Lumajang, (18 Juni 2026),Benua News.com – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kabupaten Lumajang menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Kabupaten Lumajang, Kamis pagi. Aksi ini digelar untuk mengawasi kebijakan pemerintah pusat yang dinilai berisiko merugikan keuangan negara.
Koordinator aksi berorasi lantang di hadapan massa: “Hidup mahasiswa! Setiap kebijakan pemerintah harus bisa kita awasi. Mengapa kami menyampaikan ini? Karena akses informasi justru dihadang. Kebijakan soal BGN dan KDMP menggunakan dana yang sangat besar, namun diduga hanya dinikmati segelintir orang dan berpotensi menimbulkan praktik korupsi. Katanya ini lembaga perwakilan rakyat, tapi kenapa pintunya tak kunjung terbuka untuk kami dengar dan sampaikan aspirasi?” teriaknya disambut sorak dukungan.
Menanggapi tuntutan tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Lumajang, Oktafiani, SH, MH, menyatakan akan menindaklanjuti dengan serius. “Kami siap menyalurkan dan memperjuangkan apa yang menjadi tuntutan Aliansi BEM ini ke pemerintah pusat dan DPR RI. Surat permohonan peninjauan serta pengawasan terhadap kebijakan BGN dan KDMP ini akan ditandatangani oleh saya selaku ketua, wakil ketua, dan seluruh pimpinan fraksi di dewan,” tegasnya.
Pihak koordinator aksi pun memberikan batas waktu tanggapan. “Kami berikan tenggat waktu hanya 24 jam. Jika belum ada jawaban dan tindak lanjut yang jelas, maka kami akan kembali turun ke jalan dengan membawa massa yang jauh lebih banyak,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di lokasi terpantau kondusif dan dipantau ketat oleh petugas kepolisian guna menjaga keamanan dan ketertiban bersama.