Full Post Style
Polres Bima Berhasil Ringkus Pelaku Pencurian Dengan Kekerasan
Polresta Padang Jelaskan Video Viral Luka Bagian Mata
Padang (benuanews.com) Menjadi Viral setelah adanya sebuah unggahan video seorang lelaki dengan luka pada bagian mata yang terjadi di Pos penyekatan PPKM Darurat di Kecamatan Lubuk Kilangan Kota Padang.
Kejadian tersebut menjadi trending dan viral di dunia maya. Video yang berdurasi selama 2 menit 8 detik tersebut mendapat perhatian dikalangan warganet.
Mendapati kejadian tersebut Kapolresta Padang Kombes Pol Imran Amir, S.I.K.,M.H. melalui Kasubaghumas Ipda Adha Tawar menjelaskan bahwa kejadian tersebut merupakan kesalahpahaman.
Dijelaskan Ipda Adha Tawar, Korban yang diketahui bernama Awaludin Rao tersebut datang dari arah solok menuju Kota Padang dengan menggunakan mobil. Namun saat Korban memasuki pos penyekatan PPKM darurat yang berada di Lubuk paraku Kecamatan Lubuk Kilangan Kota Padang, Korban tidak bisa menunjukan surat Vaksin minimal vaksin pertama, hasil Swab PCR (H-2)/hasil Rapid Antigen (H-1) sehingga korban disuruh putar balik tidak diperbolehkan masuk oleh petugas yang berjaga.
Mendapati tindakan tersebut korban beradu argumen dengan petugas dan Kapolsek Lubuk Kilangan, Petugas berusaha untuk menenangkan korban yang memberontak. Saat Korban dirangkul untuk masuk kembali kedalam mobil seketika korban langsung mendorong dan memberontak sehingga pena yang di pegang korban mengenai wajahnya dan terluka. Korban berinisiatif untuk mevideokan aksi tersebut.
“Korban sempat dilarikan ke Klinik oleh Petugas” ujar Ipda Adha Tawar, Sabtu (17/7)
WHO Ingatkan Varian Terbaru Covid -19 Lebih Baru dan Lebih Berbahaya
Komite Darurat Organisasi Kesehatan Dunia ( WHO ) hari Kamis memperingatkan bahwa varian terbaru Covid -19 yang lebih baru dan lebih berbahaya diperkirakan akan menyebar ke seluruh dunia.
Menurut peneliti dalam sebuah pernyataan, pandemi dipandang belum berakhir di dunia.
Seperti dilansir dari AFP, Menyusul pengumuman tersebut, juga menjadi kabar buruk bagi beberapa negara yang sedang berjuang untuk mencegah gelombang infeksi Covid-19 yang disebabkan oleh varian baru dari India yakni Delta.
Ketua peneliti WHO Didier Houssin juga mengaku kepada wartawan bahwa tren penularan pandemi semakin mengkhawatirkan.
Dia mengatakan WHO telah mendeklarasikan Darurat Kesehatan Masyarakat Setelah Kekhawatiran Internasional untuk pertama kalinya dalam satu tahun dan enam bulan lalu, peringatan tertinggi yang dikeluarkan oleh badan dunia itu.
Namun, kata dia, virus Covid-19 masih memburu manusia. Sejauh ini, empat varian yang mendominasi penularan Covid-19 di dunia adalah Alpha dari Inggris, Beta dari Afrika Selatan, Gamma dari Brasil, dan Delta dari India.
Namun, panitia memperingatkan bahwa varian baru yang cenderung lebih berbahaya akan muncul dan lebih sulit dikendalikan.
WHO mencatat penggunaan masker, penahanan fisik, kebersihan tangan dan ruang ventilasi di gedung-gedung adalah kunci untuk mengurangi infeksi Covid-19.
Ia juga mencatat pentingnya memvaksinasi setidaknya 10 persen dari populasi di setiap negara pada September mendatang dan negara-negara kaya berbagi vaksin Covid-19 dengan negara-negara miskin.
Sumber: Sindonews