*Dorong Penguatan Budaya Membaca, Bupati Luwu Utara Kukuhkan 15 Bunda Literasi Kecamatan*

IMG-20261105-WA0128.jpg

LUWU UTARA-Benuanews.com-Semangat literasi di Kabupaten Luwu Utara kian berdenyut kencang. Terbukti dengan sebuah langkah strategis yang diambil oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Luwu Utara untuk memperkuat fondasi membaca masyarakat hingga ke tingkat akar rumput (desa).

Bertempat di Panggung Festival Literasi Kabupaten Luwu Utara yang berlokasi di Pelataran Kantor Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (Dispersipda), Bupati Andi Abdullah Rahim secara resmi mengukuhkan Bunda Literasi Kecamatan se-Kabupaten Luwu Utara, Rabu (4/11/2026).

Pengukuhan yang dirangkaikan dengan pembukaan Festival Literasi Kabupaten Luwu Utara 2026 ini menjadi momentum yang sangat penting bagi bangkitnya semangat literasi di daerah berjuluk Bumi La Maranginang tersebut, dengan dikukuhkannya 15 Bunda Literasi Kecamatan.

Pengukuhan 15 Bunda Literasi Kecamatan oleh Bupati Luwu Utara tersebut diperkuat dengan adanya Surat Keputusan (SK) Bupati Kabupaten Luwu Utara dengan Nomor 100.3.3.2/406/X/2026 tentang Pengukuhan Bunda Literasi Kecamatan Tingkat Kabupaten Luwu Utara.

Menariknya, formasi Bunda Literasi ini dijabat oleh 12 isteri camat, serta tiga camat perempuan. Tiga camat perempuan yang dikukuhkan sebagai Bunda Literasi adalah Camat Malangke Barat Ratnawati, Camat Bonebone Verawaty Suhady, serta Camat Tanalili Syamsurya.

Sementara 12 istri camat lainnya yang juga dikukuhkan sebagai Bunda Literasi Kecamatan masing-masing dari wilayah Sukamaju, Sukamaju Selatan, Mappedeceng, Masamba, Malangke, Sabbang, Sabbang Selatan, Baebunta, Baebunta Selatan, Rongkong, Seko, dan Rampi.

Dalam sambutannya Bupati Andi Abdullah Rahim menyampaikan ucapan selamat kepada para Bunda Literasi yang baru saja dilantik tersebut. Namun, ia juga menitipkan pesan mendalam agar amanah ini dijalankan dengan aksi nyata yang berdampak luas bagi masyarakat.

“Kepada para Bunda Literasi yang baru dilantik, secara khusus saya sampaikan selamat kepada kita semua. Saya berpesan agar jabatan Bunda Literasi ini bukan hanya seremonial saja, tetapi kita juga harus bergerak memberikan dampak yang sangat luas,” tegas Andi Rahim.

Ia meminta para Bunda Literasi agar senantiasa menghadirkan taman baca bagi anak-anak yang ada di masing-masing desa. “Gerakkan seluruh unsur yang ada di masing-masing desa untuk terus belajar, serta memperluas cakrawala ilmu pengetahuannya,” harap Andi Rahim.

Tak hanya itu, alumnus Fakultas Tehnik Unhas ini juga berharap kepada para Bunda Literasi agar menjadi motor penggerak bagi aktivitas literasi di tiap-tiap kecamatan. “Saya juga mengharapkan agar ibu-ibu semua ini menjadi motor penggerak bagi aktivitas literasi,” tegasnya.

Literasi di era modern seperti saat ini, lanjut Bupati, tak lagi sekadar kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga mencakup seluruh kemampuan untuk memahami informasi secara kritis, literasi digital, hingga kemampuan mengelola keuangan dan kecakapan hidup.

“Kehadiran Bunda Literasi di tingkat kecamatan tentunya memegang peranan strategis sebagai agen perubahan, sebagai jembatan komunikasi yang efektif, serta menciptakan pemerataan akses bacaan, mengingat wilayah geografis Luwu Utara ini sangat luas,” tandasnya.

Dengan semangat baru dari ajang Festival Literasi Kabupaten 2026, Bupati Andi Abdullah Rahim optimistis mampu melahirkan generasi masa depan yang cerdas, kritis, serta siap menghadapi tantangan zaman melalui budaya membaca yang kokoh yang dimulai dari desa. (LHr#)

scroll to top