822-WA0034.jpg
PADANG (benuanews sumbar) — Ulama terkemuka Minangkabau Syekh Sulaiman Ar-Rasuli diusulkan menjadi Pahlawan Nasional tentang pemikiran Syekh Sulaiman Ar-Rasuli dalam bidang pendidikan, dakwah dan sosial.Melalui Webinar Tarbiyah-Perti dalam rangka HUT RI ke-75 dan Haul Syekh Sulaiman AR-Rasuli ke-50, Gubernur Sumbar, mendukung penuh Syekh Sulaiman Ar-Rasuli menjadi Pahlawan Nasional yang telah berjasa dalam bidang pendidikan Islam dengan menjadi titik tolak kebangkitan bagi pesantren-pesantren yang ada di Indonesia terkhusudnya di Sumatera Barat.Hal ini disampaikan saat Irwan Prayitno saat Webinar Tarbiyah-Perti dalam rangka HUT RI ke-75 dan Haul Syekh Sulaiman AR-Rasuli ke-50 di Kantor Kominfo Sumbar, Sabtu (22/8/2020) dengan tema “Optimalisasi Khittah Perjuangan Persatuan Tarbityah Islamiyah (Tarbiyah-Perti) dalam Memantapkan Nila-nilai Kebangsaan pada Tatanan Era Baru Menuju Syekh Sulaiman AR-Rasuli Menjadi Pahlawan Nasional”.Tarbiyah-Perti adalah ormas Islam yang cukup besar di Indonesia yang berasal dari Sumatera Barat didirikan oleh Syekh Sulaiman AR-Rasuli yang merupakan salah satu ulama besar yang terkemuka sejak awal hingga pertengahan abad ke-20.Syekh Sulaiman AR-Rasuli dikenal dengan Inyiak Canduang mengambil peranan kunci dalam menjalankan aktivitas pendidikan di Perti. Sempat terjadi beberapa kali pergantian nama organisasi, namun pada akhirnya Persatuan Tarbiyah Islamiyah kokoh menjadi payung ulama-ulama yang mencerdaskan ummat lewat pendidikan Islam. Ia telah aktif berorganisasi sejak zaman Belanda lewat Syarikat Islam di Agam. Aktivitas itu terus berjalan saat zaman Jepang.“Syekh Sulaiman AR-Rasuli berasal dari Canduang yang terkenal dengan sebutan Inyiak Canduang merupakan salah satu ulama besar yang terkemuka sejak awal hingga pertengahan abad ke-20,” ucap Irwan Prayitno.Pada masa kehidupannya dan sesudah wafatnya, sang syekh mendapatkan apresiasi dari banyak kalangan. Bahkan pada 1975 gubernur Sumatera Barat waktu itu menggelarinya sebagai “Ulama Pendidik”.“Perjuangan dan keteladan beliau masih terus membekas hingga kini bagi kita semua. Perjuangannya dalam di bidang dakwah, pendidikan dan gerakan Islam mengerakan hati kita bangsa Indonesia melawan penjajah,” ucap Irwan Prayitno.Maka dari itu, pada umumnya masyarakat Sumatra Barat menilai sosok Syekh Sulaiman ar-Rasuli cukup layak untuk dianugerahi gelar Pahlawan Nasional.“Hari ini kita memperingati HUT RI ke-75 dan Haul Syekh Sulaiman AR-Rasuli ke-50, sekaligus mempersiapkan untuk menjadi Pahlawan Nasional, karena segala perjuangannya sudah layak untuk diberikan anugrah Pahlawan Nasional,” ungkapnya.Kami dari pemprov Sumbar berharap banyak agar beliau bisa menjadi pahlawan Nasional, agar beliau bisa dikenang sampai akhir zaman.“Insya Allah kami dari Pemprov siap membantu yang saat ini dalam proses di Kementerian Sosial, mudah-mudahan tahun depan sudah dikukuhkan menjadi Pahlawan Nasional,” tambahnya. (nov)

Miliki Pendaftar Terbanyak di UM-PTKIN 2020, UIN Alauddin Makassar Raih Penghargaan Menteri Agama

Makassar (Benuanews sulsel) – Universita Islam Negeri Alauddin Makassar menerima penghargaan dari Menteri Agama, sebagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dengan jumlah pendaftar terbanyak pada Ujian Masuk Perguruan Tinggi Islam Negeri (UM-PTKIN) 2020.Penyerahan piagam penghargaan tersebut diterima Rektor UIN Alauddin Prof Hamdan Juhannis di Harris Vertu Hotel Hamoni di Jakarta Pusat, Jumat (21/8).Prof Hamdan Juhannis menyampaikan rasa bangga dan terima kasih kepada keluarga besar UIN Alauddin Makassar atas kerjasama dan kerja kerasnya memajukan institusi yang kini dipimpinnya tersebut, sehingga menjadi kampus paling diminati di antara PTKIN yang lain.“Menjadi peringkat pertama sebagai kampus dengan pendaftar terbanyak di UM-PTKIN merupakan yang pertama dalam sejarah UIN Alauddin, sehingga tentu ini capaian yang harus dibanggakan sekaligus menjadi pelecut semangat untuk terus meningkatkan kualitas kampus” jelas Prof Hamdan saat dihubungi via WhatsApp, Sabtu (22/8/2020).Senada dengan itu, Wakil Rektor I Prof Mardan juga mengungkapkan kesyukurannya atas keberhasilan tersebut, karena sebelumnya, kata Prof Mardan, UIN Alauddin selalu masuk lima besar sejak tahun 2015, pernah berturut-turut menduduki rangking 2 pada tahun 2017 dan 2018, dari 58 PTKIN Se-Indonesia.“Saya mengajak seluruh keluarga besar UIN Alauddin agar terus meningkatkan kinerjanya, bekerja secara profesional sesuai dengan bidangnya, agar semakin banyak prestasi yang diraih untuk kemajuan kampus” harap Guru Besar Fakultas Adab dan Humaniora tersebut.Sementara itu Kepala Kepala Biro Administrasi Akademik, Kemahasiswaan dan Kerjasama (AAKK) Dr Hj Yuspiani menyampaikan bahwa hal tersebut adalah buah dari kerja kolektif dan terarah yang dipimpin langsung oleh Rektor.“Meski di tengah situasi Pandemi Covid-19, tak sedikitpun mengurangi semangat dan performa tim, terima kasih kepada Rektor dan seluruh keluarga besar UIN Alauddin atas dukungannya selama ini” tutupnya.(budi)Editor : Muh Rustan Salama

Polres Gowa Bagi Bagi Masker Kepada Pengendara Yang Tidak Mematuhi Protokol Kesehatan

IMG-20200822-WA0002.jpg
Gowa (Benuanews sulsel) – Mengingat situasi saat ini Covid-19 masih menjadi pandemic di wilayah Indonesia. Khususnya di Sulawesi Selatan membuat jajaran Kepolisian terus berupaya mengedukasi masyarakat untuk cara pencegahannya.Seperti halnya yang dilakukan Personil Satgas 3 Polres Gowa yang dipimpin Kasat Sabhara Polres Gowa AKP Alhabsi pada Sabtu (22/8) turun langsung menemui pengendara yang belum mematuhi protokol kesehatan.“Hari ini kita turun langsung kelapangan untuk melaksanakan pendisiplinan protokol kesehatan, namun ada beberapa warga masyarakat masih saja tak patuh dalam aturan dan himbauan pemerintah tentang protokol kesehatan saat masa pandemi covid-19 saat ini,” ungkap AKP Alhabsi.Melihat warga tak menggunakan masker, Personil Satgas 3 Polres Gowa sigap menghampiri pengendara dengan tegur sapa serta humanis membagikan masker ke warga tersebut.Terpisah, Kapolres Gowa AKBP Boy FS Samola berharap dan berpesan baik kapara perosnil Polres Gowa itu sendiri agar menjadi contoh bagi masyarakat agar tetap patuh dengan protokol kesehatan dengan cara menggunakan masker guna mencegah penyebaran covid-19 yang saat ini masih menjadi pandemic diwilayah kita di Kabupaten Gowa Pungkasnya.Pewarta  : Budibenuanews 

Gowa-Mo Kutuk Keras Pembunuhan Jurnalis Di Mamuju

IMG-20200822-WA0001.jpg
 Makassar (Benuanews sulsel) Seorang jurnalis media online di Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) Sulawesi Barat, Demas Laira (28) ditemukan tewas bersimbah darah dengan luka tusuk di sekujur tubuhnya, Kamis (20/8) dini hari.Jasad korban ditemukan pertamakali oleh pengemudi truk tergeletak di pinggir jalan di Dusun Salobijau, Desa Tasokko, Kecamatan Karossa. Kemudian penemuan mayat korban tersebut dilaporkan ke Polsek Karossa.Menanggapi kasus tersebut Group Wartawan Media Online (Gowa-Mo) mengutuk keras peristiwa berdarah itu. Oleh sebab itu, Gowa-Mo mendesak pihak kepolisian untuk mengusut tuntas dan transparan dalam mengungkap kasus tersebut.Ketua Umum Gowa-Mo, Syafriadi Djaenaf menegaskan apapun motifnya, pihak Kepolisian dalam hal ini Polda Sulbar khususnya Polres Mamuju Tengah untuk mengusut tuntas kasus tersebut.“Kami mengutuk keras kejadian yang menewaskan saudara kami ini. Kami mendesak pihak Kepolisian untuk menangkap segera para pelaku,” tegasnya.Pria yang akrab disapa Daeng Mangka ini mengatakan bahwa kasus kriminalisasi wartawan merupakan kejahatan apalagi tindakan pembunuhan merupakan pelanggaran hukum yang jelas.Oleh sebab itu, pihak Kepolisian tidak boleh membiarkan kasus ini lewat begitu saja dan harus transparan dalam mengungkap kasus ini. “Kami mengutuk keras tindakan biadab ini,” kecamnya lagi.Selain mendesak pihak Kepolisian, Gowa-Mo yang bermarkas di Sulawesi Selatan ini menyerukan kepada seluruh pewarta di seluruh Indonesia untuk bersama-sama mengawal kasus tersebut.“Kita juga menyerukan solidaritas nasional untuk profesi jurnalis yang terus menerus menuai ancaman dan kriminalisasi dalam kerja-kerja jurnalistik hari-hari terakhir ini,” pungkasnya. (rustan) 
scroll to top