LUMAJANG, BenuaNews.com – Busana indah yang dikemas Vega dalam tarian ini bukan sekadar hiasan, melainkan mengangkat nama yang lahir dari legenda rakyat agung tanah Jawa. Asal-usul nama Banyuwangi sendiri terukir dari kisah cinta dan kesetiaan abadi Sri Tanjung kepada suaminya, Patih Sidopekso.
Dikisahkan, Raja yang serakah memfitnah Sri Tanjung hanya untuk memilikinya. Terbakar cemburu buta, sang Patih yang terhasut fitnah akhirnya menghabisi nyawa istrinya di tepi sungai. Namun keajaiban terjadi: darah suci Sri Tanjung justru mengubah air sungai yang keruh menjadi bening dan harum semerbak—menjadi bukti kesetiaan yang tak ternilai harganya.
Dewan juri yang terhormat, hadirin sekalian! Inilah persembahan megah Nomor Urut 06 dari Pemerintah Desa Kalidirim, mengangkat kisah agung dalam sajian Drama Tari Sidopekso Wahiri Ceto.
Selamat menyaksikan!
Pantun Khusus:
Sungai mengalir membawa cerita,
Darah suci jadi wangi abadi,
Sri Tanjung lambang cinta setia,
Kalidirim tampil penuh arti.
Nomor enam datang membawa pesan,
Legenda hidup takkan pernah pudar,
Kesetiaan jadi pedoman jalan,
Di hari merdeka kita bersinar!