Data Berkualitas Jadi Fondasi Pembangunan Lumajang 10 Tahun ke Depan

IMG-20260610-WA0310.jpg

Lumajang,Benua News.com – Pemerintah Kabupaten Lumajang menegaskan bahwa kualitas data menjadi faktor penentu keberhasilan pembangunan daerah di masa depan. Karena itu, pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 dipandang bukan sekadar kegiatan pendataan, melainkan langkah strategis untuk membangun fondasi kebijakan yang lebih tepat sasaran selama satu dekade ke depan.

Komitmen tersebut disampaikan Bupati Lumajang, Indah Amperawati, saat melepas 1.161 petugas Sensus Ekonomi 2026 Kabupaten Lumajang di Hall Ranu Kumbolo Hotel Aston Inn Lumajang, Selasa (9/6/2026).

Menurut Bunda Indah, pembangunan yang efektif hanya dapat diwujudkan apabila pemerintah memiliki data yang akurat, lengkap, dan mampu menggambarkan kondisi riil masyarakat serta dinamika ekonomi daerah.

“Sensus Ekonomi 2026 merupakan sensus yang sangat penting karena hasilnya akan menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan dalam jangka panjang. Kualitas data yang dihasilkan akan menentukan kualitas kebijakan yang dibuat pemerintah,” tegasnya.

Ia menjelaskan, hasil sensus akan memberikan gambaran menyeluruh mengenai struktur perekonomian daerah, perkembangan usaha masyarakat, potensi sektor unggulan, kondisi UMKM, hingga peluang ekonomi baru yang berkembang di tengah perubahan zaman.

Melalui data tersebut, pemerintah dapat menyusun program yang lebih presisi, mengarahkan investasi secara lebih efektif, serta memastikan berbagai intervensi pembangunan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

“Data yang baik akan membantu pemerintah mengetahui potensi yang harus dikembangkan, persoalan yang harus diselesaikan, dan kelompok masyarakat yang perlu mendapat perhatian lebih. Karena itu, data bukan sekadar angka, tetapi fondasi pengambilan keputusan,” ujarnya.

Bunda Indah menambahkan, tantangan pembangunan saat ini semakin kompleks sehingga membutuhkan pendekatan berbasis bukti (evidence-based policy). Pemerintah tidak lagi cukup mengandalkan asumsi atau perkiraan, melainkan harus bertumpu pada data yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan.

Dalam konteks tersebut, para petugas sensus memiliki peran strategis sebagai penghasil data dasar yang akan digunakan pemerintah dalam merancang berbagai kebijakan ekonomi dan sosial di masa mendatang.

“Saudara-saudara adalah ujung tombak pembangunan berbasis data. Dari hasil kerja para petugas inilah akan lahir informasi yang menjadi dasar perencanaan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Lumajang, Mochamad Sonhaji, mengatakan bahwa Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi sumber informasi fundamental mengenai kondisi perekonomian daerah yang dibutuhkan dalam mendukung agenda pembangunan jangka panjang.

Menurutnya, data ekonomi yang akurat tidak hanya bermanfaat bagi pemerintah, tetapi juga menjadi rujukan bagi dunia usaha, akademisi, serta berbagai pemangku kepentingan dalam mengambil keputusan dan menyusun strategi pembangunan.

“Sensus Ekonomi 2026 menghasilkan data yang terkini dan komprehensif sebagai dasar perumusan kebijakan pembangunan ekonomi yang lebih efektif, inklusif, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Dengan diterjunkannya 1.161 petugas sensus di seluruh wilayah Kabupaten Lumajang, pemerintah berharap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 mampu menghadirkan data berkualitas yang menjadi fondasi pembangunan daerah selama 10 tahun ke depan.

Sebab, di tengah perubahan ekonomi yang berlangsung cepat, kualitas data akan menentukan ketepatan arah pembangunan dan besarnya manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.

Redaksi

Redaksi

Satu Pelurumu Hanya Tembus Satu Kepala Manusia...Tetapi Satu Tulisan Seorang Jurnalis Bisa Tembus Jutaan Manusia (082331149898)

scroll to top