630 Warga Penerima Bantuan Sosial Tunai (BST) ke 8 Untuk Warga Desa Sangiang Tajung Karangayar

WhatsApp-Image-2020-11-10-at-12.38.35.jpeg
Lebak Banten (benuanews.com) — Sebanyak 630 Kelompok Penerima Manfaat(KPM) yang ada di Desa  sangiangtanjung, Kecamatan Kalanganyar, Kabupaten Lebak, Banten. bertepatan dengan Hari Pahlawan,kini cair lagi.Bantuan covid 19.Desa sangiang tanjung sejak pagi sudah didatangi para warga ,untuk pencairan Bantuan Sosial Tunai(BST)dari Kantor Pos yang dikirim ke Desa tersebut.Pencairan tersebut dipantau langsung oleh team monitoring dari Kantor Pos oleh saudara Dipari dan rekannya. Begitu antusias warga mengantri untuk mendapatkan giliran pencairan.Kepala Desa sangiang tanjung. Mulyana selalu memantau warga yang antri dihalaman Kantor Desa agar terib dan selalu mematuhi protokol kesehatan.“Kami selalu memperhatikan warga kami ,agar tetap mematuhi aturan Pemerintah tentang kesehatan dan teratur dalam mengantri agar pembagian bantuan ini berjalan tertib dan lancar” jelas Kepala Desa Mulyana.Ales Lesmana selaku Sekertaris Desa,memantau jalannya pencairan tersebut di dalam kantor Desa.Sopandi selaku Kepala Urusan Seksi Pembangunan(KAUR KASIPEM) dan Keamanan Ketertiban Masyarakat(KAMTIBMAS)mengatur jalannya pencairan tersebut.Sebesar Rp300.000 yang diterima langsung untuk masing-masing penerima.sesuai dengan berdasarkan keputusan Pemerintah Republik dan Kementerian Sosial Republik Indonesia,berhak memperoleh Bantuan Sosial Tunai Tahun 2020.Kontributor : Aguh

TPS 19 Nagari Tiku Selatan Jadi Percontohan Provinsi Sumbar Simulasi Pemungutan dan Perhitungan Suara Pemilihan Serentak 2020

20201110_135351_resized.jpg
Lubuk Basung (benuanews.com) — Komisi Pemilihan Umum Sumatera Barat adakan uji coba atau simulasi pemungutan dan perhitungan suara di Tempat Pemilihan Suara (TPS) Pemilihan Serentak Kepala Daerah 2020 pada TPS 19 Nagari Tiku Selatan Kecamatan Tanjung Mutiara Kabupaten Agam. Selasa (10/11).“Pelaksanaan simulasi ini diadakan KPU Provinsi Sumatera Barat dan dihadiri seluruh KPU Kabupaten Kota yang ada di Sumbar, sedangkan KPU Agam hanya menyediakan tempat” kata Zainal Abadi Ketua Devisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu KPU Kabupaten Agam.mengungkapkan rasa terimakasi kepada KPU Provinsi yang telah memberikan kepercayaan dengan menunjuk KPU Kabupaten Agam sebagai lokasi percontohan simulasi pemungutan suara Pilkada serentak Tahun 2020.Ditunjuknya KPU Kabupaten Agam sebagai tempat simulasi pemungutan suara Pilkada Serentak Tahun 2020 dengan menerapkan protokol kesehatan ditengah pandemi Covid -19 di kabupaten Agam.“Kami sangat bersyukur dan alhamdulillah dengan adanya simulasi ini di Kabupaten Agam, semoga segala pelaksanaan pemilu 9 Desember nanti bisa berjalan dengan aman dan sukses,” sambungnya.Simulasi dilaksanakan di TPS 19 dengan jumlah pemilih sebanyak 237 pemilih., diperkirakan sebanyak 80 persen ikut kegiatan simulasi tesebut, panitia adalah petugas KPPS.Dia menambahkan, Simulasi dilaksanakan sebelum masuk ke bilik suara, para pencoblos harus di periksa terlebih dahulu kondisi suhu tubuhnya, kemudian wajib mencuci tangan, memakai masker dan jaga jarak biar aman dari penyebaran virus corona.Setelah selesai pemungutan suara selesai dilaksanakan dan di tutup diperkirakan jam 13.00, penitia pemungutan suara dilakukan pembukaan kotak suara dan dilakukan penghitunga  suara.Selanjutnya proses dilakukan, yang berbeda dengan pemungutan serentak sebelumnya adalah adanya Sistem Informasi Rekapitulasi Pemungutan Suara. (Sirekap), semua pakai aplikasi.Kontributor : Fajar

Antisipasi Bencana, Kabupaten Agam Siapkan Sarana dan Prasarana Bencana

WhatsApp-Image-2020-11-10-at-10.52.48.jpeg
Lubuk Basung (benuanews.com) — Kabupaten Agam merupakan daerah yang rawan bencana longsor dan banjir, untuk mengantisipasi kondisi curah hujan tinggi, Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat menyiapkan seluruh sarana dan prasarana penanggulangan bencana supaya penanganan bencana dapat dilaksanakan secepatnya.“Saat ini sarana dan prasarana berupa perahu karet, alat berat, mobil rescue dan lainnya dalam kondisi baik,” kata Pejabat sementara Bupati Agam, Benni Warlis saat apel kesiap siagaan bencana alam dan non alam di Lubukbasung, Selasa (10/11).Ia mengatakan, curah hujan tinggi diprediksi melanda daerah itu pada November 2020 sampai Maret 2021.Pada awal November 2020, tambahnya, tanah longsor melanda Kecamatan Tanjungraya di benerapa titik.Tanah longsor mengenai dua unit rumah dan tidak menelan korban jiwa.Dengan kondisi itu, pihaknya mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan dengan cara menjauhi lokasi perbukitan, sungai dan lainnya.Selain itu melakukan gotong royong dalam membersihkan aliran sungai dari sampah, agar tidak meluap ke pemukiman.“Saya juga meminta Dinas Lingkungan Hidup dan BPBD untuk membersihkan pohon yang berpotensi tumbang mengenai rumah dan pengendara,” katanya.Ia mengakui, Agam merupakan daerah rawan bencana berupa longsor, banjir, tsunami, gempa bumi, angin puting beliung dan erupsi gunung merapi.Ini mengingat bahwa geografi Agam merupakan perbukitan, pantai, dataran rendah, memiliki gunung api aktif dan lainnya.“Bencana alam itu berpotensi melanda daerah itu,” katanya.Kontributor : Fajar

Wabup Lebak Hadiri Penyerahan 1 Juta Sertifikat Tanah Oleh Presiden RI Secara Virtual

WhatsApp-Image-2020-11-10-at-11.09.22.jpeg
Lebak Banten (benuanews.com) — Wakil Bupati Lebak Ade Sumardi menghadiri penyerahan 1 juta sertifikat sertifikat hak atas tanah yang diberikan oleh Presiden RI Joko Widodo secara virtual.Wabup Lebak menyaksikan penyerahan tersebut di Pendopo Gubernur Banten Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B) JI. Syech Nawawi Al-Bantani Serang- Banten, Senin (9/11/2020) bersama Gubernur Banten Wahidin Halim, Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Banten, Andi Tenri Abeng serta Bupati/Walikota se Provinsi Banten.Satu juta sertifikat tersebut diserahkan kepada masyarakat di 31 provinsi dan 201 kabupaten/kota dan penyerahan ini merupakan bagian dari peringatan Hari Agraria dan Tata Ruang.Presiden dalam sambutannya mengaku dirinya sering menerima keluhan dari masyarakat mengenai tanah yang belum bersertifikat, yang dapat mengakibatkan banyak terjadinya sengketa lahan juga masyarakat yang malas untuk mengurus sertifikat karena prosedur yang rumit dan membutuhkan waktu yang sangat lama.Untuk itu, presiden memerintahkan kepada Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala BPN Sofyan Djalil untuk mempermudah prosedur pengurusan dan mempercepat penerbitan sertifikat hak atas tanah tersebut dan memberikan target yang harus dicapai oleh jajaran Kementerian ATR/BPN.“Tahun ini sebetulnya saya beri target 10 juta (sertifikat) tetapi saya tahu ini ada pandemi, ada hambatan di lapangan maupun di kantor, saya turunkan dari 10 juta menjadi 7 juta. Saya yakin insyaallah ini juga akan bisa tercapai,” pungkasnya.Sementara itu usai menghadiri penyerahan sertifikat, Wabup Lebak mengatakan program sertifikasi tanah merupakan bagian dari Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo ini merupakan langkah konkrit pemerintah pusat dalam menyelesaikan berbagai konflik pertanahan yang sering terjadi di masyarakat.“Alhamdulillah dari satu juta serrifikat yang diberikan presiden, lebak menerima 16.147 sertifikat untuk masyarakat di berbagai daerah di 11 kecamatan di Kabupaten Lebak” Ungkap Wabup LebakUntuk diketahui Kementrian Agraria dan Tata Ruang (ATR) di tahun 2016 telah menerbitkan sebanyak 1,1 juta sertifikat, tahun 2017 sebanyak 5,4 sertifikat, tahun 2018 sebanyak 9,3 juta sertifikat, dan tahun 2019 sebanyak 11,2 juta sertifikat.Kontributor :Aguh
scroll to top