Simpan Sabu Didalam Jok Motor, Pria Ini Ditangkap Polisi

IMG-20210718-WA0045.jpg
Kota Bima, NTB benuanews.com – IKR (45) warga Mande Kecamatan Mpunda Kota Bima, akhirnya berurusan dengan polisi. Pasalnya, Sabtu (17/7) siang tadi, terciduk memiliki dan menyimpan serta menguasai narkoba jenis sabu-sabu.Pria berkepala plontos ini, jelas Kapolres Bima Kota melalui Kasat Narkoba Iptu Thamrin, kedapatan Tim Opsnal Narkoba menyimpan Sabu-Sabu di dalam jok sepeda motornya.Awal ditangkapnya IKR, jelas mantan Kasat Narkoba Polres Dompu ini, berdasar informasi masyarakat dan hasil penyelidikan, bahwa di salah satu rumah sekitar jalan Kedodong bilangan Kelurahan Rabangodu Selatan Kecataman Raba Kota Bima, sering dijadikan tempat pesta dan transaksi narkoba.Berdasar informasi dan data itulah,Tim Opsnal lanjutnya menjelaskan, langsung mengintai dan benar adanya, tiba -tiba lewatlah IKR yang mengendarai motor jenis Scopy warna merah yang terlihat mencurigakan.“Tidak mau berlama-lama, Tim Opsnal langsung menghadang IKR dan menggeladah badan serta motor yang dikendarainya,”jelas Thamrin.Saat digeladah dengan disaksikan warga setempat, ditemukan narkoba jenis sabu-sabu berat 0.22 gram yang tersimpan dalam jok motor.Tidak itu saja, Tim juga menyita barang bukti rangkaian bong, sumbu, sendok terbuat dari sedotan air minum, handphone dan Sepeda motor Scoopy merah.“Sebagaimana undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, maka IKR kami amankan bersama barang bukti untuk di proses lebih lanjut,”pungkasnya.(Adbravo)

Polres Bima Berhasil Ringkus Pelaku Pencurian Dengan Kekerasan

IMG-20210718-WA0036.jpg
Bima NTB benuanews.com – Tim PUMA Polres Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), menangkap seorang laki-laki disebuah gubuk yang ada di Kecamatan Belo, Kabupaten Bima, Jumat (16/7/2021)Laki-laki tersebut berinisial RHM alias BOBI, 23 Thun warga Desa Lido, Kecamatan Belo Kabupaten Bima, RHM ditangkap polisi karena diduga melalukan tidak pidana Pencurian Motor (Curanmor) dengan kekerasan.Korbannya adalah perempuan berinisial RS 32 thun warga Desa Ncera, Kecamatan Belo Kabupaten Bima, NTB.Penangkapan RHM merupakan pengembangan dari prlaku AA yang terlebih dahulu diringkus Polisi, menurut AA, RHM merupakan rekannya saat melakukan tindak pidana Curanmor dengan kekerasan tersebut.“masih ada satu lagi rekan mereka, saat ini masih dalam pengejaran tim Kami,” jelas Kasat Reskrim Polres Bima Iptu Adhar, S.Sos Sabtu (18/7/2021).RHM ditemukan petugas saat tidur disalah satu gubuk yang ada di Kecamatan Belo, dimana gubuk tersebut merupakan tempat persembunyianya.RHM sempat mau melarikan diri saat disergap, namun polisi memberikan tembakan peringatan, pada akhirnya RHM berhenti dan menyerahkan diri.Namun didalam perjalanan menuju Mako Polres Bima, RHM berusaha kabur lagi dengan cara mengelabui petugas.“Ditengah perjalanan pulang menuju bima, pelaku pura2 meminta berhenti dengan alasan untuk kencing, setelah diturunkan dari dalam mobil tersangka langsung kabur, namun dengan kesigapan team, salah satu dari mereka berhasil melumpuhkan pelaku dari pelarian nya,” jelas Adhar.Sebelum dibawa ke Polres, RHM dibawa dulu ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan, setelah dihadiahi timah panas oleh petugas.“kini pelaku sudah berada di Mako Polres Bima untuk di lakukan tidakan lebih lanjut,” pungkasnya.(Adbravo)

Polresta Padang Jelaskan Video Viral Luka Bagian Mata

polrestapadang_20210718_070427_0.jpg

Padang (benuanews.com) Menjadi Viral setelah adanya sebuah unggahan video seorang lelaki dengan luka pada bagian mata yang terjadi di Pos penyekatan PPKM Darurat di Kecamatan Lubuk Kilangan Kota Padang.

Kejadian tersebut menjadi trending dan viral di dunia maya. Video yang berdurasi selama 2 menit 8 detik tersebut mendapat perhatian dikalangan warganet.

Mendapati kejadian tersebut Kapolresta Padang Kombes Pol Imran Amir, S.I.K.,M.H. melalui Kasubaghumas Ipda Adha Tawar menjelaskan bahwa kejadian tersebut merupakan kesalahpahaman.

Dijelaskan Ipda Adha Tawar, Korban yang diketahui bernama Awaludin Rao tersebut datang dari arah solok menuju Kota Padang dengan menggunakan mobil. Namun saat Korban memasuki pos penyekatan PPKM darurat yang berada di Lubuk paraku Kecamatan Lubuk Kilangan Kota Padang, Korban tidak bisa menunjukan surat Vaksin minimal vaksin pertama, hasil Swab PCR (H-2)/hasil Rapid Antigen (H-1) sehingga korban disuruh putar balik tidak diperbolehkan masuk oleh petugas yang berjaga.

Mendapati tindakan tersebut korban beradu argumen dengan petugas dan Kapolsek Lubuk Kilangan, Petugas berusaha untuk menenangkan korban yang memberontak. Saat Korban dirangkul untuk masuk kembali kedalam mobil seketika korban langsung mendorong dan memberontak sehingga pena yang di pegang korban mengenai wajahnya dan terluka. Korban berinisiatif untuk mevideokan aksi tersebut.

“Korban sempat dilarikan ke Klinik oleh Petugas” ujar Ipda Adha Tawar, Sabtu (17/7)

WHO Ingatkan Varian Terbaru Covid -19 Lebih Baru dan Lebih Berbahaya

images-14.jpeg

Komite Darurat Organisasi Kesehatan Dunia ( WHO ) hari Kamis memperingatkan bahwa varian terbaru Covid -19 yang lebih baru dan lebih berbahaya diperkirakan akan menyebar ke seluruh dunia.

Menurut peneliti dalam sebuah pernyataan, pandemi dipandang belum berakhir di dunia.

Seperti dilansir dari AFP, Menyusul pengumuman tersebut, juga menjadi kabar buruk bagi beberapa negara yang sedang berjuang untuk mencegah gelombang infeksi Covid-19 yang disebabkan oleh varian baru dari India yakni Delta.

Ketua peneliti WHO Didier Houssin juga mengaku kepada wartawan bahwa tren penularan pandemi semakin mengkhawatirkan.

Dia mengatakan WHO telah mendeklarasikan Darurat Kesehatan Masyarakat Setelah Kekhawatiran Internasional untuk pertama kalinya dalam satu tahun dan enam bulan lalu, peringatan tertinggi yang dikeluarkan oleh badan dunia itu.

Namun, kata dia, virus Covid-19 masih memburu manusia. Sejauh ini, empat varian yang mendominasi penularan Covid-19 di dunia adalah Alpha dari Inggris, Beta dari Afrika Selatan, Gamma dari Brasil, dan Delta dari India.

Namun, panitia memperingatkan bahwa varian baru yang cenderung lebih berbahaya akan muncul dan lebih sulit dikendalikan.

WHO mencatat penggunaan masker, penahanan fisik, kebersihan tangan dan ruang ventilasi di gedung-gedung adalah kunci untuk mengurangi infeksi Covid-19.

Ia juga mencatat pentingnya memvaksinasi setidaknya 10 persen dari populasi di setiap negara pada September mendatang dan negara-negara kaya berbagi vaksin Covid-19 dengan negara-negara miskin.

Sumber: Sindonews

scroll to top