Danrem 061/Sk Bersama Walikota Bogor Tinjau Serbuan Vaksinasi Di Yonif 315/Grd

IMG-20210717-WA0047-1.jpg

Bogor, Untuk menekan a ngka penyebaran covid-19 diwilayah Kota Bogor, Cianjur dan Sukabumi, Korem 061/SK gencar melaksanakan kegiatan Serbuan vaksinasi terhadap masyarakat diwilayah jajaran Korem 061/SK. Dan sebanyak 65.000 orang warga masyarakat telah melaksanakan vaksinasi massal gelaran Korem 061/SK, hal tersebut disampaikan oleh Danrem 061/SK Brigjen TNI Achmad Fauzi S.I.P.,M.M. disela-sela kegiatannya yang sedang meninjau pelaksanaan serbuan vaksinasi Massal di Yonif 31/Grd, Sabtu (17/7).

” Hari ini Kami dari Korem 061/Suryakancana bersama para relawan Kota Bogor melaksanakan kegiatan pelayanan vaksinasi untuk 2000 orang peserta, khusus di Batalyon Infanteri 315/Garuda. Pelaksanaan serbuan vaksinasi ini adalah serbuan vaksinasi bela negara dan gotong royong, karena melibatkan para relawan-relawan yang bekerja tulus ihklas secara sukarela dalam memberikan pelayanan vaksinasi kepada warga masyarakat Kota Bogor.” Ujar Jenderal bintang satu ini.

Relawan-relawan ini adalah gabungan dari para nakes yaitu para dokter, tenaga perawat, bidan lalu dari festival merah putih, kemudian adik-adik Pramuka, Paskibraka lalu dari Vihara dhanagun, paguyuban gerak badan termasuk juga civitas akademika yang kita libatkan baik dari IPB kemudian Uika termasuk alumnusnya yang sangat membantu, ungkap Danrem lagi. ” Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan para relawan hingga terlaksananya serbuan vaksinasi ini. sampai kemarin Vaksinasi yang sudah kita laksanakan yaitu sebanyak 65000 orang, jadi cukup lumayan banyak. kemudian perlu kami sampaikan juga, bahwa antusiasme masyarakat sangat luar biasa dan nampaknya sangat mendukung sekali dengan adanya pelayanan ini, karna tanpa didukung oleh warga,maka pelaksanaan kegiatan ini terus kita upayakan tetap ada. Karna kalo kita hanya nembuka pendaftaran melalui aplikasi saja tentunya proses nya akan memakan waktu yang cukup lama, 1 jam hampir 10.000 yg ingin divaksin. “

Kemudian Danrem menjelaskan, bahwa bagi siapapun yang ingin divaksin di Korem 061/SK, ada 3 cara yang dapat dilakukan oleh warga masyarakat, yaitu pertama bisa mendaftar melalui para Babinsa maupun para danramil, kemudian yang kedua bisa langsung datang ke lokasi Vaksinasi dimana pada gelaran serbuan vaksinasi ini Korem menyediakan 8 titik lokasi vaksinasi, akan tetapi bagi yang datang langsung ke lokasi kuotanya kami batasi hal itu tentunya untuk mempermudah para relawan, kemudian opsi atau pilihan yang ketiga yaitu melalui aplikasi yang telah disiapkan, dan itupun dibatasi. intinya setiap hari Wilaysh Korem 06/Sk bisa melaksanakan vaksinasi antara 3000 sampai 3500 orang.

” Perlu diingat, bahwa vaksinasi ini gratis, tidak dipungut biaya. dan kami juga melaksanakan vaksinasi setiap hari dari senin sampai Minggu.

Masih terkait vaksinasi, Danrem juga menyampaikan bahwa hari Senin (19/7) Korem 061/SK akan melaksanakan vaksinasi untuk anak-anak pelajar khusus diwilayah Kota Bogor, dan rencananya pada bulan Agustus Korem 061 akan melaksanakan vaksinasi untuk para pelajar diseluruh wilayah jajaran Korem 061/SK.

” intinya kami akan melaksanakan vaksinasi dari umur 12 tahun, sedangkan maksimal yang sudah dilaksanakan adalah umur 91.” Ujarnya.

Selain itu Danrem juga menyampaikan bahwa rencananya Korem 061/SK akan melaksanakan Go Babinsa jadi Go Babinsa adalah satu program yang mana program tersebut adalah pemberian obat secara gratis kepada warga masyarakat yang terpapar Covid-19. Dan yang diperlukan untuk mendapatkan obat-obatan tersebut hanya tiga yaitu KTP kemudian hasil swab menyatakan positif dan kemudian yang ketiga adalah orang miskin atau orang tidak mampu.

Masih terkait kegiatan Vaksinasi ini, Walikota Bogor Bima Arya menyampaikan bahwa sampai saat ini Vaksinasi di kota Bogor sudah berjalan sebanyak 24%, untuk itu kami membutuhkan tenaga relawan untuk membantu pelaksanaan Vaksinasi Covid-19.

Adapun data warga masyarakat yang yang meninggal akibat wabah covid 19 dalam melaksanakan isolasi Mandiri maupun yang dirawat di rumah sakit adalah warga masyarakat yang belum divaksin Oleh sebab itu Walikota Bogor mengajak seluruh warga masyarakat Kota Bogor yang belum di vaksin untuk melaksanakan vaksinasi.

Selain itu Walikota Bogor juga menyampaikan terkait perpanjangan ppkm darurat ia belum bisa memberikan keterangan apapun karena belum ada instruksi baik dari Gubernur maupun dari Menko kemaritiman Bapak Luhut Binsar Panjaitan.

Hadir pada kegiatan tersebut Kolonel Inf Roby Bulan (Dandim 0606 Kota Bogor ), Kolonel Inf Mahesa Fitriadi (Kasrem 061/sk), Kolonel Inf Sigit (kasi Ops Korem 061/sk), Kolonel Kav Hari Mulyanto ( kasiran rem 061/SK), Dandenkesyah III/I
kemudian Bapak Gatot Susanta Bobat Bapak Guntur Santoso ketua Bobat, Bapak Anwar FMP da Ibu Desi. Tim

Mulai Besok Minggu 18 Juli 2021 Seluruh Destinasi Wisata di Kota Pariaman Ditutup

1626522109-web2.jpg
Pariman (benuanews.com), Seluruh destinasi wisata di Kota Pariaman, Provinsi Sumatera Barat, ditutup selama masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, yang dimulai 18-25 Juli 2021, atau seminggu kedepan.Hal ini diputuskan setelah Walikota Pariaman, Genius Umar, bersama dengan Forkopimda Kota Pariaman, menggelar rapat bersama, menyikapi naiknya status Asessemen Level 4 yang disandang Kota Pariaman per 17 Juli 2021, di Hotel Safari Inn, Pantai Kata, Desa Taluak, Kecamatan Pariaman Selatan, Sabtu sore (17/7/2021).“Dari hasil rapat bersama ini kami pastikan untuk seluruh objek wisata yang ada di Kota Pariaman ditutup, hingga seminggu mendatang, sampai Asessmen Level di Kota Pariaman berubah,” ujar Genius Umar.Selama penutupan sementara seluruh objek wisata di Kota Tabuik ini, pihaknya akan memasang sejumlah tanda larangan masuk, serta menyiagakan petugas dilapangan, yang terdiri dari Polisi, TNI, Pol PP dan Dinas Perhubungan, untuk memastikan tidak ada wisatawan dan pengunjung yang mengunjungi destinasi Kota Pariaman, ulasnya.“Mulai besok, Kawasan wisata Pantai dan Pulau yang ada di Kota Pariaman, ditutup, kemudian mulai malam ini kita akan dirikan pos-pos penyekatan masuk Kota Pariaman. Untuk orang yang akan memasuki Kota Pariaman, nantinya akan diminta kartu sudah vaksin, apabila tidak bisa menunjukan kartu vaksin tersebut, akan kita minta putar balik,” tegasnya.Genius juga meminta masyarakat, termasuk para pedagang-pedagang yang berjualan di sepanjang Pantai dan kawasan wisata, dapat menyikapi hal tersebut, dengan mengikuti arahan dan menaati, penutupan saat PPKM Darurat ini, ungkapnya.Ia berharap, dengan penutupan kawasan pariwisata tersebut, pandemi Covid-19 dapat segera berakhir dan kondisi perekonomian masyarakat serta pariwisata dapat kembali pulih.“Semoga situasi ini dapat segera berakhir, karena itu kami meminta semua pihak dan masyarakat, untuk dapat mematuhi protokol kesehatan, dan juga ikut serta dalam program vaksinasi covid-19, sehingga angka vaksinasi kita akan tercapai, dimana saat ini baru 9 ribu warga Kota Pariaman yang sudah divaksin,” tutupnyatim

Mulai Besok Minggu 18 Juli 2021 Kota Pariaman Berlakukan PPKM Darurat

WhatsApp-Image-2021-07-17-at-21.42.58.jpeg
Pariman (benuanews.com) Menyikapi naiknya status Kota Pariaman menjadi Assesmen level 4 (empat), Pemerintah Kota Pariaman bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) mulai besok, Minggu (18/7) memberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Kota Pariaman. Hal itu didampaikan Walikota Pariaman Genius Umar yang didampingi Forkopimda dalam Konferensi Pers di ruang pertemuan Safari INN Hotel, Sabtu (17/7).“Kota Pariaman akan berlakukan PPKM Darurat mulai besok, Minggu 18 Juli 2021. PPKM darurat dimulai dengan penyekatan pada 6 titik di Kota Pariaman, penutupan objek wisata, pemberlakukan Work From Home (WFH) 75 %, pembatasan aktivitas masyarakat, tidak mengeluarkan izin untuk pesta, memberlakukan takeaway atau pesanan dibawa pulang dan menganjurkan untuk pelaksanaan salat dirumah, “ ungkap Walikota Pariaman Genius Umar.Kota Pariaman merupakan salah satu kota yang harus menerapkan PPKM darurat karena perkembangan kasus Covid-19 yang terus meningkat signifikan. Aturan tersebut mulai diberlakukan pada Minggu (17/7) hingga Minggu (25/7). Saat ini Kota Pariaman berada pada level 4 peningkatan Covid-19, artinya Kota Pariaman berada pada zona merah.“Kita akan lakukan penyekatan pada 6 (enam) titik. Mulai dari jembatan kuraitaji, jembatan sampan, jembatan sunur, Simpang Apar, Pantai Gandoriah, Simpang lapai dan patroli keliling untuk melakukan pantauan. Untuk izin keramaian seperti pesta, bagi masyarakat yang pestanya dilaksanakan dalam minggu ini, akan diberi izin dengan syarat tenda harus terbuka samping kiri dan kanan dan dijaga ketat oleh tim satgas Covid-19 Kota Pariaman. Apabila ditemui pelanggaran dalam pesta tersebut, pesta akan dibubarkan “ jelasnya.Ia menambahkan Pemko Pariaman pada tahun ini tidak melaksanakan Salat Idul Adha. Kepada masyarakat, Walikota menganjurkan kepada masyarakat Kota Pariaman untuk melaksanakan salat dirumah namun bagi yang ingin melaksanakan salat dimesjid, wajib menerapkan prokes yang ketat. Untuk yang ingin masuk ke Kota Pariaman, harus memperlihatkan sertifikat vaksin. Bagi pedagang pasar khusus pasar pagi akan dirapikan dansesama pedagang diberi jarak dengan lokasi di terminal lama Kp.Pondok.“Bagi masyarakat yang ingin melakukan vaksinasi, Pemko Pariaman masih memfasilitasi di puskesmas – puskesmas di kota Pariaman. Kota Pariaman juga sedang mempersiapkan RSUD Sadikin Menjadi rumah sakit rujukan Covid-19 dengan peralatan yang lengkap. Untuk memantau aktivitas warga, setiap desa melibatkan Dubalang dan lainnya untuk patroli malam keliling sehingga aturan aktivitas hanya sampai jam 8 malam bisa dipatuhi, “ tambahnya.Ia berharap PPKM Darurat ini hanya berlaku selama 1 (satu) minggu ini. Kepada masyarakat di Kota Pariaman, dihimbau untuk selalu mematuhi prokes Covid-19 agar terputusnya penyebaran Covid-19. Bagi yang melakukan isolasi mandiri, untuk tetap bertahan dirumah agar Kota Pariaman bisa keluar dari zona merah

Ada Sapi Kurban Presiden RI di Masjid Raya Sumbar, Panitia Siapkan 1.000 Kantong Daging

IMG-20210717-WA0045-1.jpg

Padang – Sapi kurban dari Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) untuk masyarakat Provinsi Sumbar, rencananya akan disembelih, Selasa (20/7) di halaman Masjid Raya Sumbar.

Kepala Biro Administrasi Pimpinan (Adpim) Setdaprov Sumbar, Hefdi mengatakan, sebelum sembelih, sapi kurban dari Presiden RI tersebut akan diserahkan melalui Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah kepada Ketua Panitia Kurban Masjid Raya Sumbar.

Panitia kurban nantinya akan menyiapkan 1.000 kantong untuk daging sapi kurban dari Bapak Presiden RI. Di mana dari 1.000 kantong tersebut, sebanyak 200 kantong dibagikan untuk masyarakat sekitar Masjid Raya Sumbar.

“Sedangkan 800 kantong lagi akan dibagikan ke panti-panti yang ada di Kota Padang dan daerah yang minim sapi kurbannya,” ungkap Hefdi disela-sela kesibukannya Sabtu ( 17/7/2021)

Selain penyembelihan sapi kurban dari Presiden RI, Pemprov Sumbar juga menyiapkan 30 ekor sapi yang akan disalurkan ke daerah-daerah terpencil di Sumbar.

Seperti disalurkan ke Nagari Muaro Sungai Lolo berada di Kecamatan Mapat Tunggul Selatan, Kabupaten Pasaman, Kecamatan Rao Kabupaten Pasaman, Kecamatan Tigo Lurah di Kabupaten Solok

“Sebanyak 30 ekor sapi tersebut merupakan sapi kurban dari seluruh OPD yang ada di lingkup Pemprov Sumbar,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, Presiden RI, kembali ikut berkurban untuk masyarakat Provinsi Sumbar pada Hari Raya Idul Adha 1442 Hijriah/2021.

Idul Adha tahun ini, Jokowi menyumbangkan sapi kurban jenis simental seberat 1,2 ton. Sapi kurban jenis simental itu berasal dari Nagari Gadut, Kecamatan Tilatang Kamang, Kabupaten Agam.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sumbar Erinaldi mengatakan, sapi kurban dari Presiden RI ini telah melewati verifikasi dari tim yang ditugaskan memilihkan sapi kurban.
Ada beberapa ekor sapi yang diusulkan dalam pemilihan untuk Presiden RI.

Setelah dilakukan verifikasi maka terpilih sapi dari peternak Nagari Gadut ini, karena lebih unggul dibandingkan sapi dari daerah lain di Sumbar. Fauzan

scroll to top