Warga Sukaramai Resah, Lumpur Diduga dari Limbah PDAM Meluap hingga Genangi Halaman Rumah

1002502728.jpg

MUARA TEMBESI.(Benuanews.com)– Warga RT 05, Desa Sukaramai, Kecamatan Muara Tembesi, Kabupaten Batanghari, mengeluhkan luapan lumpur dari saluran air yang menggenangi halaman rumah warga. Persoalan tersebut disebut telah berlangsung bertahun-tahun dan hingga kini belum menemukan penyelesaian.

Luapan lumpur kembali terjadi pada Senin (14/9/2026). Endapan lumpur terlihat memenuhi saluran hingga meluber ke area halaman salah satu rumah warga.

Warga sekitar yang enggan disebutkan namanya mengatakan, persoalan tersebut bukan kali pertama terjadi. Menurutnya, endapan lumpur diduga berasal dari aktivitas pembuangan sisa pengolahan air di PDAM Tirta Batanghari Cabang Sukaramai, yang lokasinya berjarak sekitar 120 meter dari permukiman warga.

“Ini sudah lama terjadi, bahkan bertahun-tahun. Kami sudah beberapa kali berupaya mengatasi persoalan lumpur ini, tetapi sampai sekarang belum ada titik terang,” ujar warga.

Kondisi tersebut, lanjut dia, membuat warga merasa dirugikan. Terlebih, luapan lumpur kini tidak hanya memenuhi saluran, tetapi sudah menggenangi halaman rumah warga dan dikhawatirkan semakin meluas.

“Kami mewakili masyarakat yang terdampak merasa kecewa. Sudah berulang kali kejadian seperti ini, tetapi pihak PDAM belum memberikan solusi yang kami harapkan,” katanya.

Warga juga menyebut sebelumnya telah dilakukan gotong royong untuk membersihkan dan mengatasi persoalan saluran tersebut. Kegiatan itu bahkan melibatkan pemerintah desa setempat. Namun, upaya tersebut dinilai belum menyelesaikan persoalan secara permanen.

“Kami sudah capek mengatasi masalah lumpur ini. Sebelumnya warga bergotong royong, bahkan melibatkan pemerintah desa. Tetapi persoalan kembali terjadi,” ungkapnya.

Warga mempertanyakan sistem pembuangan yang diduga mengarah ke saluran di lingkungan permukiman.

“Kalau persoalan ini dibiarkan terus, kami yang dirugikan. Di mana tanggung jawab pihak PDAM? Apakah memang diperbolehkan pembuangan sisa pengolahan air melewati saluran warga?” tanyanya.

Menurut warga, material yang mengalir tersebut diduga merupakan endapan dari proses pengolahan air. Mereka meminta pihak terkait memastikan kandungan material tersebut serta memastikan apakah pembuangannya telah sesuai dengan ketentuan lingkungan.

“Coba lihat rumah warga yang terdampak. Lumpur sudah hampir masuk ke rumah, bukan hanya menggenangi halaman,” tuturnya dengan kecewa.

Warga berharap pihak PDAM Tirta Batanghari maupun instansi terkait segera turun ke lapangan untuk melihat langsung kondisi yang dialami masyarakat.

Mereka meminta adanya solusi konkret, termasuk evaluasi terhadap sistem saluran dan pembuangan agar persoalan serupa tidak terus berulang dan tidak menimbulkan kerugian bagi warga.

Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, Direktur PDAM Tirta Batanghari belum memberikan tanggapan ketika dihubungi untuk dikonfirmasi terkait keluhan warga tersebut.

Catatan redaksi: Dugaan sumber lumpur dan persoalan teknis pembuangan masih berdasarkan keterangan warga dan perlu dikonfirmasi lebih lanjut kepada pihak PDAM serta instansi berwenang.

(Zami)

scroll to top