Mataram NTB benuanews.com – Piket fungsi Polsek Selaparang bergerak cepat mendatangi lokasi penemuan seorang pria yang ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di area One Premium Car, Jalan Jenderal Soedirman, Lingkungan Rembige Timur, Kelurahan Rembige, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram, Kamis (03/09/2026).
Pria tersebut diketahui bernama Wahyudi Prabowo (35), warga Komplek Kehutanan, Kelurahan Karang Pule, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram.
Kapolsek Selaparang Iptu Zulharman Lutfi, SH., menjelaskan, penemuan tersebut pertama kali diketahui oleh seorang juru parkir yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Peristiwa itu diketahui sekitar pukul 07.20 Wita. Saat itu, juru parkir melihat korban dalam posisi tergeletak di depan ruang tunggu One Premium Car. Karena belum mengetahui kondisi korban, juru parkir kemudian memanggil petugas pengelola tempat tersebut.
Petugas pengelola selanjutnya berupaya memastikan kondisi korban dengan meminta bantuan petugas Puskesmas untuk melakukan pemeriksaan di lokasi.
“Setelah diperiksa di TKP, korban diketahui sudah tidak bernyawa. Saat itu petugas kita sudah tiba di lokasi dan langsung melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk selanjutnya menghubungi pihak keluarga,” jelas Iptu Zulharman.
Dari keterangan yang dihimpun, sebelum ditemukan tergeletak, korban sempat berkomunikasi dengan juru parkir beberapa saat sebelumnya. Setelah itu, juru parkir kembali melanjutkan pekerjaannya.
Namun sekitar pukul 07.20 Wita, korban kembali terlihat oleh juru parkir dalam posisi terlentang di depan ruang tunggu.
Setelah menerima informasi tersebut, personel Polsek Selaparang langsung melakukan penanganan di lokasi serta berkoordinasi dengan pihak terkait dan keluarga korban.
Kapolsek mengatakan, pihak keluarga telah datang dan memberikan keterangan bahwa korban sebelumnya memang diketahui dalam kondisi kurang sehat. Setelah mengetahui kondisi korban, keluarga menerima peristiwa tersebut dengan ikhlas dan menganggapnya sebagai takdir.
“Kami langsung menghubungi pihak keluarga. Berdasarkan keterangannya, korban memang dalam keadaan kurang sehat. Keluarga korban menerima dengan ikhlas karena dianggap sebagai takdir. Keluarga juga menolak untuk dilakukan autopsi. Dipastikan tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” tutupnya.
Respons cepat personel Polsek Selaparang dalam menangani laporan tersebut menjadi bagian dari pelayanan kepolisian, sekaligus memastikan proses penanganan di lokasi berjalan sesuai prosedur serta memberikan kepastian kepada pihak keluarga. (Dv)