BAZNAS Labusel Gandeng Penyuluh KB Percepat Penurunan Stunting, Sasar Keluarga Prasejahtera

IMG-20261015-WA0038-1.jpg

LABUSEL – Benuanews.com
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel) memperkuat sinergi dengan Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana (IPeKB) Labusel untuk mendukung percepatan penurunan stunting dan pemberdayaan keluarga prasejahtera.

Komitmen tersebut mengemuka dalam kunjungan silaturahmi perwakilan IPeKB Labusel bersama rombongan ke Kantor BAZNAS Labusel di Kotapinang, Kamis, 15 Oktober 2026.

Kedatangan rombongan disambut langsung oleh Ketua BAZNAS Labusel, Muhammad Yusuf Hasibuan, S.Fil.I., S.H., didampingi Wakil Ketua BAZNAS, Ustaz Supardi, serta amil pelaksana.

Pertemuan berlangsung hangat dalam suasana kekeluargaan. Kedua pihak membahas peluang kerja sama lintas sektor untuk memperluas manfaat program sosial, khususnya bagi keluarga yang membutuhkan perhatian dan pendampingan.

Ketua BAZNAS Labusel, Muhammad Yusuf Hasibuan, menyampaikan pentingnya mempererat silaturahmi sekaligus membangun sinergi strategis melalui pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang tepat sasaran.

Menurutnya, kolaborasi antarlembaga menjadi salah satu langkah penting untuk mengoptimalkan potensi dana sosial umat agar dapat memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Dalam diskusi tersebut, BAZNAS dan IPeKB Labusel turut membahas upaya sosialisasi zakat, infak, dan sedekah kepada masyarakat. Penghimpunan dana sosial tersebut diharapkan dapat mendukung pelaksanaan berbagai program kemanusiaan, termasuk upaya pencegahan dan penanganan stunting.

Kedua pihak juga menyoroti pentingnya perbaikan kondisi lingkungan tempat tinggal keluarga berisiko stunting sebagai salah satu bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang sehat dan mendukung tumbuh kembang anak.

Selain itu, pertemuan tersebut membahas peluang keterlibatan BAZNAS dalam program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING), yang bertujuan mendorong partisipasi berbagai pihak dalam membantu keluarga berisiko stunting.

Melalui program tersebut, keluarga berisiko stunting diharapkan memperoleh dukungan yang sesuai dengan kebutuhan mereka, sehingga upaya pencegahan dapat dilakukan sejak dini dan lebih terarah.

Kolaborasi BAZNAS dengan Penyuluh KB juga diharapkan tidak hanya berfokus pada pencegahan stunting, tetapi turut mendorong pemberdayaan ekonomi keluarga prasejahtera agar mampu meningkatkan kualitas hidup secara berkelanjutan.

Perwakilan IPeKB sekaligus Penyuluh KB Labusel, M. Fathur Nasution, menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat yang diberikan jajaran BAZNAS Labusel.

Ia mengapresiasi keterbukaan BAZNAS dalam menerima kunjungan tersebut serta menyambut baik peluang kerja sama untuk mendukung berbagai program kemasyarakatan.

Melalui pertemuan ini, IPeKB Labusel menegaskan komitmennya untuk terus membuka ruang kolaborasi dengan BAZNAS dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Sinergi lintas sektor tersebut diharapkan mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, meningkatkan kesejahteraan keluarga penerima manfaat, serta menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak secara optimal.

Kerja sama ini juga diharapkan menjadi bagian dari kontribusi bersama dalam mewujudkan keluarga berkualitas dan mendukung visi Indonesia Emas 2045.(K.Nasution)

scroll to top