Suasana Duka Selimuti Pertemuan Manajemen Waterboom Desa Janji dan Keluarga Korban, Kedua Pihak Sepakat Damai

IMG-20260713-WA0058.jpg

LABUHANBATU | Benuanews.com — Isak tangis dan suasana duka mendalam menyelimuti kediaman keluarga korban berinisial R (16) di Kecamatan Panai Hulu, Kabupaten Labuhanbatu, Senin (13/7/2026) siang. Di tengah kedukaan yang masih basah tersebut, jajaran manajemen Waterboom Desa Janji datang bersimpuh untuk menyampaikan rasa belasungkawa sekaligus pertanggungjawaban moral atas insiden maut yang terjadi pada Sabtu (11/7/2026) lalu.

Pertemuan tatap muka yang berlangsung sekitar pukul 11.00 WIB ini berjalan penuh emosional. Perwakilan manajemen Waterboom Desa Janji, Siti Anur Munte dan Sulaiman Lubis, yang datang dengan iktikad baik disambut dengan kebesaran hati oleh keluarga besar korban. Duduk bersama dalam satu tikar, kedua belah pihak akhirnya sepakat untuk menyelesaikan musibah ini secara kekeluargaan dan menempuh jalan damai.

Langkah ini diambil demi ketenangan almarhum dan wujud keikhlasan keluarga dalam menerima cobaan.

Ketukan Pintu dan Dekapan Empati Pengelola

Sulaiman Lubis mengungkapkan bahwa kedatangan manajemen bukan sekadar urusan birokrasi, melainkan murni dorongan moral dan empati mendalam selaku pengelola tempat wisata.

“Kehadiran kami langsung ke rumah duka adalah wujud pertanggungjawaban mutlak. Kami tidak ingin sekadar berkirim surat, kami ingin hadir langsung memeluk erat keluarga yang ditinggalkan untuk ikut merasakan duka ini,” ujar Sulaiman dengan nada lirih, Senin (13/7).

Sulaiman menyampaikan rasa haru dan terima kasihnya atas ketulusan keluarga korban. “Kami sangat terharu karena di tengah masa sulit dan air mata yang belum kering, pihak keluarga menyambut kedatangan kami dengan sangat baik, ramah, dan terbuka. Melalui musyawarah dengan hati bersih, kami sepakat berdamai. Semoga silaturahmi yang terbangun dari rasa duka ini tidak terputus,” tambahnya.

Senada dengan itu, Siti Anur Munte yang mendampingi di rumah duka tidak dapat menyembunyikan rasa duka mendalamnya. Sambil menahan batin yang terpukul, ia menegaskan bahwa kehilangan ini juga menjadi duka yang mendalam bagi seluruh manajemen Waterboom.

“Kami hancur dan sangat terpukul atas musibah ini. Tidak ada satu pun pihak yang menginginkan kejadian seperti ini terjadi. Kehadiran kami ke sini adalah untuk bersujud dan memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada keluarga besar almarhum.

Keikhlasan serta kebaikan hati keluarga menerima kami di tengah rasa kehilangan yang luar biasa ini menjadi restu berharga bagi kami untuk bersama-sama mendoakan almarhum,” ungkap Siti Anur Munte dengan mata berkaca-kaca.

Kebesaran Hati Keluarga di Tengah Air Mata

Sikap proaktif dan keterbukaan dari manajemen pengelola diakui menjadi penawar ketegangan bagi pihak keluarga. Mengesampingkan amarah, keluarga korban memilih kepala dingin dan kelapangan dada dalam menghadapi musibah.

Perwakilan keluarga korban, Penry Nababan, yang juga salah seorang Angota DPRD dari Fraksi PKB Labuhanbatu mengatakan bahwa kesepakatan damai ini lahir dari dialog yang transparan dan penuh rasa kekeluargaan.

“Kami sangat mengapresiasi jajaran manajemen yang sudi datang langsung ke rumah duka siang ini. Kedatangan mereka yang menunjukkan rasa tanggung jawab nyata, jujur, dan penuh empati membuat kami menyambut niat baik ini dengan tangan terbuka,” kata Penry.

Penry Nababan menegaskan bahwa kesepakatan damai ini menjadi titik akhir dari persoalan terkait insiden tersebut. “Bagi kami, permasalahan ini sekarang telah selesai dengan sangat baik dan sah secara kekeluargaan. Kami ingin melangkah ke depan dengan fokus mendoakan almarhum dan saling mendoakan yang terbaik,” tutupnya.

Melalui kesepakatan damai yang disusun secara terbuka ini, baik pihak manajemen Waterboom Desa Janji maupun keluarga besar korban berharap semua pihak dapat menghormati keputusan damai yang telah diambil demi ketenangan bersama.

Turut hadir di rumah duka, Diapari Siregar (Ketua BPD), Supitra Jaya (Sekdes), Turki No (Kadus), Aiptu Lomo Sigalingging (Bhabinkamtibmas), Bima Wirangga Siregar (Supir Ambulans)

(*)

scroll to top