Dompu,NTB.Benuanews.com. Wilayah Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu di guyur hujan deras di sertai angin kencang
tepatnya di Kelurahan Dorotangga . Kejadian tersebut menyebabkan pohon tumbang di beberapa titik serta menimbulkan kerusakan pada rumah warga dan gangguan akses jalan. Selain itu, jaringan listrik di wilayah tersebut sempat mengalami pemadaman, namun kini telah berhasil diperbaiki.
.Jum’at, 03 April 2026 sekitar pukul 14.10 WITA
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini namun kerugian yang di timbulkan mencapai ratusan juta rupiah. sebanyak 15 unit rumah rusak parah dan 7 unit rusak sedang, serta akses jalan di Jalan Ahmad Yani sempat terganggu akibat pohon tumbang.
Menyikapi peristiwa tersebut Pemerintah Kelurahan Dorotangga bergerak cepat mendatangi masyarakat yang terdampak bencana.Lurah bersama jajaran turun langsung ke lokasi untuk memastikan kondisi warga sekaligus menyalurkan bantuan kepada para korban.
Lurah Dorotangga Haerul Ansa, SE,
menyampaikan komitmennya untuk segera menangani dampak bencana serta memberikan bantuan maksimal kepada masyarakat terdampak.
“Kami akan terus berupaya agar bantuan segera tersalurkan dan warga yang terdampak bisa kembali pulih seperti semula.”
Menindaklanjuti kejadian tersebut, BPBD Provinsi NTB telah berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Dompu dan stakeholder terkait. Tim BPBD Kabupaten Dompu bersama Tim Reaksi Cepat (TRC-PB) melakukan pembersihan sisa-sisa pohon tumbang, asesmen dampak bencana di lokasi, serta berkoordinasi dengan aparat kecamatan dan kelurahan setempat.
Selain itu, juga dilakukan penyampaian himbauan kepada masyarakat terkait potensi bencana yang dapat terjadi pada masa peralihan musim. Penanganan di lapangan turut melibatkan unsur TNI/Polri serta aparatur kelurahan dan kecamatan.
Adapun kebutuhan mendesak saat ini adalah perbaikan kembali rumah-rumah warga yang menjadi korban. Saat ini kondisi cuaca telah berangsur kondusif, dan BPBD bersama masyarakat terus melakukan kegiatan pembersihan di beberapa titik terdampak.
Sehubungan dengan hal tersebut, masyarakat di wilayah Nusa Tenggara Barat di himbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, mengingat saat ini telah memasuki periode musim hujan dan sebagian wilayah berada pada puncaknya. Pada 3 April 2026 terdapat peluang hujan dengan intensitas tinggi di sebagian besar wilayah NTB, sehingga berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologis seperti angin kencang, banjir, dan tanah longsor yang dapat terjadi secara tiba-tiba.
(Ramadhoan)